PPK SMK

Jadwal Wilayah yang mendapat kesempatan mengambil Sakramen Maha Kudus (SMK) oleh Pelayan Pembawa Komuni (PPK)
[table “” not found /]


Jadwal pengambilan (1) pk. 13.00-13.30
                                       (2) pk. 13.30-14.00
Dibuka kesempatan untuk 100 PPK/hari.
Info pendaftaran dapat menghubungi Korbid Teritorial (ibu Fenny)
Mohon mempersiapkan peralatan yang sesuai arahan dari Tim PPK-SMK Paroki Tangerang

Saat ini Paroki Tangerang
baru melayani PPK SMK
hanya untuk Misa Online

[wpdm_package id='14317']

Tanya Jawab Seputar PPK SMK

Pelaksanaan PPK SMK dilakukan secara bergilir. Jika tiba giliran lingkungan tersebut pengurus lingkungan mendata dan membantu para oma opa. Penerimaan SMK akan dilayani oleh Prodiakon. Tidak setiap minggu dapat diterimakan.

Boleh. Untuk lansia tinggal serumah dengan keluarga anak dan sudah pisah kartu keluarga, pengambilan SMK dapat dibantu oleh anak. Namun harus memenuhi kriteria sebagai PPK dan melaporankan ke kaling atau tim Belarasa.

Paroki memfasilitasi semua perlengkapan PPK SMK, silahkan pengurus lingkungan mendata umatnya yang membutuhkan, dan melakukan pemesanan ke Paroki. Pemesanan piksis-nya disarankan bertahap. Tidak langsung pesan untuk seluruh KK. Mohon diukur dulu animo umat lingkungan, dan pesan seperlunya. Disarankan untuk memesan 20% terlebih dahulu melalui link pemesanan berikut: https://tinyurl.com/pesananpiksislingkungan

Boleh. Cara membawanya dengan mengalungkan tas kantong berisi piksis dan SMK. Supaya tidak mencolok dari pandangan umum, PPK dapat mengenakan jaket sebagai penutup.

SMK dibagikan oleh PPK, karena PPK telah melalui serangkaian prosesi persiapan batin dari sejak pengambilan di gereja dan sampai tiba di rumah kembali untuk menerimakan kepada anggota keluarga. Kriteria PPK adalah sebagai berikut: (1) Umat dewasa 18-59 tahun. (2) Beriman Katolik dan sudah menerima Sakramen Inisiasi penuh [Baptis, Ekaristi, dan Penguatan]. (3) Sehat jasmani & rohani. (4) Berkenan mengantar Komuni Kudus kepada anggota keluarganya.

Jika ada umat lansia yang membutuhkan SMK, sedangkan Jika ada umat lansia yang membutuhkan SMK, sedangkan lingkungan tersebut tidak memiliki prodiakon usia <60 tahun, maka pengurus lingkungan membantu menjadi PPK untuk lansia tersebut. Kebijakan ini diambil atas pertimbangan agar umat dilayani oleh orang yang berada disekitar lokasi, guna menjaga Kesehatan.

Karena untuk memudahkan koordinasi pelayan/petugas. Piksis ditempatkan ke dalam box kayu, dengan sekat acrylic yang ukurannya sudah ditentukan, maka jika piksis tidak seragam akan menyulitkan petugas saat membawa ke gereja untuk diisi SMK, maupun penyimpanan di tabernakel pada saat PPK belum mengambilnya. Piksis sengaja dipilih dengan bahan kaca, supaya umat lebih berhati-hati dalam memperlakukan piksis dan SMK-nya.

Ya. Boleh

Anggota keluarga dapat mengikuti misa online paroki lain. PPK bersama anggota keluarga mengikuti misa online tersebut, kemudian membagikan SMK kepada anggota keluarganya. Ilustrasi 1: Hari Minggu pk. 09.00, Pak Amin mengikuti Misa Offline di gereja. Pk. 10.30 Pak Amin sampai di rumah dengan membawa SMK. Pukul 11.00 Pak Amin dan keluarga mengikuti Misa Online dari Paroki lain secara bersama-sama. Pada saat Komuni, Pak Amin dapat membagikan SMK kepada keluarganya. Ilustrasi 2: Anggota keluarga sudah mengikuti misa online SEBELUM-nya. Ketika PPK pulang dari misa offline dan membawa SMK, PPK memimpin ibadat singkat dan kemudian membagikan SMK kepada anggota keluarganya. Ilustrasi 3: Hari Sabtu pk.18.00, Keluarga Pak Amin yang terdiri dari Istri dan 2 anak masih dibawah umur mengikuti misa Online bersama-sama. Hari Minggu pk. 09.00 Pak Amin sebagai PPK di keluarga mengikuti Misa Offline di gereja. Keluarga menunggu di rumah, bersiap menyambut SMK dengan pakaian yang layak dan pantas. Pukul 10.30 Pak Amin tiba di rumah dengan membawa SMK. Sebelum SMK dibagikan Pak Amin memimpin Ibadat singkat dan kemudian membagikan SMK untuk keluarganya

SMK hanya diterimakan kepada umat yang terdaftar di BIDUK. Oleh sebab itu, mohon segera mengupdate data BIDUK-nya. Silahkan menghubungi pengurus lingkungan.

