Terapi Afirmasi Untuk Jiwa Sehat Saat Isoman

Guncangan pandemi covid-19 tengah dirasakan seluruh elemen masyarakat. Tak sedikit para pasien isolasi mandiri (isoman) mengalami berbagai tekanan yang dapat berpengaruh kesehatan mental.

“Selama isolasi mandiri 10 harian, yang saya rasakan gelisah, stres, overthinking, dan sesak napas yang berlebihan,” ujar pasien isolasi Mandiri, Septian Yusup, dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV pada Senin, 19 Juli 2021

Brain Base Coaching, Lanny Kuswandi, menegaskan terapi afirmasi dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang sedang mengalami gangguan kecemasan akibat terdampak pandemi covid-19. Termasuk pasien isolasi mandiri.

“Ini serangkaian kalimat penegasan yang ditujukan untuk memengaruhi pikiran sadar dan bawah sadar. Nanti berpengaruh pada perilaku, pola pikir, kebiasaan, dan kesehatan,” kata Lanny dalam tayangan yang sama

Pasien isoman disebut dapat melakukan terapi afirmasi guna mengurangi rasa cemas dan tetap berpikiran positif. Lanny menegaskan ketenangan menjadi kunci utama dalam berafirmasi saat sedang terpapar covid-19.

“Atur napas, ketika kita gelisah biasanya napas kita akan cepat dan dangkal. Lalu cepat-cepat alihkan ke napas perut. Jadi saat inhale dan exhale perut kita kembangkan dan kemudian kempiskan,” jelas Lanny

Lanny menyatakan ketika melakukan terapi afirmasi dari otak sampai telapak kaki harus rileks. Ia mengingatkan untuk memberi hadiah dan menciptakan momen bahagia di diri sendiri saat berafirmasi.

“Jangan menggunakan kata ‘tidak’ atau ‘jangan’. Lakukan dengan sepenuh hati dan diulang-ulang. Pengulangan ini sangat penting, paling tidak 5-10 kali dalam sehari,” tutur Lanny. (Nadia Ayu-MetroTV)

Leave a Reply