Mau Mengurus Perkawinan Gereja

 

  1. Pertanyaan awal yang muncul
  • Apakah prinsip yang harus menjadi langkah awal? Jika pasangan sudah yakin akan melanjutkan ke jenjang pernikahan, maka prinsipnya jangan menunda-nunda sehingga waktu semakin mendekat. Alangkah baiknya jika jauh hari sudah dipersiapkan sehingga semua dapat berjalan lancar dan semestinya. Dan semakin menjadi baik, jika yang mengurus proses ini adalah calon mempelai sendiri, bukan orangtua atau kerabat apalagi yang lain-lain lagi.
  • Bagaimana mengurus perkawinan gereja katolik ?

Pengurusan perkawinan katolik pertama-tama adalah mengikuti domisili dari pihak wanita, kecuali keduanya dari paroki yang sama atau jika Pastor Paroki dari pihak dominsili pria bersedia sejak awal untuk penyelidikan kanonik.

Contoh : Andreas dari Paroki Tangerang – HSPMTB berencana menikah dengan Agata dari Paroki Serpong – Santa Monika. Maka perkawinan diurus di paroki serpong menurut domisili dari pihak wanita. Tetapi jika Pastor Paroki Tangerang bersedia diurus di Tangerang maka dapat diurus di Tangerang.

Sedangkan jika salah satu pasangannya bukan katolik, maka mengikuti domisili dari pihak katolik.

Contoh : Antonius dari Paroki Tangerang – HSPMTB berencana menikah dengan Meimei   dari Budha. Maka perkawinan diurus di Paroki Tangerang.

  • Dimanakah dapat dilangsungkan perkawinan gereja katolik ?

Yang pasti dilaksanakan di Gereja atau Kapel, tidak diperkenankan di Hotel/Restoran/gedung pertemuan, dsb. Gereja katolik dimana saja boleh jika memang kebijakan dan peluang waktu memungkinkan. Tetapi untuk mudahnya ada baiknya memakai gereja dari dominsili atau asal parokinya.

  • Siapa yang meneguhkan perkawinan katolik ?

Tentunya adalah seorang pastor. Dalam hal ini yang bertanggungjawab penuh adalah pastor paroki yang mengadakan penyelidikan kanonik. Tetapi seandainya calon mempelai berkeinginan lain, karena punya kenalan pastor tertentu, sebaiknya dibicarakan sejak awal dengan pastor paroki dalam hal ini yang menjadi moderator dari wilayah/lingkungannya.

  1. Datang, daftarkan dan lengkapi segera
  • Datanglah ke sekretariat paroki untuk mengambil formulir-formulir perkawinan yang telah disediakan.
  • Daftarkan tanggal rencana pernikahan di buku perkawinan, minimal 4 bulan sebelumnya. Hal ini untuk menghindari terjadinya penentuan tanggal dan waktu pilihan yang sama dengan calon mempelai yang lain. Perihal waktu harus mengikuti dengan jam-jam yang telah ditentukan, kecuali di luar sabtu dan minggu. Jika tanggal dan waktu terkoreksi/batal, mohon menghubungi pihak sekretariat kembali. Jangan diam saja.
  • Daftarkan diri untuk mengikuti kursus persiapan perkawinan. Ingat kursus dilakukan setiap dua bulan sekali dengan pertemuan dua kali dalam dua hari (Jumat dan Sabtu) dan jumlah terbatas. Maka ketahuilah kapan waktu pelaksanaan, jangan tunggu mendekati. Disamping itu pula kursus ini dikenakan biaya pula.
  • Lengkapi formulir dan dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pengurusan. Jika semua sudah lengkap serahkanlah kepada petugas sekretariat (minimal 3 bulan).
  1. Menghubungi Pastor Paroki (Moderator)

Hal ini dapat dilakukan setelah kursus perkawinan sudah dilaksanakan, dimana semua formulir dan dokumen sudah diserahkan di sekretariat paroki. Tujuan menghubungi pastor adalah untuk membuat janji kapan dilaksanakan perkenalan dan penyelidikan kanonik, serta hal-hal lain yang berkaitan seperti perihal buku upacara yang harus mendapat persetujuan dari pastor, dispensasi perkawinan jika perkawinan beda agama maupun gereja non katolik, dsb.

  1. Hal lain yang mendukung Pelaksanaan Perkawinan Gereja
  • Pihak pengantin dikenakan biaya gedung gereja. Biaya ini bertujuan sebagai bentuk ungkapan kepedulian pengantin terhadap kehidupan menggereja. Jika ada pengantin yang merasa keberatan atau tidak mampu silakan menghubungi pastor moderator wilayah/lingkungan. Biaya ini disetorkan kepada bendahara paroki yang memberikan pelayanan pada hari sabtu dan minggu menyesuaikan dengan jam pelaksanaan ekaristi.
  • Dekorasi Gereja dalam hal ini dekorasi bunga. Tetapi baik diketahui bahwa dekorasi ini hanyalah standar untuk mendukung ekaristi mingguan. Maka jika pihak pengantin ada permintaan khusus, silahkan menghubungi koordinator dekorasi bunga dengan konsekuensi ada biaya tambahan yang dikenakan. Silakan menghubungi Ibu Lina (08568444353).
  • Koor harus dihubungi oleh pihak pengantin 3 bulan sebelum upacara perkawinan.
  • Calon mempelai, keluarga maupun petugas mohon hadir minimal 15 menit sebelum upacara dimulai.
  • Stipendium pastor diberikan setelah upacara oleh mempelai atau pihak keluarga kepada pastor yang memimpin upacara setelah perayaan selesai.
  1. Perihal Catatan Sipil / Akte Perkawinan Sipil

Pengurusan catatan sipil dilakukan oleh mempelai. Gereja hanya memfasilitasi ruangan saja (Ruang Fransiskus). Mohon diingat dan diperhatikan lebih bahwa pengurusan pencatatan sipil harus dilakukan paling lambat satu bulan sebelum pelaksanaan perkawinan gereja.

Adapun persyaratan untuk pencatatan sipil / akte perkawinan berdasarkan UU no 23 tahun 2006 adalah :

  • KTP Suami-Istri
  • Kartu Keluarga Kelurahan sendiri atau orang tua
  • Akte Kelahiran Suami-Istri (surat kenal lahir tidak berlaku)
  • Fotocopi dan dilegalisir surat pemberkatan nikah Gereja
  • Fotocopi surat baptis Katolik
  • Surat keterangan belum menikah dari Kelurahan (N1, N2, N4) Suami-Istri dan hanya berlaku 25 hari.
  • Pas Foto 4 x 6 berdampingan sebanyak 4 lembar Suami-Istri.

Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya

TUHAN MEMBERKATI

Formulir yang anda butuhkan bisa di-unduh disini :


[wpdm_package id=’13687′ style=’light’ align=’left’]

[wpdm_package id=’13851′ style=’light’ align=’left’]

[wpdm_package id=’687′ style=’light’ align=’left’]