Bidukers Sesi Terakhir di tahun 2016

Bidukers Sesi Terakhir di tahun 2016

  • Post author:
  • Post category:PDUP
  • Post comments:0 Comments

biduk7Agustus2Dalam rangka mewujudnyatakan pastoral berbasis data dan semangat gembala baik dan murah hati, Tim Data Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang berupaya terus untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan cara menggunakan aplikasi Biduk KAJ. Setelah melakukan pelatihan 3 Sesi pada bulan April 2016, ternyata masih menyisakan 26 lingkungan yang karena satu dan lain hal tidak bisa mengikuti pelatihan. Atas desakan banyak pihak, akhirnya Tim data (PDUP) mengadakan Pelatihan Biduk lagi pada tanggal 7 Agustus 2016.

Antusiasme peserta yang hadir dalam pelatihan nampak dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan silih berganti. Hal ini karena para pengurus lingkungan memang menghadapi beraneka ragam umat. Keanekaragaman umat ini juga dilatarbelakangi oleh tingkat mobilitas, pola demografi, latar budaya dan lain-lain yang akan berujung pada pendekatan pastoral yang beragam pada tingkat akar rumput. Beruntung karena Biduk di disain bersama oleh para praktisi se KAJ, maka aplikasi ini di rancang se-fleksibel mungkin sesuai dengan kondisi paroki.

Fokus dari pelatihan Biduk adalah mengajarkan pengurus lingkungan untuk dapat menggunakan aplikasi berbasis web ini sebagai sarana untuk melakukan perekaman data Umat. Data yang sebelumnya sudah berhasil dikumpulkan lewat aplikasi Ecclesia sudah terlebih dahulu di-Migrasi-kan ke dalam system biduk oleh tim PDUP. Dengan debiduk7Agustus1mikian, para pengurus lingkungan sekarang tinggal melakukan pemutakhiran data saja. Artinya: pengurus lingkungan hanya bertugas untuk memperbaiki dan melengkapi data yang sudah ada. Data yang benar dan lengkap akan dapat sangat membantu dalam proses pelayanan umat.
Oleh karena itu, dalam pelatihan juga diperlihatkan cara mendapatkan manfaat dari aplikasi Biduk secara praktis, misalnya:

  • membuat daftar ulangtahun perkawinan
  • membuat daftar ulangtahun umat
  • membuat daftar OMK, Bir, BIA dll.
  • membuat daftar umat yang belum menerima sakramen komuni pertama, krisma, dll

Akhirnya, terlepas dari kecanggihan program yang sudah dibuat, menjadi penting untuk senantiasa memastikan bahwa program ini sungguh dimanfaatkan oleh para pengurus lingkungan. Oleh karena itu, para pengurus yang hadir juga diundang untuk masuk ke dalam Grup Whats App “bidukers Tangerang” agar dapat saling membantu dalam menggunakan aplikasi biduk dan hal-hal seputar pendataan umat.

Semoga pelayanan berbasis data sungguh menjadi nyata dalam reksa pastoral Gereja HSPMTB.

Leave a Reply