Benar. SMK harus disantap pada hari yang sama, TIDAK BOLEH diinapkan dirumah. Itu sebabnya mengapa, team SMK PPK Paroki mengatur jadwal sedemikian rupa sehingga pembagian piksis dilakukan SEBELUM jadwal misa online.

PPK memungutnya segera, pastikan tak ada serpihan-serpihan yang tertinggal di lantai. Jika terlihat, suatu kain linen hendaklah dipakai untuk menutupi tempat di mana Hosti jatuh, dan kemudian tempat tersebut haruslah dibersihkan. PPK dapat segera menyantap Hosti Kudus. PPK dan penerima Hosti haruslah cermat akan adanya serpihan-serpihan yang tertinggal.

Sakramen Maha Kudus harus di santap pada hari yang sama. Oleh sebab itu segala hal yang mungkin terjadi harus diperhitungkan dan mempersiapkan penanganan keadaan darurat yang mungkin akan terjadi. Dalam hal lampu mati, kita dapat menggunakan perangkat yang terdapat baterei (misalnya menggunakan HP), sehingga Misa Online dapat tetap berlangsung walaupun lampu mati.

Pembagian SMK ini justru ditujukan bagi umat yang tinggal di zona yang tidak diperbolehkan untuk ikut misa offline. Dan oleh sebab itu, tidak ada istilah zona hijau/merah dalam pembagian SMK. Semua umat yang sudah menerima Komuni Pertama diperbolehkan oleh menyambut SMK. Lingkungan akan bisa mengambil SMK sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh paroki.

Jika pembagian komuninya melalui prodiakon atau pengurus lingkungan, maka mengikuti jadwalnya prodiakon atau pengurus lingkungan yang membantu tersebut. Oleh sebab itu, silahkan keluarga tersebut mengikuti misa online terlebih dahulu, dan ketika prodiakon/pengurus lingkungan tiba untuk membagikan SMK, harus diawali dengan ibadat singkat. (Lihat ilustrasi di no.9)

Opsi pelayanan bagi Lansia: A. Jika lingkungan memiliki prodiakon yang memenuhi kriteria usia, dilayani oleh prodiakon dengan menggunakan piksis milik prodiakon. B. Jika lingkungan TIDAK memiliki prodiakon yang memenuhi kriteria usia, dilayani oleh pengurus lingkungan, menggunakan piksis khusus lingkungan (lingkungan perlu beli 1 piksis yang khusus untuk digunakan melayani lansia).

Demi menjaga protokol kesehatan, 1 piksis untuk 1 KK yang mempunyai PPK

Biaya dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari ketersediaan barang dan harga pasar. Untuk pembelian sekat akrilik dan piksis disesuaikan dengan jumlah PPK yang ada di lingkungan

Dalam hal penyediaan perangkat ini, tidak ada transaksi jual beli. Disini kami hanya mengharapkan subsidi penggantian biaya pembelian perangkat yang dibelikan terlebih dahulu oleh Paroki.

Gambar diatas menyampaikan ilustrasi subsidi silang. Silahkan, siapa yang berlebih dapat membantu yang berkekurangan. Yang diharapkan adalah semangat belarasa diantara umat dilingkungan.

PPK yang melayani keluarga sendiri dan keluarga lain (KK berbedaharus menggunakan 2 piksis. Satu piksis untuk keluarga sendiri dan satu piksis untuk keluarga yang KK-nya berbeda. Tidak digabung dalam satu piksis. Hal ini terkait dalam pendaftaran di program belarasa.id.  

Tambahanbila PPK tersebut melayani juga untuk  2 KK yang lain lagiitu yang bisa dijadikan satu. 

Cth: Pak Budi sebagai PPK untuk keluarganya dan untuk kakaknya dalam saturumah (KK berbeda). maka harus ada 2 piksisJikalau pak Budi sebagai pengurus lingkungan diminta melayani lansia di samping rumahnya maka  piksis yang kedua bisa digunakan untuk tetangga yang lansia tersebut.