Pernikahan Beda Gereja
Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Romo, saya adalah wanita Katholik berusia 25 tahun. Saat ini saya sedang menjalin kasih dengan Pria Kristen, 25 tahun. Bulan Juli 2009 nanti, kami berencana untuk melangsungkan pernikahan. Kami juga telah sepakat untuk tetap berpegang pada agama masing2 (tidak ada yg pindah agama). Saat ini kami juga baru saja selesai mengikuti Kursus Pra pernikahan (KPP) di Paroki St. Yakobus. Hanya saja ada yang menjadi ganjalan, bahwa pemberkatan pernikahan akan dilangsungkan secara Kristen, di Gereja pacar saya. Apakah menurut hukum Gereja Katholik hal ini diperbolehkan? Bagaimana prosedurnya kalau memang diperbolehkan? Menurut pembicara di KPP yang kami ikuti kemarin di St. Yakobus, sebenarnya pernikahan antara umat Kristen dengan umat Katholik adalah pernikahan beda gereja, bukan pernikahan beda agama. Kalau begitu, bolehkah saya sebagai umat Katholik pernikahannya diberkati secara Kristen? Sebagai catatan, saya dan pacar telah membicarakan dan sepakat, bahwa anak-anak kami nanti akan dibesarkan dengan iman Katholik. Mohon jawabannya, Romo. Terima Kasih
Terima Kasih Romo, atas jawabannya. Jujur, saya jadi lega hati membaca jawaban dari Romo. Sejujurnya, saya akan mengusahakan upaya apapun, agar saya tetap dapat diakui sebagai anggota Gereja Katholik dan masih tetap boleh menerima Komuni. Kami (saya dan pacar) juga tidak berkeberatan menjalani penyelidikan Kanonik. Namun di atas Romo sempat berujar "Tidak semua pastor bersedia melakukan itu (membantu mengurus dispensasi), tergantung bagaimana situasi orang yang mau menikah."
Jadi jika kami menjalani proses Kanonik bersama dengan Pastor Paroki dan saya tidak dibaptis dalam Gereja Protestan, sebenarnya pada prinsipnya tidak ada masalah bagi saya untuk diberkati pernikahannya di Gereja Kristen? Sebelum dan sesudahnya, saya mengucapkan banyak terima kasih.
Romo Edi,
Perkenalkan nama saya Dwi Prasetya. Ingin menambahi pertanyaan mengenai pernikahan beda gereja. Saya ingin menanyakan apakah memungkinkan pada saat pemberkatan ada romo dan pendeta? Selain dengan adanya dispensasi tersebut, apakah ada persyaratan lain yang harus disiapkan, seperti khursus dan lain-lain
Terima kasih banyak
Dwi
Sdr Dwi, dimungkinkan pernikahan dengan mengundang pendeta dan romo sekaligus. Karena ini mengikuti aturan Gereja katolik, maka yang mengurus perjanjian nikahnya adalah romo. Pendeta bisa menjadi pengkotbahnya atau mendoakan doa syafaat bagi pengantin.
Bagi yang katolik dibutuhkan surat pengantar dari ketua lingkungan bahwa akan melangsungkan perkawinan, surat baptis terbaru paling lama 6 bulan. Bagi yang non katolik, dibutuhkan dua saksi yang memberi kesaksian tertulis di bawah sumpah di hadapan pastor bahwa yang bersangkutan tidak terikat perkawinan manapun alias bebas. Bagi keduanya, dibutuhkan kursus perkawinan di Gereja katolik yang ditunjukkan buktinya dengan sertifikat kursus persiapan perkawinan dan dibutuhkan dua lembar foto berdampingan ukuran 4x6 cm. Bagi anggota TNI dibutuhkan ijin dari komandan, bagi yang dibawah umur dibutuhkan ijin tertulis dari orang tua.
Pada saat perkawinan sendiri, dibutuhkan dua orang saksi katolik, dan perlengkapan berupa cincin (fakultatif: bekal rohani simbolis berupa kitab suci, rosario, salib, lilin).
Semoga keterangan ini membantu.
Yth Romo Edi,
Perkenalkan nama saya Andreas, dalam waktu dekat ini saya mau melaksanakan pernikahan di Gereja Katolik, Calon Istri saya non Katolik ( Protestan/Bethel ), kami telah melengkapi semua syarat untuk melaksanakan pernikahan di Gereja Katolik, sebagai informasi calon saya selalu mendampingi saya ke Gereja Katolik dan sudah tidak mengikuti ibadah di gereja asal dia, Yang menjadi pertanyaan apakah dimungkinkan pada saat pemberkatan pernikahan kami dapat dilaksanakan perayaan Ekaristi, Atas perhatiannya saya ucapkan banyak Terima kasih.
Salam,
Andreas
Sdr Andreas, dimungkinkan diadakan perayaan ekaristi dalam perkawinanmu. Tergantung bagaimana kebiasaan paroki setempat dan penilaian pastor yang akan meneguhkan perkawinan kalian atas situasi kalian dan keluarga kalian. Kalau dilakukan ekaristi, tetap saja calon istrimu tidak dapat menerima komuni, karena komuni hanya bagi orang katolik terbaptis, dan perkawinan dengan ekaristi tidak mengubah agama orang betel menjadi orang katolik.
