KITAB ASMARA YANGYUT KROMO GEMPOL
KWADRAN CINTA MAS BAGAS.....
Hari ini adalah hari penting bagi Bagas. Bagas nama lengkapnya Valentinus Bagaskara. Valentinus adalah nama Baptisnya, dan hari ini santo pelindungnya dirayakan. Ia tidak tahu pasti alasan ibunya memilih nama baptis Valentinus, sebab umumnya nama-nama baptis di keluarga Mbah Sonto diambil dikisaran hari ulang tahun. Weh .... agak nyleneh nich....
Mbak Menik misalnya, nama baptisnya Eleonora, lahir tanggal 20 November dan Si Tole baptisnya Nikodemus sesuai hari lahirnya di 27 Maret. Begitupula Mas Paijo, meskipun kedengaran janggal : Bonaventura Paijo Marutoklopo, ia lahir tanggal 15 Juli, persis perayaan santo pelindungnya. Sedangkan Bagas lahir tanggal 16 September...., sewajarnya ia bernama Kornelius, bukan Valentinus. Tapi mengapa ibunya memilih nama pelindung baptisnya Santo Valentinus?
Santo Valentinus ?!, Haa??!!. Benar santokah ia ?. ... . Sementara para pakar bergunjing soal keabsahan kesantoannya di majalah, suratkabar dan situs-situsweb dan mengorek-korek mitos yang bermunculan diseputarnya, Bagas tetap pada pendiriannya, ia akan tetap menghormatinya. Seperti tahun-tahun sebelumnya ia selalu menyempatkan diri pagi-pagi sekali kegereja. Di depan patung Bunda Maria ini ia berdoa untuk kedamaian jiwa orangtuanya, untuk penghuni padepokan Mbah Sonto , si Eva pacarnya dan yang khusus untuk Santo Pelindungnya.... Santo Valentinus.
Bagi Bagas, nama Valentinus itu bagus. Cocok dipasangkan dengan namanya : Valentinus Bagaskara, Ada kesan flamboyant di namanya, agak sedikit macho namun pesolek, yach.... Persis dengan perangainya. Nah, nama baptis Valentinus itu memang punya berkat tersendiri. Terlepas dari sisi mitos tentang "cinta" yang melekat pada kisahnya, kenyataannya Bagas memang tidak pernah mendapat permasalahan tentang soal asmara. Lancar-lancar saja. Adem ayem saja. Andapun pasti sependapat, bahwa hampir tidak pernah kita temui orang yang bernama baptis Valentinus itu bermasalah dalam asmara dalam hidupnya. Iya kan ?. Makanya Bagas pernah mengusulkan kepada kroni-kroninya di Mudika seperti Bung Rocky, Mas Damis, Bang Rondy c.s. untuk berganti nama baptisnya, kalau bisa sich..., daripada jadi mudika sampai tua......huahahaaa.....
Soal kelancaran kisah asrama eh asmara si Bagas tentu bukan semata-mata karena bernama baptis Valentinus saja. Tampangnya yang diatas rata-rata memang daya pikat utamanya. Lalu kepandaiannya mengurai kata-kata dalam tulisannya yang logis dan intelek serta agamis menjadi daya tarik tersendiri bagi cucu hawa. Padahal isi tulisannya mengandalkan jurus Comsansin (comot sana-sini), lalu dibumbui dengan sedikit ayat-ayat suci, kemudian ditaburi dengan ramuan bahasa latin....., nah jadilah hidangan lezat non kolesterol. Itulah jurus pemikat Bagas. Satu lagi yang penting dimiliki oleh Bagas adalah sebuah Kitab Asmara warisan Yangyut Kromo Gempol.
Sidang pembaca yang budiman ...... dan Katolik. Kitab asmara ini jangan disamakan dengan Kitab Suci Kidung Agung karya Salomo itu. Penulis sendiri bingung menafsirkan ayat-ayat di Kidung Agung, pasti tidak mudah bagi awam seperti penulis ini. Kidung Agung gubahan Raja Salomo itu sungguh indah dan rada sensual...., boleh jadi semisal Mas Damis atau Bung Rocky kalau mempunyai istri 300 dan 700 gundik yang cantik-cantik seperti Raja Salomo akan...., oh ya kembali ke Kitab Asmara Yangyut Kromo Gempol (KAYKG)....., kitab ini memuat kiat praktis dalam urusan asmara. Tulisan ini mungkin sangat berguna bagi para jomblowan dan jomblowati Sanmarista.
