Who's New

cahya
dimas tofler
faizal pandev
kamsri
hndy
natasha irene
Veronica Lina
adykarya
gotry
puruaja
lina butar - butar
Yosephine Kristi Widiyaningsih

Kalau Itu Tuhan Aku Mau

DmZ's picture

“Bahagiaku adalah ketika aku bisa membantu kesulitan orang lain, bisa jalani hidup ini dengan tenang juga damai dan bisa sukses dalam melayani Yesus”

 “Kalau itu Tuhan, aku mau” adalah sebuah kalimat sederhana yang menjadi motto hidup seorang gembala umat Allah yang sejak bulan Mei 2009 bertugas di Paroki Santa Maria, Tangerang. Beliau adalah Romo Ignatius Swasono SJ yang akrab disapa dengan panggilan Romo Swa. Lahir di Sleman, 47 tahun yang lalu dari pasangan R. Suprapto Siswoswardhono dan Roberta Sutirah Suprapto. Kedua orangtuanya adalah seorang wiraswasta, namun sebelum pensiun sang ayah pernah menjabat sebagai salah satu anggota DPRD Yogyakarta selama dua periode. Romo Swa yang merupakan anak kelima dari delapan bersaudara ini sejak dua tahun lalu telah ditinggalkan oleh ayah tercintanya menghadap Bapa di surga.
            Di Yogyakarta, tepatnya di Denggung-Sleman adalah kota tempat dimana beliau menjalani masa kecilnya. Sejak masih kecil, beliau telah melakukan pelayanan rohani dengan menjadi seorang misdinar di Paroki Mlati, Sleman dimana saat itu dirinya sangat kagum dengan Romo Rumen SJ. Beranjak remaja, Romo Swa sangat aktif dalam berbagai kegiatan gereja dan pernah menjadi ketua mudika wilayah selama tiga tahun.
            Setiap orang tentu akan mengalami panggilan hidupnya masing-masing, entah itu berkeluarga ataupun membiara. Begitu pula dengan Romo Swa, perjalanan hidupnya dalam menjawab panggilan Tuhan tidak sepenuhnya berjalan mudah. Keinginannya untuk menjadi seorang imam tidak langsung disetujui oleh kedua orangtuanya walaupun salah satu kakak beliau sudah ada yang terlebih dulu menjadi seorang Serikat Yesus. Bahkan kakak perempuan dari kedua orangtuanya juga ada yang menjalani panggilan hidup sebagai seorang biarawati. Mengetahui respon dari ayah dan ibunya, Romo Swa tetap berpegang teguh pada pilihan hidupnya yakni menjadi seorang imam karena inilah cita-cita beliau sejak masih berumur 9 tahun.
            Setelah lulus SMP, Romo Swa melanjutkan pendidikannya di SMA Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan – Magelang. Disana beliau kembali menaruh rasa kagum pada sosok kokoh nan teguh seorang Julius Riyadi Kardinal Darmaatmadja yang pada waktu itu adalah lektornya. Romo bercerita, dirinya sangat akrab dengan Bapak Julius yang ketika itu belum menjabat sebagai Bapa Uskup. Mereka sering menghabiskan waktu senggang bersama dengan bermain dan berjalan-jalan. Romo Swa yang pernah menjadi anggota salah satu klub badminton di Sleman ini, mengaku sangat bahagia menjalani hari-harinya di seminari. “Bahagiaku adalah ketika aku bisa membantu kesulitan orang lain, bisa jalani hidup ini dengan tenang juga damai dan bisa sukses dalam melayani Yesus”, ujar Romo Swa dalam mengartikan kebahagiaan hidupnya.
            Selesai pendidikan di Mertoyudan, pada tahun 1982 Romo Swa masuk Tahun Orientasi Rohani untuk calon imam Keuskupan Agung Semarang selama 1 tahun. Lalu beliau kembali melanjutkan studinya di Seminari Tinggi Teologi St. Paulus Kentungan-Yogyakarta pada tahun 1983. Disini Romo Swa mempelajari kongregasi/ordo Projo (sebagai pendidikan imam). Namun karena merasa kurang begitu cocok, akhirnya beliau mengundurkan diri dan memilih untuk kembali ke rumah. Walaupun demikian, Romo Swa tetap melanjutkan studi teologinya disana sampai selesai dan mengikuti program Tahun Orientasi Pastoral selama satu tahun. Setelah melalui tahap ini semua, beliau tidak menghentikan langkahnya begitu saja. Dengan penuh keyakinan, pada tanggal 5 Juli 1989 Romo Swa bergabung ke Serikat Yesus, menjalani masa novisiat selama dua tahun dan akhirnya menjadi seorang Serikat Yesus.
            Menempuh pendidikan, memantapkan iman, tulus hati membiara dan termasuk sekelumit masalah-masalah yang ada didalamnya merupakan sebagian dari rangkaian perjuangan Romo Swa dalam proses menuju panggilan Allah sebagai salah satu wakil Kristus di dunia. Semua telah berhasil beliau lewati, akhirnya pada tanggal 28 Juli 1995 Romo Swa ditahbiskan sebagai seorang imam.
            Karya pelayanan Romo Swa sebenarnya sudah dimulai tahun 1994 pada sebuah lembaga dan komisi yang ada di KAJ. Beliau selain diangkat sebagai Ketua Komisi Kepemudaan KAJ juga diangkat sebagai Direktur Lembaga Civita Youth Camp yang merupakan camp pendampingan orang muda Katolik KAJ. Kemudian pada tahun 1998, Serikat Yesus memberi kesempatan kepada beliau untuk mengikuti studi sosiologi pastoral di Asian Social Institute, Manila-Philippine selama 4 tahun dan juga program Tersiat. Sepulang menyelesaikan studi dari Manila, Romo Swa kembali diangkat sebagai Ketua Komisi Pengembangan Sosial dan Ekonomi KAJ. Selain itu, beliau juga diangkat sebagai Ketua Yayasan Lembaga Daya Dharma KAJ yang melayani kebutuhan utama kaum miskin di Indonesia dan berupaya memberdayakan mereka agar hidup layak dan mandiri.
            Hampir sebelas tahun lamanya Romo Swa melayani di Keuskupan Agung Jakarta. Kini di Paroki Santa Maria – Tangerang, beliau hadir di tengah-tengah kita dan siap menggembalakan kita menuju Sang Gembala Agung Yesus Kristus dengan kasih dan ketulusannya. “Selamat Datang Romo Swa, selamat berkarya di paroki ini, Tuhan memberkatimu selalu…..”
(yds)
 

