ShdRK
Seminar hidup dalam Roh Kudus, dahulu lebih dikenal dgn nama Shb atau ShbdR, namun agar tidak ada kerancuan mengenai istilah “hidup baru” yang dapat disalah artikan sbg suatu seminar untuk yang mau berumah tangga, maka istilah ini dirubah menjadi Seminar Hidup Dalam Roh Kudus ( ShbRK )
Latar belakang/sejarah singkat ShbdR
ShbdR yang pertama,diadakan di Jakarta pada bulan Mei 1976, pada waktu itu Uskup Agung Jakarta , Mrg Leo Soekoto, Sj mengundang tokoh pembaharuan katolik pastor O’ Brien Sj dan H. Schneider Sj , untuk datang ke Indonesia dan mengadakan ShbdR yang pertama. Pada waktu itu dihadiri banyak umat, dan mereka mengalami suatu Karunia keteguhan iman dan terdorong untuk pertobatan. Melihat buah-buah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut maka para Uskup menyambut baik itu semua. Mulai saat itu kegiatan ini bertumbuh dan berkembang di paroki-paroki.
Adapun kegiatan ShbdR ini di paroki St Maria Taangerang, merupakan kegiatan rutin, yang diadakan setiap tahun oleh persekutuan doa karismatik katolik (PDKK ) St Maria Tangerang. Pada tahun ini kegiatan seminar ini telah selesai diadakan pada tgl 6 Feb - 20 Maret 2007. Setiap hari selasa dimulai pk 19.00 (7x pertemuan). Jumlah peserta kegiatan tersebut 142 orang, bertempat di Aula gereja lt 3.
Dari jumlah peserta tersebut yang dikawatirkan akan banyak yang tidak dapat mengikuti sampai selesai, ternyata 95 % dr peserta mengikuti dr awal sampai selesai.
Banyak dari peserta setelah mengikuti seminar ini menyatakan bahwa mereka menerima karunia-karunia Allah yang selama ini mereka belum mengenal bahkan percaya tentang hal ini. Bahkan ada peserta yang memberi kesaksian kehidupan keluarga mereka dipulihkan setelah mengikuti seminar ini.
Tujuan dari ShdRK
ShdRK sering disebut/identik dengan Pencurahan Roh Kudus. Menawarkan peserta / orang kesempatan untuk suatu penghayatan akan pengertian dari panggilan permandian. Sehinga menjadikan Sakramen Inisiasi ( Sakramen Permandian ) menjadi efektif di dalam hidup orang. Dengan demikian dapat meningkatkan relasi pribadi dengan Allah, dan memandang hidup sebagai orang Kristen sebagai suatu relasi dan bukan hanya sekedar kepercayaan. Dan dengan penghayatan relasi dengan Allah ini maka kehidupan mereka didalam gereja juga dihayati sebagai suatu relasi dinamis dengan sesama umat dalam Kristus.
Makna dari Pencurahan Roh menurut buku Pedoman Pembaruan karismatik katolik Indonesia, yang dikeluarkan oleh KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) 1995, para Uskup menyatakan bahwa Pencurahan Roh secara tepat disebut saat penyelamatan Allah dirasakan kembali.
Secara teologis Baptisan Roh dapat ditentukan sebagai suatu pencurahan baru Roh Kudus di dalam diri individu, serta menggerakan orang menuju pembaruan hidup mereka dan pelayanan bagi gereja. Karena Roh Kudus BUKAN HANYA BEKERJA melalui sakramen-sakramen atau pelayanan resmi, tetapi juga melalui sarana-sarana yang lebih spontan, (bdk, Konstitusi Dogmatik tentang Gereja No, 12 dan Dekrit Kerasulan Awam No.3).
Jadi diharapkan peserta seminar ini sungguh mengalami perjumpaan/pengalaman pribadi bersama Kristus.Dan sseminar ini merupakan titik awal dari jiarah hidup yang panjang menuju hidup pertobatan yang sejati yang selalu diperbaharui untuk diubah menjadi serupa dengan Kristus .
Seminar ini berisi pengajaran –pengajaran yang terdiri dari 7 session yaitu :
- Cinta kasih Allah,
- Penyelamatan Allah
- Hidup baru dalam Roh
- Menerima karunia dari Allah
- Dipermandikan dalam Roh
- Pertumbuhan
- Diubah menjadi serupa dengan Kristus




Comments
Apakah di permandikan dalam
Apakah di permandikan dalam Roh sama artinya dengan dibaptis dalam Roh
Sebenarnya...