Kitab ini cukup tebal dan berat, karena sampulnya terbuat dari kulit kayu awar-awar. Isinya hanya 12 lembar slumpring (pelepah bambu ??). Di tulis dalam huruf jawa kuno, dan dalam bentuk puisi tradisional : Tembang Macapat. Aslinya, ini dinyanyikan dengan langgam asmarandana dengan iringan gending slendro pathet manyuro ( nah yang ini Cuma kira-kira lho..). Untuk mudahnya sengaja diterjemahkan secara bebas dengan gambaran seperlunya menurut penafsiran penulis agar mudah dipahami pembaca.
Pada lembar Slumpring Pertama, berjudul Ontran-ontran. Isinya menggambarkan gejolak jiwa manusia yang kasmaran (terlanda api cinta). Ibarat sebuah kekacauan yang sulit diusut sebab musababnya, salah tingkah, serba salah. Makan tak enak, tidur tak nyenyak... makanya chating melulu sampai pagiiii... .
Lembar Slumpring ke dua, berjudul Swarga Swasana. Berisi tentang keindahan dimasa-masa kasmaran serta hal-hal positif yang membawa perubahan pada diri seseorang. Lembaran ini berpasangan dengan lembar ke tiga berjudul Raksesa Durmo. Berkebalikan dengan lembar ke dua, berisi tentang kepahitan dan kejelekan di masa-masa kasmaran serta perubahan-perubahan negative yang terjadi pada diri seseorang yang sedang kasmaran.
Pada lembar ke empat berjudul Unda-undi, mengulas tentang dua hal yang penting dalam dunia asmara, yakni tentang Jatuh Cinta dan Pernyataan. Dua hal yang berpasangan dan sekaligus berbeda, seperti sekeping uang logam. Sisi yang satu berkaitan dengan perasaan dan sisi kedua berkaitan dengan sikap tindak atau perilaku. Sisi yang satu berada di dalam yang lain di luar. Kadar kepekaan masing-masing orang berbeda. Ada yang kuat disatu sisi tetapi disisi lain lemah atau sebaliknya. Dapat pula kedua hal ini sama-sama kuat atau juga sama-sama lemah.
Untuk menjelaskan bab Unda-undi itu, digambarkan dalam slumpring ke lima bergambar lingkaran ; Cakra Ndadari. Biasanya ketika bab Unda-undi dinyanyikan, gambar cakra ini diangkat agar terlihat oleh pendengarnya. Gambarannya mirip Diagram Venn. Anda pasti ingat pelajaran Matematika di SD dulu, ada dua garis sumbu X dan Y membagi bidang menjadi empat bidang. Kwadran I : X(positif), Y(positif), Kwadran II : X(negatif), Y (positif) begitu seterusnya dengan kwadran III dan ke IV. Nah, sumbu X adalah sumbu Jatuh Cinta, dan sumbu Y adalah sumbu Pernyataan Cinta. Jadi untuk Kwadran I : X(+), Y(+), artinya orang yang Mudah jatuh cinta dan juga Mudah menyatakan Cinta. Kwadran II berarti Orang yang Sulit Jatuh cinta tapi mudah menyatakan cinta. Kwadran III adalah untuk orang yang sulit jatuh cinta dan juga sulit menyatakan cinta, serta kwadran ke IV untuk yang mudah jatuh cinta tetapi sulit menyatakan cinta.....
Slumpring ke 6, 7, 8 dan 9 masing-masing menjelaskan tentang sifat dan ciri-ciri masing-masing Kwadran. Kwadran I berjudul Samya Bagya, menuturkan ciri-ciri orang yang mudah jatuh cinta dan mudah menyatakan cinta itu. Biasanya orang ini pesolek, tuturkatanya manis, mudah tertarik dengan lawan jenis, enteng ganti pacar, suka berbohong, munafik, suka selingkuh, kurang menghargai perasaan orang lain dlsb. Kwadran ke II berjudul Arjuno Ndadra, menuturkan sifat-sifat orang yang sulit jatuh cinta tetapi mudah menyatakan cinta. Orang-orang seperti ini juga pesolek dan tutur katanya manis, tetapi tidak gampang tertarik hatinya pada lawan jenis. Tipe Playboy lebih dekat ke sifat orang ini kalau cowok, kalau cewek biasanya matree..., suka bohong, janji-janji melulu..., mudah mengucapkan kata "I love You" seenteng kata "selamat pagi",... tidak peduli perasaan orang lain.
