Kronologis Penutupan Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri
Hari Senin, Tgl 19 November 2007
Pihak kelurahan mengundang Pastor dan pengurus gereja, meminta klarifikasi mengenai isuue yang beredar di massyarakat bahwa akan ada pembangunan gereja Damai. Dalam undangan kami diminta untuk membawa surat Izin mendirikan Bangunan dan surat keterangan tidak sengketa.
Menanggapi undangan tersebut :
Pada hari senin, 19 nov 2007 jam 13.00 Pihak gereja yang diwakili beberapa pengurus dewan dan tokoh umat menjelaskan kepada pihak kelurahan, bahwa : Sesuai dengan IMB yang diperoleh, pihak gereja akan mendirikan rumah tinggal, BUKAN gedung gereja.
Pihak kelurahan ( Sekretaris kelurahan, trantib, Bimas, Babinsa) menerima penjelasan tersebut dan tidak mempermasalahkan hal ini lagi. Mereka mempersilahkan kegiatan pembangunan yang direncanakan berjalan.
Hari Rabu, tgl 21 November 2007
Pihak kelurahan dan polsek memanggil pengurus gereja secara lisan.
Pertemuan di kelurahan tersebut dihadiri oleh Bpk. Abdul Chalik - Lurah duri selatan, pengurus Gereja ( Bpk. Anton Corebima dan Bpk. Frans Susanto) Bimas kelurahan Duri Selatan, Intel dari Polres ( Bpk. Charles ) & Kapolsek Metro Tambora. Pertemuan tersebut memberitahukan kepada pengurus Gereja, bahwa akan ada orasi damai kepada Gereja Damai, dengan tuntutan :
- Pembangunan gereja terselubung dihentikan.
- Penggunaan aula yayasan Bunda Hati Kudus menyalahi SK gubernur tahun 1998.
- Informasi kedatangan uskup dan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja.
Menanggapi tuntutan tersebut, kami menjelaskan dan dicapai kesepakatan bahwa :
- Peletakan batu pertama ditiadakan, dan kegiatan pembangunan rumah tinggal ditunda sd setelah hari natal 25 desember 2007.
- Kegiatan yang berbau pesta dan mengundang sorotan massyarakat disederhanakan.
- Tidak ada kunjungan uskup.
Hari kamis, tgl 22 November 2007
Jam 14.00 pihak gereja diundang oleh pihak kecamatan. Pertemuan ini dihadiri oleh wakil dari pengurus Gereja ( Bpk. Anton Corebima, Bpk. Frans Sutanto ), Camat Tambora Bpk. Yanto Sattiar, Bimas Duri Selatan (Bpk Agus), Babinsa (Bpk. Samsudin, P2B Kecamatan, Danramil dan Kapolsek. Dalam pertemuan tersebut, sekali lagi pihak kecamatan menginformasikan bahwa akan ada orasi damai dengan tuntutan spt tersebut diatas. Sekali lagi pihak gereja dimintai penjelasan mengenai hal tersebut, dan akhirnya pihak gereja menjelaskan, bahwa :
- Pembangunan yang direncanakan adalah untuk rumah tinggal bukan gedung gereja.
- Mengenai penggunaan aula serba guna sejak tahun 1968 sudah digunakan sebagai tempat ibadah, karena tidak ada lagi sarana lain yang dapat digunakan / disediakan oleh pemerintah.
Pada akhirnya pertemuan tersebut memutuskan bahwa pembangunan rumah tinggal ditunda sementara sampai suasana kondusif. Mengenai acara peletakan batu pertama ditiadakan. Setelah pertemuan di kecamatan, pihak gereja diundang oleh Bpk. Kompol Yacob Dedi Karyawan Sik - Kapolsek Metro Tambora untuk menghadiri pertemuan di kantor Polsek Tambora. Pertemuan dihadiri oleh pengurus gereja ( Bpk. Anton Corebima, Bpk. Frans ) dan Bpk. Kompol Yacob Dedi Karyawan Sik. Dalam pertemuan ini Kapolsek memberi pesan agar berpikir dan bertindak cerdas demi kepentingan umat.
