Who's New

Jovay
m3n1ck
doni
antonius eka
vina
huller_bastian
pesonamml
Santoso
oLendo kwok
domingos neves
Erwin S.
Coco

CINTA TIDAK HANYA DAPAT DI LIHAT ..

Anast.Dewi Natalia's picture
Anugerah yang ajaib

 

Penumpang
sebuah bis melihat dengan simpati ketika seorang wanita muda yang
cantik, yang membawa tongkat putih, dengan hati-hati naik ke bis. Ia
membayar pada sopir, kemudian meraba-raba mencari tempat duduk kosong
yang dibe rita hukan oleh sopir. Ia duduk, tasnya ditaruh di
pangkuannya dan tongkatnya di antara kedua kakinya.
Telah
setahun Susan mengalami kebutaan. Karena salah pengobatan ia tidak
dapat melihat lagi dan masuk ke dunia yang gelap, hatinya penuh
penyesalan dan rasa frustasi. Ia yang tadinya seorang wanita bebas,
sekarang tak berdaya dan merasa menjadi beban bagi orang di sekitarnya.
"Bagaimana semuanya ini bisa terjadi padaku?" ia mengadu, hatinya
diliputi kemarahan.

Tetapi
betapapun ia menangis dan berdoa, ia harus menerima kenyataan bahwa
penglihatannya tak akan kembali. Ia harus bergantung pada suaminya,
Mark. Mark adalah seorang perwira Angkatan Udara dan mencintai Susan
dengan sepenuh hati.
Akhirnya,
Susan merasa siap untuk kembali bekerja, tetapi bagaimana ia harus
pergi bekerja? Ia biasa naik bis, tetapi sekarang ia takut berkeliling
kota sendirian.
Mark
terpaksa mengantar dan menjemputnya dengan mobil setiap hari sekalipun
kantor mereka berjauhan dan berada pada arah yang berbeda. Pada
awalnya, ini menolong Susan dan memenuhi keinginan Mark untuk
melindungi isterinya yang merasa tidak aman untuk melakukan apa saja.
Namun lambat laun, Mark merasa ini merepotkan dan cukup memakan biaya.
Susan harus bisa pergi sendiri. Tetapi bagaimana mengatakannya? Susan
yang demikian rapuh tentu akan marah.

Dan
seperti yang telah diduganya, Susan keberatan untuk pergi naik bis
sendirian. "Saya buta!", kata Susan dengan keras. "Bagaimana kamu tega
membiarkan saya pergi sendiri? Saya merasa kamu tidak menghiraukan saya
lagi." Hati Mark merasa pedih oleh kata-kata Susan itu, tetapi ia tahu
apa yang harus dilakukannya. Ia berjanji akan mengantar Susan setiap
pagi dan sore naik bis sampai ia terbiasa.

Dua minggu penuh, Mark, yang mengenakan seragam militer, mengantar dan
menjemput Susan bekerja. Ia mengajarkannya untuk menggunakan indera
lainnya, terutama pendengaran, untuk mengenali dimana dia berada dan
bagaimana menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya yang baru. Setiap
pagi mereka berangkat bersama dengan bis dan Mark kembali ke kantornya
dengan taksi. Sekalipun cara ini lebih merepotkan dan lebih memakan
biaya, tetapi hanya soal waktu hingga kapan Susan bisa pergi dengan bis
sendiri. Akhirnya Susan memutuskan bahwa ia sudah siap untuk pergi
sendiri.
Senin
pagi, sebelum pergi, Susan merangkul dan mengecup Mark, yang merupakan
kawan sementaranya di bis, suaminya, dan temannya yang terbaik. Matanya
dibasahi air mata
menandai rasa terimakasih atas kesetiaannya, kesabarannya, dan
cintanya. Untuk pertama kali mereka pergi sendiri-sendiri. Senin,
Selasa, Rabu, Kamis ... setiap hari semuanya berjalan lancar, dan Susan
tak pernah merasa lebih baik dari itu. Ia mampu melakukan itu! Ia dapat
pergi bekerja sendiri!

Pada
Jum'at pagi, Susan pergi bekerja dengan bis seperti biasa. Ketika ia
akan turun dari bis, sopir bis itu berkata, "Nyonya, Anda sungguh harus
bersyukur." Susan tidak yakin apakah sopir bis itu berbicara pada
dirinya. Mengapa ia seorang buta yang harus bersusah payah mencari
keberanian untuk menjalani hidup harus bersyukur? Dengan rasa ingin
tahu ia bertanya pada sopir itu, "Mengapa aku harus bersyukur?" Sopir
itu mengatakan, "Anda tahu, setiap pagi pada minggu ini, seorang yang
tampan mengenakan seragam militer berdiri di ujung jalan mengawasi Anda
ketika turun dari bis. Ia ingin yakin bahwa Anda dapat menyeberang
dengan aman dan mengawasi Anda sampai Anda masuk ke gedung perkantoran
Anda. Ia melayangkan sebuah kecupan bagi Anda dan memberikan sedikit
salam militer sebelum ia pergi. Anda sungguh wanita yang berbahagia."

Air
mata kebahagiaan mengalir di pipi Susan. Sekalipun ia tidak melihatnya,
ia dapat merasakan kehadiran Mark. Ia merasa beruntung karena Tuhan
telah menganugerahkan padanya sesuatu yang lebih daripada penglihatan
­- ia tak perlu melihat untuk percaya - bahwa cinta dapat memberikan
terang dimana ada kegelapan.
Begitu juga dengan Tuhan. Kita mungkin tak dapat melihat wajahNya, tetapi Ia selalu hadir dimanapun untuk membantu kita.

...... tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."
(Yohanes 9:25)

Comments

Ludify's picture

Y_Y

bagus"