Who's New

Jovay
m3n1ck
doni
antonius eka
vina
huller_bastian
pesonamml
Santoso
oLendo kwok
domingos neves
Erwin S.
Coco

Romo Yusup Edi Mulyono

DmZ's picture

"Kalau aku sembuh dari penderitaan ini, saya akan mengabdikan diri untuk Gereja dan sesama."

Siapa sih Romo Yusup Edi Mulyono?

Romo yang belum lama bertugas di Gereja St. Maria, Tangerang ini merupakan pribadi yang unik, murah senyum dan sangat ramah kepada sekelilingnya, kehadirannya dengan kepala botak terlihat berbeda dari Romo lainnya. Anak ke empat dari keluarga petani Bp./Ibu Mardiutomo memperkaya hidupnya dari keberbagai ragam panggilan hidup yang dijalani oleh saudara dan saudari kandungnya. Menurut beliau mereka sekeluarga sangat akrab, bahkan pada saat berkumpul, mereka akan saling bertukar cerita, saling menguatkan dan mendukung panggilan hidup masing - masing.

Terlahir di sebuah desa di daerah Sleman, Yogyakarta, membuat beliau begitu mencintai alam, bahkan sebelum masuk seminari beliau sering berenang di laut, naik gunung, bersepeda dan berziarah ke gua Maria, serta sering mengunjungi perpustakaan kominitas bruder St. Aloysius.

Satu kejadian yang membuat beliau berikrar untuk mengabdikan diri kepada Tuhan Yesus adalah, setelah beliau berjalan kaki ke Kaliurang seharian yang menyebabkan beliau harus Opname selama sebulan, pada saat itulah beliau melanjutkan membaca buku serial para kudus "Sahabat - Sahabat Yesus" yang akhirnya memberikan inspirasi untuk berikrar apabila disembuhkan dari penyakit typhus tersebut akan mengabdikan diri untuk Gereja dan sesama. Doa beliau terjawab, walaupun beliau harus terlambat masuh SMP.

Sebagai orang muda, beliau sudah mulai berpikiran terbuka karena pergaulan beliau dengan berbagai teman berlainan iman sewaktu di SMP.

Kapan beliau memutuskan masuk seminari dan menjadi Pastur SJ?

Setelah sembuh dari typhus, beliau melanjutkan ke SMP. Menjelang akhir SMP, Romo Edi mencoba untuk masuk seminari, yang sebelumnya tidak pernah beliau ketahui dan bayangkan seperti apakah kehidupan seminari tersebut. Pada saat menjalani test wawancara, penguji mengatakan kepada beliau, "Janji anak kecil tidak terlaksana tidak akan apa - apa." Saat itu beliau berpikir bahwa kemungkinan tidak di terima. Dalam hati beliau berkata, "Apabila diterima saya akan menjalaninya, dan apabila ditolak saya akan masuk SMA de Brito"

Setelah diterima di seminari, ternyata orang tua beliau tidak berkeberatan beliau masuk seminari (yang ternyata merupakan cita - cita sang ayah) bahkan para saudara dan pastur paroki sangat mendukung pilihannya. Di seminari beliau sangat senang dan tertarik untuk melanjutkan pendidikan ini. Menurut beliau, pendidikan di seminari sungguh - sungguh di laksanakan, bukan hanya sebagai pengajaran. Pendidikan tersebut dilaksanakan dengan disiplin ketat dalam suasana persaudaraan para siswa dan guru.

Sebelum memasuki seminari menengah, setiap murid diharuskan masuk kelas persiapan selama setahun. Begitu juga dengan beliau. Selama di kelas persiapan beliau berikrar kembali. Apabila lulus dari kelas persiapan berarti inilah jalan hidup beliau, dan ternyata beliau lulus.

Di seminari menengah, beliau mulai mengenal berbagai macam pastur, dan beliau sempat tertarik untuk menjadi pastur OMI (Oblat Maria Immaculata). Namun, pembimbing rohani beliau memintanya untuk mempelajari kongregasi atau ordo lain. Akhirnya, dipilihlah Serikat Jesus. Semboyan Ad Maiorem Dei Gloriam (Demi Kemuliaan Tuhan yang Lebih Besar) serta teladan pada Jesuit di seminari mendorong beliau melamar masuk ke novisiat SJ, dan akhirnya menjadi seorang SJ.

Beliau bercerita bahwa pada saat menjalani masa novisiat SJ (1987) banyak aktivis mahasiswa di kejar - kejar pemerintahan order baru dan di Philiphine perlawanan terhadap diktator Marcos sedang gencar - gencarnya. Pada saat itu beliau berpikir bahwa Indonesia pasti akan mengalami hal yang sama pada saatnya. Waktu itu di Indonesia kemiskinan merebak, buruh diupah rendah dan tidak boleh berorganisasi. Pengalaman hidup bersama para buruh pada saat itu, membantu Romo Edi memutuskan untuk bergabung dengan Serikat Jesus dan diperkenankan berkaul untuk pertama kalinya pada tahun 1989.