Pada jam 24.00 WIB pihak kepolisian ( Kasat intel Polres Jakarta Barat, Bpk. Charles Situmorang, Bpk. Limbong dkk) Bpk Agus -Bimas Duri Selatan, Bpk. Samsudin - Babinsa Duri Selatan datang ke pastoran memberi kabar bahwa orasi damai esok hari pasti akan berlangsung dan memonitor perkembangan wilayah.
Hari Jumat, tgl 23 November 2007
Sejak pagi hari, pihak kepolisian sudah mengirim aparat untuk berjaga-jaga di kompleks sekolah / gereja Damai.
Sekitar jam 12.00
Pihak kepolisian memberikan surat ijin tertulis tentang akan adanya orasi damai. Sekitar jam 13.00 setelah sholat jumat, sekitar 75 orang berjalan dari mesjid Al Maulana menuju Gereja Damai sambil membawa poster, dan berteriak-teriak ALLAHU AKBAR. Sesampai di depan pintu gerbang sekolah mereka ber-orasi, dengan tuntutan :
- SK Gubernus Sutiyoso mengenai peruntukan aula serba guna ditaati.
- Menghentikan segala kegiatan ibadah yang selama ini berlangsung.
Setelah melakukan orasi, pihak para demonstran mengirim utusan untuk berbicara kepada pengurus gereja.sekitar 15 orang memasuki Pastoran sebagai perwakilan Sekitar jam 14.00 pertemuan di Pastoran dimulai Pihak demonstran diwakili oleh H. Thoni , H. Komaruddin , H. Muharol, Ustad Sidiq (FPI), Ustad Subandi, Uztad Ucuk Saefudin, akbar Syah Alam, Fuad Satibi dan rombongan yang mengenakan sorban putih.
Dari unsur pemerintah dihadiri oleh Bapak Drs. Yanto Satyar MM - camat Tambora, wakil camat Tambora, Bpk. Abdul Chalik - Lurah Duri Selatan dan beberapa pengurus kelurahan.
Dari unsur kepolisian : Kombes Pol Dr. Iza Fadri Sik, SH, MH - Kapolres Jakarta barat, Bpk. Kompol Yacob Dedy Karyawan Sik - Kapolsek Metro Tambora, Kasat Intel Polres Jakarta Barat, Bpk. Charles Sitomorang (Intel Polres Jakarta Barat), Bapak Limbong (Intel Polsek Tambora), Bpk. Samsyudin (Babinsa Duri Selatan), Bpk. Agus (Bimas Duri Selatan) dan puluhan polisi yang berjaga di luar.
Dari pihak Gereja : Romo Matius Widyolestari, MSC (Pastor Paroki), Romo Jus Mawengkang, MSC (Komisi JPIC MSC Indonesia), Bapak Anton Corebima (Ketua Panitia Pembangunan Gereja), Bapak Ignatius Rudy Pratikno SH (FKUB DKI) dan pengurus Dewan Paroki lainnya.
Suasana sangat menegangkan dan mencekam karena dari pihak para pendemo yang menamakan diri sebagai Forum Kerjasama Masjid - Musholla dan Majlis Ta'lim sekelurahan Duri Selatan. Kemudian mereka mengajukan pernyataan yang intinya meminta supaya kegiatan peribadatan dihentikan dan ditutup untuk selamanya. Mereka memaksa kami untuk menerima, menandatangani, menyetujui pernyataan sikap tersebut, dengan ancaman apabila tidak ditandatangani dan ibadat tidak dihentikan, mereka akan memberlakukan Hukum Rimba, dan tidak bertanggung jawab bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Juga mereka memaksa kami untuk menurunkan atribut-atribut keagamaan yang berada di tempat yang kami gunakan untuk menjalankan ibadat. Kami menolak menandatangani pernyataan sikap tersebut ataupun menurunkan atribut-atribut keagamaan kami. Apabila hendak menghentikan kegiatan peribadatan kami, kami minta agar secara resmi Walikotamadya Jakarta Barat memberikan surat penghentian kepada kami.
Penolakan kami ini disaksikan pula oleh Kapolres Jakarta Barat, Kapolsek Metro Tambora, Camat Tambora dan Lurah Duri Selatan.
