Seberapa pentingkah pendidikan untuk anda
Seberapa pentingkah pendidikan untuk anda dan saya??? Kebanyakan orang pasti menjawab: “Sangat penting sekali.” Begitu juga dengan seorang bapak yang menganggap bahwa pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting terutama untuk mencapai cita-cita. Ya, beliaulah Ambrosius Yosef Sumidi M.S. atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Sumidi atau Midi, kelahiran Yogyakarta, 5 Agustus 1939. Menurutnya, pendidikan itu sangat penting sekali, karena dengan dibekali pendidikan seseorang dapat sesegera mungkin mencapai cita-citanya. Namun, ada satu syarat, yaitu orang harus melaksanakan pendidikan itu dengan sebaik mungkin. “Pendidikan adalah suatu proses yang panjang dalam kurun waktu bertahun-tahun dan berlangsung seumur hidup, pendidikan itu tidak bergantung tempat dan waktu,” ujarnya.
Tak heran jika beliau berkata demikian. Sebagian besar hidupnya dijalani dalam dunia pendidikan. Berikut adalah riwayat kehidupan beliau dalam profesinya di bidang pendidikan :
1958 – 1967 : Guru Sekolah Dasar.
1967 – 1975 : Kepala Sekolah.
1975 – 1976 : Guru SMP Santa Maria I.
1976 – 1995 : Pengurus Strada Cabang Tangerang.
1995 – 1996 : Assisten Direktur Strada Pusat, Jakarta.
1996 – 2003 : Kepala Sekolah SMP Darma Putra
2004 – Sekarang : Kepala Bagian Pendidikan dan Pengajaran Yayasan Darma Putra
Bertahun-tahun dalam dunia pendidikan dan tentunya sudah berpengalaman, beliaupun ingin membagikan kepada kita cara memilih sekolah yang baik untuk anak-anak kita. Beliau menyatakan bahwa dalam memilih sekolah untuk anak dari kelas SD s/d SMU sebaiknya kita memasukkan ke sekolah katolik, agar kita dengan baik dapat memberikan pendidikan moral dan agama yang jauh lebih penting dari pada pendidikan umum. Menurutnya sekolah katolik adalah sekolah yang sangat baik dalam membentuk kepribadian anak, karena sekolah itu membekali anak dengan pendidikan moral dan agama yang kuat. Dengan sekolah di sekolah katolik, diharapkan anak bisa mendapatkan pendidikan agama dan moral yang lebih baik bila dibandingkan dengan di sekolah-sekolah lain. Sedangkan dalam memilih perguruan tinggi sebaiknya anaklah yang menentukan sendiri, karena menurutnya anak sudah cukup dewasa dalam memilih yang terbaik untuk dirinya sendiri. Hal itu jugalah yang dilakukan beliau dalam mendidik anak-anaknya. Saat inipun ia merasa visi dan misinya sebagai orang tua sudah tercapai dengan mendidik anaknya seperti itu.
Bila dipandang dalam sisi seorang guru, pelaku pendidikan pertama dan utama adalah orang tua sendiri. Tugas guru hanya membantu orang tua dalam mendidik anak. Pengetahuan anak didapatkan di sekolah, tetapi pendidikan kepribadian sosial lebih didapatkan dari keluarga. Oleh sebab itu, menurutnya, guru dan orang tua harus saling melengkapi dan orang tua harus selalu memberi dorongan untuk proses perkembangan anak. Kata-kata yang berkesan dalam hidupnya ialah “kalau ingin segera memetik hasilnya tanamlah palawija, kalau ingin segera memetiknya dalam waktu puluhan tahun, tanamlah pohon kelapa, mangga atau jambu”. Artinya, pendidikan itu bisa dinikmati hasilnya dalam waktu setelah bertahun-tahun, tidak bisa dinikmati secara instant/cepat. Oleh karena itu, beliau menghimbau agar kita tetap memiliki pengetahuan dan mencarinya walaupun dalam waktu yang lama, agar kelak hasilnya dapat dinikmati oleh kita sendiri dan orang yang dekat dengan kita, seperti orang tua dan saudara-saudari kita.



