Shalom ….,

Ungkapan Happiness is a choice sudah seringkali terdengar dan menjadi pembicaraan umum.

Sebenarnya pernyataan ini susah dimengerti, bukan karena kerumitannya, tetapi justeru karena kesederhanaannya. Mengapa?

Kita sudah tidak percaya lagi dengan kesederhanaan. Kita mencintai segala sesuatu yang rumit. Di dalam benak kita telah terinstal program bahwa untuk mendapatkan sesuatu, harus ada syarat tertentu.

Bahwa, semakin besar dan semakin banyak syarat yg bisa dipenuhi, maka semakin baik hal yang akan didapatkan. Setiap hari orang membicarakan, mendiskusikan, dan mengejar kebahagiaan, namun setiap saat orang berlomba melekatkan aksesoris lebih banyak.

HAPPINESS IS A CHOICE = Kebahagiaan adalah sebuah pilihan

Sesungguhnya, bahagia itu tampil “telanjang” apa adanya! Setiap syarat yg ditambahkan dalam aspek kehidupan, akan membebani kebahagiaan tersebut. Kemelekatan inilah yang menjadi masalah.

Pikiran kita telah terkonstruksi demikian rupa sehingga tidak “pede” untuk tampil bahagia. Kita kecanduan parah dengan label kesuksesan, label ego, dan berbagai atribut kemewahan.

…..Sahabat …

Kita tidak perlu berusaha untuk terlihat baik, hebat, dan mengesankan orang. Ingat, semahal apapun pakaian yang melekat di tubuh, tak mungkin bisa mengalahkan tubuh itu sendiri.

Sebanyak apa pun orang bertanya tentang masalah yang hadir di kehidupan, jawabannya selalu sama, bahwa apapun yang terjadi luar kita adalah refleksi dari apa yg ada dlm diri kita.

Semua masalah kita hadir bukan karena kehidupan berpihak pada yang lain dan memusuhi kita. Kehidupan yg kita jalani bukan terjadi tanpa sebab. Semua terjadi karena getaran yang kita berikan kepada alam semesta ini.

“Life is an echo. What you send out, comes back” (Lao Tzu)

Salam Dama Sejahtera


Theodorus Lintang

Leave a Reply

Your email address will not be published.