Kelompok orang yang sulit jatuh cinta dan sulit menyatakan ini masuk dalam Kwadran ke III, istilahnya dalam kitab ini Bimo Sudro. Sifat orang-orang disini sebenarnya halus atau perasa, tetapi tidak mampu mengekspresikan diri. Orang ini dalam kesehariannya tampak cuex, acuh tak acuh. Dia tidak terlalu peduli pandangan orang pada dirinya. Suka bercanda, humoris, bicaranya kurang focus. Apa adanya, sedikit lebih jujur, sangat memilih dalam pergaulan..... . Kelompok yang ke IV adalah Kalasrenggi Yeksa, ini penuturan untuk orang-orang yang mudah jatuh cinta tapi sulit menyatakan. Orang-orang ini sifatnya perenung atau pengkhayal, suka belajar, suka menyendiri, matanya jeli sorotnya tajam, mudah tersinggung, pendendam dan masih banyak lagi, tapi berhubung ada kata-kata yang tidak dapat diterjemahkan juga ada sebagian teks yang sudah termakan ngengat.
Slumpring berikutnya yang ke 10, berjudul Ngudarasa, isinya tentang refleksi diri yang dipandu dengan beberapa pertanyaan untuk mengukur keberadaan diri sendiri. Pada dasarnya manusia diciptakan dalam keadaan yang baik dimata Tuhan, oleh karenanya setiap insan wajib mensyukurinya. Memang ada perbedaan satu sama lain, dan itu memang dikehendaki Sang Khalik. Begitulah kurang lebih penuturan dalam Kitab Asmara ini. Nah, andapun boleh memeriksa diri sendiri, anda termasuk kelompok di Kwadran berapa ?. Setelah itu anda boleh memeriksa pasangan anda, istri anda, suami anda atau pacar anda atau orang yang anda taksir...., lalu langkah apa yang baik dilakukan ada pada bab berikutnya.
Slumpring ke 11 berjudul Ular-ular, woooo..., jangan anda bayangkan di bab ini membahas mahluk ular, bukan !, bab ini berisi tentang wejangan atau nasehat untuk bersikap. Maka Tidak heran bila si Bagas mampu mengatasi segala permasalahan asmara tanpa masalah dengan memahami Kitab Asmara ini. Sekarang ini si Bagas mencoba menterjemahkannya dan menyusun kembali dengan bahasa populer. Draftnya sudah disetujui pihak penerbit, hanya masih diperlukan berbaikan disana-sini menyangkut redaksional. Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi dapat anda jumpai di toko-toko buku.
Perihal nama baptis Valentinus pilihan ibunya, hingga saat ini masih gelap. Rasa ingin tahunya menggelitik, meski ia sudah merasa pas dengan nama itu, hanya karena kurang lazim bagi penghuni padepokan Mbah Sonto. Sebenarnya nama Baptis boleh siapa saja, nama orang kudus, santo santa, beato beata juga biasa digunakan orang tanpa harus melihat penanggalan. Tentu akan lebih baik kalau dipahami kisah hidup orang kudus itu, sehingga dapat dijadikan contoh kehidupannya juga. Satu-satunya orang yang tersisa yang dapat dimintai keterangan hanya Mbah Sonto...
"Mbah, siapa sich Valentinus itu mbah ?" Tanya Bagas membuka pembicaraan.
"Wellaahhh...., kamu ini bento ya..., Valentinus itu ya kamu Gas, cah bagus...!"
"Maksud saya, kenapa nama Baptis saya Valentinus Mbah..?", Bagas mengoreksi pertanyaannya sendiri.
"Lhooo.., memangnya kenapa Gas..?, kurang bagus yaa.....?!"
"Bukan begitu mbah..., biasanya ngikutin tanggal lahir kan ?"
"Oh iyaa,.... ini juga menyangkut kelahiranmu Gas....." nada Mbah Sonto agak galau, seperti menyimpan sesuatu yang menyedihkan, hal ini justru menambah rasa ingin tahu si Bagas.
