Shalom …,

Suatu hari saya naik sebuah taxi dari bandara Juanda Surabaya menuju ke rumah. Dalam perjalanan, sejenak saya tertegun memandangi kota Surabaya yang sudah lama saya tinggalkan, dan telah berubah menjadi kota yang indah, asri, dan teratur. Taxi melaju konstan pada jalur yang benar.

Tiba-tiba sebuah mobil warna hitam mendadak “melompat” keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdenyit dan berhenti hanya beberapa sentimeter dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya, menyeringai ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada orang dalam mobil tersebut.

Saya benar-benar terkejut dan heran, terutama dengan sikap sopir taxi ini. Dengan agak jengkel, saya bertanya,

“Mengapa anda melakukannya ? orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!”

Jawaban sopir sangat mengejutkan. Dia menjelaskan bahwa :

“Banyak orang bertingkah laku seperti “truk sampah”. Mereka berjalan keliling membawa “sampah”, disertai rasa frustrasi, kemarahan & kekecewaan.”

“Semakin penuh muatan, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda”

“Oleh sebab itu, jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup. Intinya, jangan membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari kita dengan merusak suasana hati.”

…..Sahabat….

Saya mendapat pelajaran luar biasa dari peristiwa singkat ini. Hebatnya lagi, pelajaran ini datang dari seorang supir taxi, bukan dari pengajar Kitab Suci, guru spuritualitas, pengkhotbah, motivator, dlsbnya. Dia seolah mengajarkan kepada saya untuk berhati-hati :

“Jangan ambil sampah dari orang-orang seperti itu, lalu kita membuangnya kembali kepada orang lain yang kita temui, apakah itu di rumah, di tempat kerja, atau di dalam perjalanan!”

Hidup itu 10% mengenai apa yang kita buat dengannya, dan 90% tentang bagaimana kita menghadapinya.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan. Maka, kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan baik, dan berdoalah bagi orang yg tidak memperlakukan anda dengan baik.

Salam Damai Sejahtera

Theodorus Lintang

Leave a Reply

Your email address will not be published.