Kapan beliau ditabiskan, dimana sajakah beliau berkarya dan adakah pengalaman berkesan selama berkarya?

Melanjutkan belajar di Sekolah Tinggi Filsafat dengan ekstrakurikuler menjadi relawan guru seminaris, untuk anak - anak SMA 13 dan para buruh di bekasi, membuat beliau belajar arti hidup bersama buruh yang ditindas pada waktu itu dan belajar betapa pentingnya mewujudkan keadilan sosial bersama mereka sebagai ungkapan iman.

Pelajaran berbagi tugas di dalam lingkungan sehingga tidak terlalu memberatkan ketua lingkungan beliau dapatkan pada saat beliau menjadi pengajar di STM dan ATMI Surakarta selama dua tahun, dalam pertemuan di lingkungan yang selalu diadakan pada saat malam Selasa Kliwon.

Di Yogyakarta, selama 2 (dua) tahun lamanya, beliau memimpin Yayasan Sosial Sugijopranoto bagi para tunawisma selagi beliau belajar Teologi. Di tahun ke 3 (tiga) beliau membantu editor ROHANI, majalah bagi para religius. Pada saat itu pula para aktivis di Jakarta, Yogyakarta, dan semua kota besar lainnya gencar melakukan gerakan mahasiswa menuntut turunnya Suharto, cerita beliau. Para frater Jesuit diberi kebebasan untuk melibatkan diri dalam masalah sosial baik dengan membantu korban krisis ekonomi dengan sembako maupun dengan berdemonstrasi. Setelah Presiden Suharto turun beliau melanjutkan pendampingan mahasiswa demonstran sambil menulis tesis S2. Penulisan terhenti di tengah jalan sementara waktu karena beliau diutus untuk menemani frater lain yang sudah lebih dulu berangkat memulai pelayanan pengungsi bersama Jesuit Refugee Service (JRS) di Timor Barat. Tugas sampingan selama membantu pengungsi adalah mencari jenasah teman beliau Rm. Dewanto SJ yang terbunuh dalam kerusuhan di Suai, Timor - Timur.

Menurut beliau, pengalaman - pengalaman di atas membuat beliau kuat untuk memutuskan menjadi seorang pastur, sehingga akhirnya ditabiskan pada tanggal 28 Juli 2000. Hari itu juga langsung diangkat sebagai direktur JRS Indonesia. Di JRS beliau mendapat kesempatan untuk membangun komunitas iman sesuai dengan Konsili Vatikan II dan misi SJ sesuai dengan rapat teritingginya yang ke 34.

Apakah cita - cita dan goal Romo yang belum tercapai?

Cita - cita beliau adalah melanjutkan hidup sebagai imam, melayani sebanyak mungkin demi kemuliaan Tuhan dalam bidang yang bisa dikerjakan beliau, sesuai dengan kebutuhan nyata, entah di paroki maupun di tempat yang lainnya. Goal yang belum tercapai adalah mengembangkan dimensi pelayanan yang komunikatif dan akuntable yang beliau pelajari dalam karya sebelumnya.

Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak tentang JRS bisa di baca di: www.jrs.or.id

 

Comments

paijo's picture

Wii... Loov...Yuuu....

Semoga rahmat Allah berlimpah pada Romo, setiap perkataan dan perbuatan Romo menjadi inspirasi serta tuntunan umat dalam perziarahannya mengenal Allah ...., senyum yang selalu melekat diwajah Romo menyiratkan wajah Yesus yang penuh dengan cinta kasih dan kedamaian...., kami mencintai Romo.

....berkah dalem Romo..., ndadosaken gunging manah bilih kersa rawuh wonten ing ndalem Kasontoan... sumonggo...

rose_pinky's picture

God Bless U Romo...

Smoga Romo menjadi panutan & teladan yang baik untuk umat paroki st.maria Tangerang khususnya bagi kaum muda skarang yg hidup dlm pergaulan bebas&obat2an terlarang, dimanapun Romo akan bertugas & ditugaskan nanti saya sebagai umat berharap Romo dapat menciptakan suasana kehidupan beragama di negara ini bisa lebih baik, karena saya merasa prihatin & sedih melihat dari org2 yg menatasanamakan suatu agama dengan sengaja membuat kekacauan & kerusuhan pada agama lain bahkan menuntut secara paksa untuk menutup tempat ibadah agama lain. Smoga Romo bisa menjembatani masalah seperti ini bila suatu saat terjadi lagi....GBU.WE LOVE U Wink

be.pe.ka's picture

Jumpa lagi Mo...

Pax Domini sit semper vobiscum, Mo...

<--- Ut Omnes Unum Sint --->

 

 

"For my part, I should not believe the gospel except as moved by the authority of the Catholic Church." — St. Augustine (354–430)

 

Tri's picture

selamat jalan

Selamat jalan mo....moga ditempat baru romo edi tambah krasan, senang dan senantiasa diberkati dan dibimbing Tuhan. dan jangan lupa dengan umat di tangerang. Bravo romo Edi M..........