Akhirnya mereka meninggalkan kami Pastoran dengan pesan apabila tetap menjalankan ibadat, mereka tidak bertanggungjawab.Sepeninggal mereka beberapa saat kemudian kami menerima surat dari Camat Tambora yang memutuskan untuk menghentikan kegiatan gereja.
Kampung Duri - Damai Kristus, 23 November 2007 jam 21:30
Oleh,
Rm. M. Widyolestari MSC - Kampung Duri
Notes : Untuk kita harus mendoakan yang terbaik untuk Gereja Kampung Duri...Semoga Tuhan senantiasa memberkati setiap umatNya yang berdoa kepadaNya...Amin...
Mohon doa secara berantai untuk umat Paroki Damai Kristus Kampung Duri, yang didemo oleh oknum yang menolak keberadaan gereja di wilayah Kampung Duri. Kiranya Roh Allah meneguhkan hati umatNya saat ini.
Bpk.Petrus Kho
di 0888.1969322
atau Pastoran Damai,
telp.630.3147.
Terima kasih atas partisipasinya.
Tuhan memberkati!
- Artikel:




Comments
Tanggapan Penutupan Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri
Ya, memang demikian adanya dan bukanlah suatu hal yang baru
konflik agama menjadi masalah utama di negara ini. Hal Ini terjadi karena adanya 'pembajakan agama' oleh sekelompok orang yang menafsirkan ajaran agama mereka secara benar dan suci.
Mereka pulalah yang kemudian dianggap sebagai fundamentalis yang menyatakan bahwa hanya penafsiran merekalah yang paling benar. Keberadaan mereka menjadi masalah tak hanya untuk masa yang akan datang tetapi juga pada masa-masa sekarang. Konflik atas dasar agama yang terjadi sekarang juga karena pemahaman mereka yang sempit atas ajaran agamanya. Dengan demikian, seharusnya mereka memahami sumber-sumber ajaran agama secara universal.
Note :
<--In Nomine Patris et Filii et Spiritus Sancti-->
semakin ditekan semakin berkembang nantinya
"Ampunilah mereka karena mereka tidak mengerti apa yang mereka perbuat."
Semakin ditekannya kita, semakin berkembanglah kita. Kejadian2 spt inilah yang terjadi diawal mulanya gereja pada zaman Romawi. Tapi akhirnya mereka semua malah menjadi Kerajaan Kristen.
Shall not be affraid. Jesus will always be with us.
Kolibri
"What don't kill make tougher"
So pasti....
Yoi ko hen, dari sejak jaman dahulu pengikut Yesus emang ditentang, jadi kita ngerasain yang kaya gini neh lebih dulu Dia yang rasain...tapi berkat Roh Kudus gerejaNya malah semakin banyak dan terus berkembang...
Yang penting adalah bagaimana kita mo dipimpin oleh Roh itu sendiri, pasti akan selalu membawa damai dalam setiap insan di bumi ini...GBU all...
Peace N Love,
Ignatius Rony
Peace N Love
Minority
Yes, The Bibble always told us to be patient and love our enemies, sejak dari SD juga saya udah denger gituan, calmed me down at most times, but as I grew older in to my late 20s, ternyata musuh kita itu lebih banyak jumlahnya daripada teman (tak usah hitung orang yg mencintai kita), well I guess that means we should love more people.
Sering di TV pada berebutan adakan dialog antar tokoh agama, kalo saya tonton sih itu hanya campuran antar publisitas dan desperation saja. Tokoh agama mayoritas selalu mengatakan ajaran baik dan benar hanya oknum-oknum tertentu saja yg tidak mengerti benar ajaran dan bikin kacau, tokoh agama minoritas sih cuman ngangguk-ngangguk doang, memang fungsinya dia di acara itu cuman utk MAKLUM aja.
So keep spreading the love guys!
God works in ways we'd never comprehend until we enjoy the fruits, so let Him guide us in everything we do.
Boo~~
Bah! Makin gua baca artikel ini, makin panas aja gua! Heran deh! Napa lage mereka (you-know-who lah..) bikin ulah seperti itu? 'mang mereka terganggu apanya kale?
