Bagaimana ya Biar Misa gak Garing
Banyak sy lihat umat misa di greja sanmar yg gak bnr2 mengikuti misa tp malah ngobrol baik org muda mau pun orang tua apa lagi org tua yg bawa anak kecil n gak ngurusin anaknya(Buat BT deh),Apa lg waktu Homili Bukannya dengarin Romonya berfirman malah dengarin org yg ada di kiri dan kanan nya Knp ya...?sy jg pernah seh kyk gt tp gak sering krn gak ngarti or ga nyambung kali yah apa yg didengar,Gmn kalo pake seliangan Guyon biar ga ngantuk!!!.Apa lg kalo di dpn tmpt sy duduk ada anak kecil nakal (emang seh maklum namanya jg anak kecil tapi kan kesel jg kalo keganggu....) yg org tuanya cuek!!!maap peace
Saya ikut misa malam Paska pk. 21.00. Bagi saya itu misa yang 'oke' buat saya. Dari susunan liturgi, koor, cara romo membawakan misa, kotbah. Sebuah misa yang dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Dalam hati saya: kalau setiap minggu, misa berlangsung seperti ini mestinya kita tidak BT, boring, garing, dan sebagainya.
Liturgi memang membosankan untuk dibicarakan atau dipelajari, isinya itu-itu aja. Tapi paling asyik jika kita aplikasikan. Begitu kurang lebih saya pernah dengar dari romo Stolk SJ. Jadi usul saya, seksi liturgi paroki mesti berkotor tangan , berexperimen liturgi dengan romo moderatornya, bukan cuma bikin jadwal tugas liturgi, bahkan menentukan lagu misa tanpa memberi ruang pada kreatifitas umat lingkungan yang bertugas untuk lebih memberi warna pada misa yang bersangkutan. Ini juga mesti dilakukan secara sinergi dengan teman-teman ketua lingkungan. Mereka juga perlu menumbuhkembangkan pemahaman umat tentang liturgi: kenapa lagu ordinarium mesti selaras, kenapa ada lagu yang cocok untuk misa prapaskah dan ada yang tidak... bagaimana membaca kitab suci, berdoa bersama dengan baik, sikap tubuh dalam ibadat bersama dan sebagainya.
jika itu semua kita lakukan bersama saya yakin misa nggak garing lagi..
Misa boring? Garing? ... nggak lah ya...
Om Djun
mm.. klo menurut aku, boring, bete, suntuk, atau apalah pantang lah terjadi dalam Misa. Namanya juga Misa >> Sarana untuk bertemu Tuhan secara khusus melalui wadah Gereja pula lagi.. tapi namanya juga manusia biasa, 'ga lepas dari kondisi itu semua. Makanya klo mau Misa harus disiapin segala sesuatunya, ya fisik, jiwa, badan, 'n terutama.. Hati! Gw pernah melakukan riset soal ini >> ada 3 alasan orang pergi ke Gereja untuk Misa ; yang pertama (1) adalah seseorang pergi ke Gereja karena suatu kebutuhan. Kebutuhan disini maksudnya kebutuhan spritual (jiwa) yang menyangkut hati atau keimanan terhadap-Nya dan dilakukan dengan kesungguhan hati secara tulus, dan inilah yang paling baik. yang kedua (2) adalah seseorang pergi ke Gereja karena merupakan suatu aktifitas rutin yang dia lakukan tiap minggu, jadi dia merasa pergi Misa ke gereja adalah suatu keharusan (Weekly Schedule), sudah terjadwal. Sehingga dapat terlihat seseorang tersebut walaupun sudah ke Gereja tapi dirinya hampa, tidak mendapat apa-apa. Tidak mencerna maksud dari Homili yang Romo berikan. Ciri-ciri orang ini dapat terlihat saat mengikuti Misa ; (a) kelihatan gusar, karena pikirannya tidak fokus pada jalannya misa, (b) tampak gelisah atau mengantuk, (c) mencari posisi duduk di belakang atau jauh dari view misa, (d) banyak mengobrol / berbicara jika bersama teman. Yang ketiga (3), atau terakhir adalah seseorang pergi ke Gereja adalah untuk tujuan-tujuan tertentu diluar konteks misa atau Gereja, seperti : cari pacar, titipan barang, mengobrol, ajak main anak2 atau hal lainnya.. dan ini kurang baik..
Syaloom..
Terima kasih Bung samuel yg anda tulis sudah menjawab dari kritikan saya,wajar kalo romo menegur yg ngobrol dibelakang n sy sering pasang tampang garang sm org2 tsb yg ngobrol n jd nya garing n gak konsen d,memang kalo mau konsen kita harus duduk di dpn spt sdr coko blg tp cb lah bagi umat yg lain bantu menertibkan lingkungan greja kita.