Sebenarnya saat kita menerima sakramen inisiasi (baptis, ekaristi dan krisma) Roh Kudus sudah hadir di dalam hati kita. Namun pertanyaannya adalah apakah Roh Kudus sudah kita berdayakan dan kita ikut sertakan dalam keseharian kita sejak Ia hadir di dalam kita? Nah.. melalui SHDR ini, kita mengundang Roh Kudus secara pribadi untuk menguasai hidup keseluruhan hidup kita. Jadi bukan lagi kita yang menguasai, melainkan Roh Kudus yang menguasai. Inilah yang dimaksud dengan manusia baru. Bukan manifestasinya yang penting, bukan karunia berbahasa Roh yang penting, namun karunia untuk Hidup Baru yang terpenting. Maksudnya, apakah setelah mengikuti SHDR, hidup kita benar-benar sudah kita serahkan ke dalam perencanaan Roh Kudus? Sudahkah kita menghasilkan buah-buah Roh? Jika sudah, berarti manusia baru telah hidup, bertumbuh dan berbuah.
Mengenai dipermandikan dalam Roh apakah sama dengan dibaptis dalam Roh, itu adalah sama. Keduanya adalah karya Yesus yang sudah dinubuatkan oleh Yohanes Pembaptis. "Ia bukan membaptis dengan air, tetapi Ia akan membaptis dengan api dan Roh."
be.pe.ka says, "manipulative visualization over dissatisfaction in our heritage, culture & mankind!! i tell you, life ain't sucks.. PEOPLE does !!"
Dear be.pe.ka, Apakah Roh
Dear be.pe.ka,
Apakah Roh Kudus yang dicurahkan oleh Tuhan pada saat menerima Sakramen Inisasi tidaklah cukup untuk menguduskan saya, sehingga saya harus mengikuti SHBDR? Mohon jawaban YA atau TIDAK.
Terima kasih sebelumnya.
Bukan itu masalahnya...
Dear psalm115v1,
Masalahnya bukan pada letak pengudusannya, tetapi harus dilihat dari sisi penyerahannya. Apakah Anda sudah menyerahkan penyelenggaraan diri Anda seutuhnya kepada karya Allah melalui Roh Kudus? Apakah Anda sudah membiarkan Allah bekerja melalui Roh Kudus yang Anda terima?
Sekali lagi saya ingatkan, session Pencurahan Roh bukanlah suatu sakramen!! dan session tsb tidak akan pernah menjadi sakramen apalagi menggantikan!!
Seminar itu bukanlah sesuatu yang diwajibkan oleh Gereja Katolik utk diikuti oleh umat-Nya. Bahkan saya sendiri juga tidak setuju dengan istilah Pencurahan Roh atau Baptisan Roh atau dipermandikan Roh atau sejenisnya karena sesungguhnya saat Inisiasi diterima, Roh Kudus sudah ada dalam hati kita!! Mo hidup kudus atau tidak itu adalah kebebasan kita (Free Will).
Ikut seminar tidak menjamin seseorang menjadi lebih kudus daripada yang tidak ikut!! Klo udah ikut seminar tapi dia tidak berubah menjadi "manusia baru", ya percuma aja.. mending duitnya buat traktir saya ajalah...
Sekarang, menjawab pertanyaan Anda sebelumnya:
"Apakah Roh Kudus yang dicurahkan oleh Tuhan pada saat menerima Sakramen Inisasi tidaklah cukup untuk menguduskan saya, sehingga saya harus mengikuti SHBDR?"
Hmmm... saya rasa jawaban saya seharusnya sudah dapat Anda tangkap dengan jelas...
1. Roh Kudus yang dicurahkan bagi kita, itu lebih dari sekedar menguduskan.. Jadi jawaban saya adalah LEBIH DARI CUKUP...
2. Tidak pernah ada keharusan bagi umat Katolik utk ikut seminar tsb!
3. Bukan faktor kudusnya, tetapi faktor penyerahan diri Anda secara total kepada penyelenggaraan Ilahi.. ini yg namanya iman..
sudahkah KITA menyerahkan diri sepenuh-penuhnya kepada Allah supaya Ia yang memimpin setiap langkah kita...? yg ini ga perlu dijawab YA atau TIDAK... ga perlu ditulis di dalam forum ini, cukup diresapi dalam hati sambil berdoa...
Semoga Tuhan memberkati kita sekalian...