“Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama seperti dia; Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak” (Amsal 26:4-5)

Shalom ….,

Ayat Amsal diatas mengingatkan kita agar jangan membuang waktu berdebat dengan orang bodoh, bebal, dan fanatik. Sebab orang-orang demikian tidak peduli dengan kebenaran dan kenyataan. Mereka hanya fokus pada kemenangan dan ilusi-ilusinya. Berikut ada kisah ilustratif semoga bermanfaat untuk memperjelas makna ayat tsb diatas

Suatu hari keledai berkata kepada Harimau : rumput itu warnanya biru
Harimau menjawab : Tidak, rumput itu hijau
Diskusipun memanas, dan keduanya memutuskan untuk menyerahkan ke arbitrase. Dan untuk ini mereka pergi ke hadapan singa, sang raja hutan.

Setibanya mereka di hutan tempat singa duduk di singgasananya, keledai mendahului berteriak : “Yang Mulia, benarkah rumput itu berwarna biru ?”
Singa menjawab : “Benar, rumput berwarna biru”
Keledai bergegas melanjutkan : “Harimau ini tidak setuju dengan saya, pendapatnya selalu bertentangan dan mengganggu saya. Tolong hukum dia!”
Si keledai melonjak kegirangan, dgn puas dia melanjutkan perjalanannya, sambil terus mengulangi :
“rumput itu berwarna biru”
Harimau pasrah menerima hukumannya. Tetapi dia bertanya kepada singa : “Yang Mulia, mengapa anda menghukum saya ? Bukankah rumput itu berwarna hijau ?”
Singa menjawab : “Memang sebenarnya rumput itu berwarna hijau”
Kata Harimau : “Lalu, mengapa anda menghukum saya ?”
Jawab sang Singa : “Hukuman itu tidak ada hubungannya dengan pertanyaan “apakah rumput itu biru atau hijau” “Hukuman itu adalah karena kebodohanmu. tidak mungkin makhluk pemberani dan cerdas sepertimu membuang waktu berdebat dengan keledai dan terlebih lagi datang & mengganggu ketenanganku !”

….Sahabat….

  • Jangan pernah membuang waktu untuk berargumentasi sesuatu dengan orang bebal. Karena, orang demikian tidak peduli seberapa banyak bukti yang kita berikan kepada mereka.
  • Mereka tidak dalam kapasitas untuk memahami, karena dibutakan oleh ego, kesombongan, kebencian, dan dendam. Yang mereka inginkan hanyalah pembenaran atas ketidak benaran mereka.
  • Ketika ketidaktahuan berteriak, kecerdasan diam. Kedamaian dan ketenangan anda lebih berharga.

Salam Damai Sejahtera

Theodorus Lintang

Leave a Reply

Your email address will not be published.