Kulonuwun
Satu pesan Uskup ketika saya ditugaskan adalah, “menjadi pastor adalah sebuah cara untuk berusaha menjadi link – ex officio – antara manusia dan Tuhan.” Lewat banyak doa dan kasih umat tangerang, di situlah saya mau berjuang mengantarai langit dan bumi. Beriman sekaligus berdiam di tengah dunia dengan kepekaan akan tanda-tanda jaman, dan sekaligus menafsirkannya dalam terang kehendak Allah. Saya belajar membawa hidup umat dan dirinya ke hadapan Tuhan dan memberikan pengharapan iman bagi hidup bersama umat lewat hasil permenungannya di hadapan Tuhan dan tanda-tanda jaman.
Lewat aneka perjumpaan dengan umat-lah, saya jadi sadar diri dan ingat kata-katanya orang Banyumasan, laire sekang umat, gedhene sekang umat, gole berjuang bareng umat (lahir dari umat, besar dari umat dan berjuang bersama umat). Memang kadang status sebagai imam bisa memberikan banyak kemudahan, tetapi ketulusan, cinta dan pelbagai doa dari umat membuat saya mempunyai keinginan untuk tetap setia memaknai arah dasar panggilan saya. Satu pernyataan, yang kerap saya ingat, “Yang berat justru untuk tetap bertahan sebagai manusia biasa. Sebab pastor itu ‘kan seolah-olah kasta tersendiri. Mudah membuat orang menjadi sombong. Karena itulah orang seperti kami harus selalu sadar agar jangan sombong.”<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]-->
Saya juga ingat sebuah penggalan akhir Novel, “Terlepas sebelum Terusap” (1985, Sukri Kaslan), yang menggambarkan jerih payah seorang pastor di tengah umatnya selama 7 tahun. “Apakah aku berhasil memancarkan cinta kasih Tuhan kepada kalian? Apakah aku cukup sabar dan penuh perhatian kepada setiap orang yang datang mengetuk pastoran? Apakah aku menuhi harapan mereka yang sedih dan ikut bahagia bersama mereka yang bergembira? Sudah 7 tahun aku tinggal di paroki ini, sehingga mataku yang terang semakin sering buram, dan telingaku yang tajam semakin sering tuli...” Semoga Allah yang telah memulai karya baik di antara kita, berkenan menyelesaikannya pula (bdk. Flp. 1:6). Ora Pro Nobis....Doakan kami....Maturnuwun!! (J.K)
<!--[endif]-->
<!--[if !supportFootnotes]-->[1]<!--[endif]--> “Saya Tak Mau Jadi Godfather” dalam Y.B. Mangunwijaya. Saya Ingin Membayar Utang Kepada Rakyat. Yogyakarta: Kanisius. 1999. Hal. 28.
CURICULUM VITAE:
Nama Lengkap : Kokoh Prihatanto, Josafat
Nama Panggilan : Jost Kokoh
TTL : Jakarta, 14 November
Hobi : Naik Gunung, Membaca dan Menulis
E-mail : frat_ko@yahoo.com
CURICULUM EDUCATIONIS:
-Seminari Wacana Bhakti, Jakarta Selatan tahun 1996-1997
-Tahun Rohani, Klender, Jakarta Timur tahun 1997-1998
-Studi S-1 Filsafat di STF Driyarkara, Jakarta Pusat tahun 1998-2002
-Tahun Pastoral di Kolese Gonzaga -Wacana Bhakti tahun 2002-2003
-Studi Bachelor Teologi di Yogyakarta tahun 2003-2005
-Tahun Profesi Imamat di Paroki Kumetiran Yogyakarta tahun 2005-2006
-Tahun Diakonat di Paroki St.Alfonsus Pademangan tahun 2006-2007
CURICULUM PASTORALIS:
-Mengajar di SD. Strada, Pasar Minggu dan SD Strada, Klender (1996-1998)
-Mengajar di SMP Asisi, Tebet, Jakarta Selatan (1998)
-Mengajar di SMU Theresia, Menteng, Jakarta Pusat (1998-1999)
-Asistensi di Paroki St Theresia, Jakarta Pusat (1998-1999)
-Mengajar di SMP Vincentius Puteri, Jakarta Timur (1999-2000)
-Asistensi di Paroki St.Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara (1999-2000)
-Ketua Senat Mahasiswa STF Driyarkara (2000-2001)
-Pastoral Mahasiswa UI (2001-2002)
-Moderator di Kolese Gonzaga -Wacana Bhakti, Jakarta Selatan (2002-2003)
-Pastoral Jurnal FENOMENA dan Bentara Budaya, J FK – Yogyakarta (2003-2005)
-Mengajar Filsafat di UGM dan Institut Seni Indonesia - Yogyakarta (2005-2006)
-Mengajar Psikologi Agama di Unika Atmajaya Jakarta (2006)
-Mengajar Agama di Taman Kanak-Kanak St. Lukas Pademangan (2006-2007)
-Pengurus Presidium Pusat ISKA – Ikatan Sarjana Katolik (2006-2009)
“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat,
supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu
berasal melulu dari Allah,
bukan dari diri kami” (2 Kor 4: 7).




Comments
SEMANGAT!!!!!
Rm yg semangat ya....berjuang terus
Qui vos audit,Me audit
Hai romo gaul
to romo kokoh
wah aku kalau ikut misanya romo kokoh top banget deh..
homilinya itu loh pake singkatan tapi tetep nyambung terus pasti ada pantunnya juga
btw..kalau nama aku bernadetha kepannjangannya apa tuh ? he.he.he.
romo suka shopping gak ? atau creambath? atau facial?
udah yah romo di luar hujan mau pulang..thanks