Jalanan macet karena ada tong yang ditaruh di tengah-tengah jalan? (tau kan buat ngapain?) Acara TV terganggu pada jam-jam tertentu tiap harinya? Ga bisa tidur karena kita kalo lagi Misa Romonya teriak-teriak pake corong bacot supaya bisa didenger seluruh penjuru area? Ato kita bikin ribut teriak-teriak seperti pas mereka teriak pas jam Sahur? BENER DAH! BERISIK BUANGET TUH! Sahur koq mo diteriakin lewat corong-corong mesjid. Ada yang teriak-teriaknya malah anak kecil lagi! "OOOOOOOIIIIIIIIIII!!!!!!! SHAAAAAAHHHHUUUUUUUUUUUUUUUUURRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!!!!!!!" OMG! Plis deh ah! Yang non-Muslim kan lagi bobo, ga mikir apa kalo itu ganggu ketenangan orang?! &^$#%^$#%$@!!!!
(sorry aja nih, gua blak-blakan aja, kesel sih!!)
Apakah karena agama kita ini minoritas, lalu agama mereka mayoritas, mereka punya hak untuk berbuat seperti itu apa? Di luar negeri aja ga ampe sebegitunya kale...
Why? Kenapa harus yang di Indo?
'sekitar 75 orang berjalan dari mesjid Al Maulana menuju Gereja Damai sambil membawa poster, dan berteriak-teriak ALLAHU AKBAR.' -> jijay ah! Mang kita apaan ampe harus didemo ampe segitunya. (Kaya pas FPI lagi demo majalah PLAYBOY versi Indonesia aja...)
-> 75 orang... kaya iklan rokok aja : 'ga ada loe ga rame', ato malah cocoknya 'asiknya rame-rame'...eh, bukan! beraninya rame-rame!!
Emang seh, ini bukan sesuatu yang baru. Semacam ini udah luuuuaama buanget ada. Bikin IMB-nya aja zuperrrr zulithh!!! Kaya novice lv. 10 ketemu MPV di dungeon aja! (lho, koq malah nyasar ke game?)
Tapi mungkin inilah yang menyebabkan beberapa gereja (setau gua yang pasti sih bukan Gereja Katolik) dibangun atau posisinya di Ruko atau area tertentu di Mall. Kalo ampe masyarakat resah, palingan mereka juga yang resah, iya kan?
'Takut, diKRISTENkan'....gitu?
Kebebasan beragama? UUD'45 pasal 29 ayat 2? Ah! Teori...!!!

Mannnna eksperinnnyyyaaaa?!?!
---------------------------------------------------------------------------------------------
What? VentoZ ?!!
"Nobody's stupid . Ironically lack of inspiration made them looked like that."
--------------------------------------------------------------------------
What? VentoZ ?!!
"Nobody's stupid . Ironically lack of inspiration made them looked like that."
Lucifer Idols
Kok takut di-Kristenkan? Emangnya Katolik punya team Marketing yach? yg keliling2 pasar trus teriak2..."Ayo.. masuk Katolik, pasti masuk surga, pasti hidup tenang !!" Klo "sodara" kita Protestant sih rasanya ya ada juga tuch team marketingnya, walaupun ga semua denominasi mereka spt itu.
Tapi klo Katolik, rasanya ga pernah ada tuch yg kayak begitu. Bangsa Indonesia sptnya blom bisa membedakan mana Protestant dan mana Katolik. Menurut saya sich mereka aja yg parno alias paranoid, takut klo mereka yg mayoritas, suatu saat menjadi yg minoritas... tapi ga bisa kasi komentar apa2 juga sich, lah ya memang begini adanya Bro... klo ga begini bukan Indonesia namanya...
Dan saya mohon juga bantuan doanya untuk Paroki saya, Paroki Santo Agustinus Karawaci yang sudah berdiri hampir 20thn dan sudah menelorkan Paroki Santa Monika, Paroki Santa Helena, dan Staci Odelia, tetapi masih blum bisa mendirikan gedung gereja sebagai sarana ibadah, jadi skrg ini masih menggunakan gasena (gedung serba guna). Ini karena ada 1 ketua RT yang menyatakan tegas bahwa SAMPAI MATIPUN GEDUNG GEREJA TIDAK BOLEH BERDIRI DISITU. Mantep...!! Beliau baru saja memenangkan Lucifer Idols hehehehe... Tapi syukur kepada Allah, kami ada di Propinsi Banten, klo di Jakarta, bisa juga dijerat SK Gubernur spt yg dialami Gereja Damai Kristus.