Menegur orang yang tidak konsentrasi waktu misa memang hak sekaligus kewajiban kita sebagai orang katolik. Karena itu saya juga pernah usul pada salah seorang anggota dewan dalam obrolan supaya romo menyampaikan dalam bagian kotbah bahwa petugas tata laksana berhak menegur orang yang tidak konsentrasi pada saat misa. Ini tindakan represif. Aturannya sangat jelas seperti di terangkan saudara Samuel. Orang kadang perlu ditegur, diingatkan agar kembali ke jalan yang benar. Ini semacam hukuman. Orang mestinya sedikit malu kalau ditegur, meski tidak jarang ada juga yang tersinggung. Sekali lagi ini tindakan represif. Perlu juga diimbangi dengan tindakan persuasif, misalnya memberikan pembelajaran apa itu misa kudus, arti dari masing-masing bagian kepada umat di lingkungan. Mengajak teman untuk ikut KEP misalnya. Bergabung dengan komunitas rohani. Dari sisi yang menyelenggarakan misa juga perlu meningkatkan diri. Persiapan yang lebih baik dari setiap peran dalam misa: koor yang lebih baik, lektor yang membaca dengan jelas, tata laksana yang menyambut dan melayani umat yang datang ke gereja, juga liturgi yang lebih hidup.
Semoga misa-misa kita bisa bikin hidup lebih hidup.
Om Djun
he..he..he..komentar SAMUEL paling gw suka.... Alasan kedua dan ketiga itu yang menurut gw dewasa ini banyak menjangkiti umat Katolik...yang bikin gw lebih prihatin adalah ketika ada sebagian umat yang menyalahkan gereja karena merasa aturan-aturan dan bahkan dogma gereja sudah tidak sesuai jaman lagi, dan harus dirombak sesuai dengan keinginan umat...hei wake up guys, gereja tuh dah ada sejak 2000th yang lalu dan Tuhan Yesus sendiri yang mendirikan gereja diatas St.Petrus dan diwariskan ke para penerusnya sampai dengan paus kita yang sekarang. Kata Yesus kepada Petrus "Engkau Petrus kepadamulah akan kuberikan kunci kerajaan surga...Apa yang kau ikat di bumi ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di bumi juga akan terlepas di surga.."(cari sendiri ayatnya di injil ya, gw cuma ingat secuil itu he.he.he.). Dan ajaran paus kita (dalam konteks iman dan moral tentunya), yang adalah pewaris tahta St. Petrus merupakan ajaran yang sifatnya infallible(tidak dapat salah), dan sudah sepantasnya kita sebagai umat yang mengimani kitab suci, tradisi dan magisterum gereja harus mentaatinya.
Dan Ekaristi juga adalah suatu perjamuan penting yang dibuat oleh Tuhan Yesus sebagai tanda perjanjanjian baru dan kekal yang mengikat kita (umat terbaptis) dengan Bapa di surga.Ekaristi /Misa seharusnya bagi umat Katolik diikuti dengan penuh syukur karena dengan Ekaristilah kita bisa selalu memakan tubuh dan darah Kristus sebagaima diamanatkanNya dalam injil Yohanes(cari sendiri ayatnya ya...) supaya kita bisa beroleh kehidupan kekal bersama Bapa di surga...
setuju om jun,bgmn kalau kita realisasikan dari mulut ke mulut untuk tata laksana yg mulai besok bertugas spy menegur umat yg mengganggu berjalannya ekaristi dr yg muda maupun yg tua yg bawa anak x ya!!!
"let's go!!!!"
Aminnn...................
"Clean Our Earth With Your Hand"
Mungkin untuk menjadi lebih garing... harus di jemur terlebih dahulu selama 2 jam.. setelah itu baru di goreng dengan api sedang..ha...ha... di jamin pasti garing...wakakkaka.......
Do The Best You Can Do
Pak Lek juga setuju dengan bung Samuel alasan no 1 dan 2. kalau yang no 2 hanya alasan Weekly sekudul, coba dehh cari perubahan (memang perubahan itu susah dan perlu waktu, apalagi harus meninggalkan comfort zonenya). Ini pengalaman pribadi Paklek sendiri, dulu Pak lek datang kegereja waktunya pas melulu, sehingga pasti dapat di luar apalagi anak belum bisa diajak kompromi) lama-lama Paklek datang ndak telat coba duduk di teras gereja, kemudian coba datang lagi lebih awal duduk di dalam (sebagian umat mengatakan duduk di dalam panas, justru di dalam itu hawanya sejuk) mulai dari situ paklek ndak mau duduk di luar apalagi datang terlambat. tapi ini tentunya sebuah proses dan proses perlu waktu, ndak instant. kalau hanya instan pasti akan garing. Dengan ikut misa didalam suasananya akan lain
Pak Lek Ngendiko "Dont Say YES if You want to Say NO"
Thank's audience for attent me..
Terima kasih untuk rekan2 yang dukung pendapat gw.Nah.. makanya marilah kita sama-sama menjalankan MISA dengan sungguh2, tulus, dan "bersih".. Niscaya anda semua akan merasakan berkat MISA yang sesungguhnya..
Trust me..!!!
In God we trust..




Pendapat pertama nich!!!!kekeke...
Duduk maniez paling depan pasti gak keganggu...
Kalo saran laen kurang tau yach...kekekeke
<--In Nomine Patris et Filii et Spiritus Sancti-->