"Maksud mbah gimana, .... Saya kan lahirnya 16 September..., ayo mbah kenapa?!" desaknya. Hanya terdengar helaan napas panjang Mbah Sonto dan tatapan menerawang jauh kemasa lalu. Bayangan si Ratih putri satu-satunya, ibu si Bagas terlintas....miris.
"Ayo mbah, ceritakan mbah...., Bagas bukan anak kecil lagi...., katakan mbah...". Bagas semakin mendesak. Terdengar isak tertahan dibelakangnya, Mbak Menik tidak mampu menahan haru dari kisah yang pernah didengarnya. Bagas menjadi semakin bingung... pasti ada rahasia dibalik semua ini.
Mbak Menik pernah mendengar kisah kelahiran Bagas dari ibunya. Tante Ratih (Ibu Bagas), ketika hamil tua dilanda kesedihan yang amat dalam. Suaminya hilang dalam pelayaran Kapal Motor Tampomas II di perairan Masalembo. Diperkirakan ada sekitar 666 orang yang tewas, pencarian berhari-hari berakhir dengan dinyatakan beberapa awak kapal hilang termasuk Ayah Bagas. Kepiluan yang menyayat menggerogoti kesehatan Tante Ratih dengan kandungannya yang dijelang persalinan. Kondisi kritispun memuncak tatkala posisi bayi ternyata sungsang. Maka pilihan operasi Caesar menjadi keharusan, meski nyawa menjadi taruhannya. Segala upaya kedokteran mutakhir pada saat itu sudah dilakukan, namun kondisi Tante Ratih yang sangat lemah hingga .......
"Jadi ...mbak Menik juga tahu kan....., ayo mbak ceritakan.." desakan permintaan Bagas hanya membuat linangan airmata Mbak Menik semakin deras...
"Bagas..., cah bagus..., Valentinus nama dokter yang menolong kelahiranmu.. Gas.., ibumu memilih nama dokter itu untuk nama baptismu.......", kata mbah Sonto berusaha mencairkan suasana.
"Oooo..., hanya begitu saja koq pake nangis segala...?" , kata bagas seperti tidak terlalu berkesan dengan perkataan Mbah Sonto, lalu lanjutnya : "...... kalau Bagaskara itu artinya apa mbah..?" tanyanya polos.
Pertanyaan Bagas kali ini membuat Mbak Menik menangis meraung, ............karena nama Bagaskara adalah nama kenangan atas Om Seta Bagaskara......, ayah Bagas....!.
Yoh. 15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.




Comments
Comsansin
Hahaha.. ternyata jurusnya si bagas sama kayak jurusnya DmZ di celoteh hati.
- Dimas Hermawan -
e-blog : http://www.gadgetindo.com
YM! : adh2000s
- Dimas Hermawan -
life-blog : http://www.duniakecilku.com
YM! : adh2000s
Cukup donksss...
Hadooohh... aku yg negative thinking atau emang kenyataan yach??
"Padahal isi tulisannya mengandalkan jurus Comsansin (comot sana-sini), lalu dibumbui dengan sedikit ayat-ayat suci, kemudian ditaburi dengan ramuan bahasa latin....., nah jadilah hidangan lezat non kolesterol. "
rasa2nya Paijo masi ada dendam kesumat yach? sama be.pe.ka ?? Hayoooo... ngaku hayoo ngakuu.... bukannya dia dah minta maaf yach? klo dia dah minta maaf tp Paijo yg tidak bisa memaafkan, maka gantian Paijo lho yg ga bakalan dimaafin ama Tuhan... itu isinya doa Bapa Kami khan?
trus comsansin itu jurus penting bgt yg perlu loch... klo ga comsansin dgn sumber yg jelas, maka omongannya cuma angin doank donkss..., kayak snack yg cuma isinya angin doankk... jd mnrt aku sich comsansin itu sangat perluuu...
betul kata be.pe.ka "Butuh jiwa yg besar utk mengakui suatu kesalahan namun lebih besar lg jiwa yg mau memaafkan"
semoga kedamaian bisa terus berkibar di forum ini yach??
One last thing, i'm going to aussie... so all you guys please pray for me okay? let it be unto me according to God's will... sampai jumpa semuanyaaaaaa....
Salam damai Kristus ^__^
-Stacy-
Gede - Kecil ??
Loochh?? koq tulisannya gede kecil sich?? knp yach??