Namun justru dari kondisi semacam ini, atau dalam kelemahan spt ini, kasih Kristus akan semakin nyata dan kita akan semakin dikuatkan. "Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." - 2 Korintus 12:10
be.pe.ka says, "manipulative visualization over dissatisfaction in our heritage, culture & mankind!! i tell you, life ain't sucks.. PEOPLE does !!"
Toleransi Antar Umat Muslim & Katolik
Salam Damai Kristus,
Saya dibesarkan di Paroki Damai Kristus dan juga tinggal di lingkungan dekat Paroki, mendengar kabar bahwa Gereja telah ditutup sepihak oleh "sahabat sahabat" kita yang beragama muslim, saya kaget dan trenyuh.
Reply ini saya tulis, hanya untuk mencoba untuk memandang lebih jauh mengenai saudara saudara kita yang beraga muslim, yang ternyata tidak semuanya sama..
Saat ini, sebagian besar sahabat saya beragama muslim. Setelah berbicara dengan sebagin besar dari mereka mengenai penutupan gereja. Mereka mengatakan heran bahwa sampai saat ini masih ada orang yang beragama muslim yang bersifat fanatik. Padahal menurut mereka, Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan mereka untuk membenci agama lain. Menurut mereka lagi, mereka yang membenci agama lain sebenarnya bukan orang orang yang memahami kaidah agama Islam. Bahkan saya dijelaskan beberapa ayat dalam Al Quran yang menjelaskan hal tersebut.
Sekarang ini, saya dan sahabat-sahabat muslim saling mengucapkan selamat hari raya. Dan relasi ini begitu indah.. tanpa ada permusuhan.
Terus terang peristiwa ini membuat saya kecewa terhadap pihak-pihak yang melakukan demo penutupan gereja. Namun yang perlu diingat janganlah kita menjadi antipati terhadap semua orang muslim.. Lebih jauh lagi, saya melihatnya itu hanyalah ulah oknum tertentu.
Semoga di Hari Natal ini, para saudara kita yang beragama muslim dapat terbuka hatinya untuk memberikan kebebasan beribadat bagi umat Paroki Kampung Duri...
Salam Damai sekali lagi
Kita memang bersaudara
Gua juga bukannya menjadi antipati terhadap semua orang muslim. Memang benar, itu memang ulah para oknum yang fanatik terhadap agama yang dia peluk.
Temen-temen gua juga banyak yang Muslim. Semuanya (yang gua kenal ini) gaul. Suka becanda bareng-bareng. Kalo jokesnya ampe nyindir agama juga itu cuma yah... jokes doank. Kita juga tau batas toleransinya. Kan dah gede...
Misalnya kaya dulu pernah gua dah lama ga ketemu temen gua :
Gua : "Wushet! Makan ape loe ampe ndut gitu bro?!"
Temen: (sambil senyum) "Babi dhonk~~"
Gua : (kaget) "What?! Sumpe' loe?! Elu kan..."
Temen: "Ya engga la~~ Dasar gokil loe! Hahahahaha!!"
(kita pun ketawa bareng)
Well, mungkin ada yang kaget pas gua kasih contoh omongan di atas. Tapi memang bener itu terjadi. Entah memang temanku ini orang Muslim yang 'cing-cay' (alias ga fanatik) ato emang loves to jokez ga tau juga deh...
Maksud yang pengen gua sampein adalah : Ga semua orang Muslim itu jahat. Lha wong agama Islam bukan agama jahat koq...
Tapi sayangnya, entak karena Indonesia adalah mayoritas Islam, atau memang banyak yang fanatik sehingga mereka malah mencoreng image baik agama mereka sendiri. 
Contoh aja Front Pembela Islam, yang pake sweeping orang-orang bule atau menyegel semua tempat usaha berbau Amrik. Atau Forum Betawi Rembuk, yang main hakim sendiri.
---------------------------------------------------------------------------------------------
What? VentoZ ?!!
"Nobody's stupid . Ironically lack of inspiration made them looked like that."
--------------------------------------------------------------------------
What? VentoZ ?!!
"Nobody's stupid . Ironically lack of inspiration made them looked like that."