SOEGENG TINDAK.......

 

 

be.pe.ka's picture

Lho??? Romo mo kemana?? Trus gimana?

Waaaahh.... saya ketinggalan berita nih...

Romo Edi mo kemana ya?

Trus sapa yg menggantikan beliau?

Gimana dgn jabatan romo moderator di website ini?

 

 

"For my part, I should not believe the gospel except as moved by the authority of the Catholic Church." — St. Augustine (354–430)

 

Lisa Melati's picture

Per 1 May ini, Rm. Edi pindah

Per 1 May ini, Rm. Edi pindah tugas ke KAJ, persisnya bagian apa saya lupa kalau ngak salah PSE seperti itu lah.

Kantornya di Kramat VII.

Pengganti beliau adalah Romo Swasono, ceritanya tukar tempat gitu Om, Rm. Edi menggantikan Rm Swasono, dan sebaliknya Rm. Swasono menggantikan romo Edi di St. Maria.

 

Pax Domini sit semper vobiscum.

edi's picture

Mohon Pamit

Rekan-rekan sanmarista sekalian,

sudah dua tahun ini saya melayani di paroki st maria Tangerang, termasuk membantu menjadi moderator website st maria yang termasuk pelayanan sie komsos Gereja katolik st maria Tangerang. Mulai 1 April 2009, Mgr Julius Kardinal Darmaatmadja SJ mengangkat saya sebagai direktur Lembaga Daya Dharma sekaligus Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi di Keuskupan Agung Jakarta, menggantikan Rm Ignatius Swasono SJ yang ditugaskan sebagai pastor rekan di paroki St Maria Tangerang. Singkat kata, saya dan rm swasono tukar tempat pelayanan. Tempat tinggal saya ada di Frateran SJ Jl Kramat VI nomor 22, Jakarta Pusat. Apa itu Lembaga Daya Dharma (LDD)? Ini adalah lembaga pelayanan sosial milik keuskupan agung Jakarta, yang melayani para penyandang cacat, para buruh, kaum miskin kota, dan anak-anak keluarga pra sejahtera, tanpa memandang agama mereka. Gampangnya LDD menampilkan wajah sosial Gereja di tengah masyarakat umum. Apa itu Komisi PSE KAJ? Ini adalah salah satu fungsi koordinasi keuskupan atas wajah sosial gereja di antara internal umat katolik sendiri, yang tugasnya menganimasi pelayanan sosial ekonomi yang terjadi di paroki-paroki dan lingkungan paroki. Karena penugasan dari uskup ini, saya memohon pamit dari para sanmarista, tidak lagi sebagai moderator website st maria Tangerang ini. Rm Ignasius Swasono SJ menggantikan saya sebagai moderator. Namun demikian, sama seperti Rm Swasono sampai sekarang siap membantu saya saat dibutuhkan di LDD, saya juga menyediakan diri sejauh kemampuan dan ketersediaan waktu, untuk ikut serta membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam website ini, dengan peran sebagai anggota sanmarista yang tidak saya cabut. Terima kasih atas kerjasama dengan rekan-rekan komsos dan anggota sanmarista yang lain selama ini.

 

salam hangat

Edi Mulyono SJ

Jerry gebo's picture

Met pagi romo,saya umat di

Met pagi romo,saya umat di sby...saya mau tanya..istri sy lg hamil 7 bln

saya bingung mau ksh nama..saya cari situs nama2 katolik di google tp gak dapat2

kira2 apa nama yang cocok untuk anak saya ????

Sebelumnya sy ucapkan trima kasih....!!!1

be.pe.ka's picture

Sayonara Romo...

 Sayonara Romo...

Semoga Romo gak keberatan klo saya masi ingin sharing / mohon pencerahan dari Romo.

Semoga sukses di lahan yg baru.

Semoga Tuhan senantiasa memberkati pelayanan Romo Edi...

Sampai berjumpa lagi Romo...

 

God bless you & peace always...

 

 

"For my part, I should not believe the gospel except as moved by the authority of the Catholic Church." — St. Augustine (354–430)

 

edi's picture

nama anakmu

Sdr Jerry, anakmu putra atau putri? Biasanya udah ketahuan, bukan?

Sesuaikan nama dengan harapan baik anda berdua untuk anak yang akan lahir itu. Misalnya Gaudensia (cewek) atau Gaudensius (Cowok) kalau mengharapkan anak menjadi sumber sukacita keluarga dan masyarakat. Bisa pakai nama cewek Ignasia atau untuk cewek Ignasius yang dirayakan tanggal 31 Juli (mendekati kelahiran anak anda), nama selanjutnya bisa memakai nama gabungan suami dan istri atau akronimnya. Itu salah satu alternatif.

Ada nama katolik yang jaraaaaaaaaang dipakai, seorang kudus dari Yunani, cewek, namanya Olympias. Kalau anda suka silahkan memakainya. Dia orang yang amat rendah hati dan murah hati.

Itulah beberapa gagasan yang sempat terlintas.