BIO DATA

 
Nama Lengkap
Ignatius Swasono SJ
Tempat/Tanggal lahir
Sleman / 5 Maret 1962
Tahbisan Imam
28 Juli 1995
Hobi    
Bulutangkis, memancing dan membaca
Nama Ayah
R. Suprapto Siswoswardhono (Alm)
Nama Ibu
Roberta Sutirah Suprapto
Nama Saudara/i           
Drh. F. Sudarmadi (RIP)
Kristiana Kusmiatun (RIP)
Ir. Sigit Kuntoro
J. Heru Hendarto, SJ
Drs. A. Heru Prabowo
Ir. Petrus Yudono
Ir. H.J. Hendrobujono
Pendidikan
1978-1982 : SMA Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan,    Magelang – Jawa Tengah
1982-1983 : Tahun Orientasi Rohani, Keuskupan Agung Semarang
1983-1988 : Seminari Tinggi Teologi St. Paulus, Kentungan – Yogyakarta
1989-1991 : Novisiat Serikat Yesus
1998-2002 : Program Tersiat, Manila – Philippine
                 Asian Social Institute, Manila – Philippine
Pengalaman Kerja
1994-1998 : Direktur Civita Youth Camp, KAJ
                 Ketua Komisi Kepemudaan, KAJ
2002-2009 : Ketua Komisi Pengembangan Sosial Dan Ekonomi, KAJ
                 Yayasan Lembaga Daya Dharma, KAJ