Seiring dengan melandainya kasus Omicron di Kota Tangerang, Tim misa offline melonggarkan protokol kesehatan atas ijin dari pastor kepala romo Walterus Teguh Santosa, SJ. Prokes yang dilonggarkan adalah menambah quota umat untuk misa offline.

Dengan bertambahkan quota umat perlu memperhatikan kapasitas tempat duduk untuk umat dalam mengikuti perayaan ekaristi yang dimulai sejak Sabtu sore (19/3). Hal ini dilakukan dengan cara mempersempit jarak duduk umat.

Tak ada papan bajupun jadi
Lakban kuning dipotong-potong kecil dilekatkan di baju memudahkan para petugas mengambil satu persatu ditempelkan di kursi sebagai penanda jarak.

Sejumlah petugas tim misa offline gereja melakukan penataan ulang jarak duduk umat yang semula berjarak 1,3m bisa menampung 539 umat dipersempit menjadi jarak 1m sehingga bisa menampung 740 umat. Mereka menempelkan stiker penanda warna kuning satu per satu di sepanjang tempat duduk agar mudah terlihat jelas.

Dengan demikian diharapkan umat yang berusia 12 tahun keatas hingga lansia akan lebih banyak mendaftar misa offline di belarasa.id tanpa perlu takut kehabisan quota. Tapi masih terbatas untuk umat paroki Tangerang saja yang boleh mengikuti misa di gereja HSPMTB.

Formasi jarak duduk umat
Dengan mempersempit jarak duduk bisa menambah kapasitas umat mengikuti misa namun tetap menerapkan standar prokes yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.