Krisma merupakan kewajiban bagi setiap umat katolik, yang termasuk sakramen pasca-pembaptisan.  Krisma berarti tanda kedewasaan imam seseorang dan pengikat secara lebih kuat dan sempurna dengan gereja dan diperkaya kekuatan roh kudus.

Tiga wilayah ambil serta dalam penyelenggaraan bimbingan Sakramen Krisma. Tak terkecuali wilayah Filipus Neri, Soter dan Yosafat. Ketiga wilayah ini menerima 28 peserta calon krisma yang terdaftar pada periode 2020. Gereja meniadakan pendaftaran calon krisma pada tahun 2021.  Hal itu terkait Pandemi Covid-19.

Proses pembelajaran krisma dimulai, Minggu (25/07/21) dan berlangsung dalam jaringan (daring). Kondisi ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan pada masa pandemi COVID-19 oleh tujuh pembimbing krisma yang terbagi dari tiga wilayah.

suasana belajar krisma rabu malam di wilayah Filipus Neri

Wilayah Filipus Neri menerima sebanyak 22 peserta dan sisanya berasal dari Wilayah Soter dan Yosafat. Para peserta nantinya akan mendapat materi pengajaran dalam bentuk ceramah atau pemutaran video. Tak hanya itu. Pengajar pun akan memberikan pertanyaan interaktif dan tugas bagi peserta. Hebatnya lagi, para peserta diajak untuk mengikuti misa ekaristi secara online.

Proses pembelajaran krisma akan berlangsung selama dua kali seminggu dengan durasi 90 menit per pertemuan. Wilayah Soter dan Yosafat mendapat giliran pengajaran pada selasa. Sementara Rabu diperuntukkan Wilayah Filipus Neri.

Semoga para calon krisma terbekali dan siap menerima Roh Kudus serta menjadi pribadi yang dewasa dalam iman Katolik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.