Di beberapa paroki, ekaristi tidak dilaksanakan untuk menghindari luka hati dalam keluarga yang protestan yang juga hadir dalam peneguhan sakramen perkawinan itu, karena pastor juga harus memperhatikan perasaan pihak keluarga protestan. Kalau memang eksplisit pihak keluarga besar dari calon istri yang protestan tidak keberatan juga, sehingga ekaristi dirasa lebih mempersatukan daripada memisahkan (walau orang protestan tidak boleh menerima komuni), boleh jadi pastor akan bersedia melakukan perayaan sakramen perkawinan sekaligus sakramen ekaristi.
Terima kasih banyak romo atas keterangannya, benar-benar sangat membantu. Pertanyaannya menjadi mengembang, karena ada beberapa hal yg sebelumnya saya kelupaan menyampaikan. Kemungkinan besar nantinya pemberkatan akan dilangsungkan di gereja protestan. Apakah masih memungkinkan romo melakukan pemberkatan di gereja protestan?Apakah mungkin juga dilakukan pemberkatan yg bersamaan dilakukan oleh romo dan pendeta.
Terima Kasih
Dwi
Sdr Dwi,
semua tergantung romo yang bersangkutan. Ada yang bersedia ada yang tidak. Soal tempat, memungkinkan dilakukan di Gereja orang-orang protest (protestan). Yang pokok adalah prosedurnya dipenuhi sesuai hukum Gereja katolik, antara lain yang meneguhkan janji perkawinan adalah imam sebagai saksi utama atas perkawinan itu, romolah yang nanti tanda tangan di berkas perkawinan yang memang dibuat menurut hukum Gereja katolik. Soal setelah Romo memberkati lalu kamu juga belum puas dan minta pendeta memberkati lagi, silahkan saja. Sekali lagi, yang penting Romo yang memimpin upacara janji nikah. Soal doa-doa sebelumnya atau sesudahnya dipimpin pendeta atau berdua dengan romo, tetap dimungkinkan. Tetapi tidak ada keharusan romo mau melakukan. Seringkali juga tergantung gereja protestannya macam apa, karena ada ribuan macam Gereja protestan.
Yth Romo Edi,
Terima kasih banyak atas penjelasannya. Tuhan memberkati kita semua.
Salam,
Andreas
Dear Romo,
Maap beribu-ribu maap ya, aku mau tanya soal pemberesan perkawinan (convalidatio).
Aku nikah 6,5 tahun yang lalu secara agama Budha (ikut suami) dan sekarang lagi urus convalidatio. Menurut info sekretariat gereja, salah satu syarat untuk convalidatio adalah ikut KPP (kursus persiapan perkawinan). dan aku sudah ikut minggu kemaren, tapi menurut seksi kerasulan keluarga, aku tidak perlu ikut KPP karena hanya mengurus pemberesan perkawinan... walaupun aku belum pernah ikut KPP.
Aku mau tanya yang bener harus bagaimana?.
Makasih ya Romo... GBU
Selamat Siang Romo..
Perkenalkan saya Lia. Saya punya pacar kristen GKI. Kami ada rencana untuk menikah tahun depan. Berdasarkan info yang saya tau dari sebuah situs gereja, pernikahan beda gereja dokumen yang harus dilampirkan untuk yang kristen adalah mencantumkan surat Baptis/Cidi. Yang mau saya tanyakan Romo, apakah calon saya itu harus sudah Baptis/Cidi? Karna pacar saya saat ini belum Baptis/Cidi.
Terima kasih sebelumnya Romo. Tuhan memberkati
Selamat Siang Romo..
Perkenalkan saya Lia. Saya punya pacar kristen GKI. Kami ada rencana untuk menikah tahun depan. Berdasarkan info yang saya tau dari sebuah situs gereja, pernikahan beda gereja dokumen yang harus dilampirkan untuk yang kristen adalah mencantumkan surat Baptis/Cidi. Yang mau saya tanyakan Romo, apakah calon saya itu harus sudah Baptis/Cidi? Karna pacar saya saat ini belum Baptis/Cidi.
Terima kasih sebelumnya Romo. Tuhan memberkati
Saya ingin tau lebih detil romo,
penyelidikan kanonik (sesuai hukum Gereja Katolik) itu apa saja romo?
Saya ingin sekali menikah di gereja protestan, dan saya tidak dibaptis lagi karena sudah sewaktu bayi di gereja katolik (untuk pemberkatan di gereja kristen) tetapi saya sudah jarang ke gereja katolik dan saya ingin menjadi kristen proteestan, hal ini tidak apa-apa romo? dan saya tidak bersedia jika nanti anak saya harus katolik jika ikut despensasi tersebut, karena saya membesarkan anak saya dengan iman kristen protestan. bagaimana pendapat romo? terima kasih sebelumnya, Tuhan berkati
Salam damai Kristus Bung Eriador,
Klo boleh tau, gereja protestan mana yg Anda begitu ingin masuki dan menikah disana?
Lalu siapakah pendiri gereja tersebut?
Terima kasih sebelumnya.
God bless you & peace always...
saran saya, sebelum menikah yang penting satukan visi tentang kehidupan. pandangan mengenai Tuhan, Iman, Pemahaman Alkitab... Itu fundamental.. saya telah menikah dengan seorang protestan, bukan tidak mungkin, tp ternyata itu tidak mudah menyatukannya, karena dalam kasus saya: istri dari kecil telah menerima ajaran protestan, yang otomatis telah menjadi gaya hidup dan pembentukan karakternya, dia protestan taat. sama alkitabnya, sama Tuhan Yesusnya, Tapi pemahaman DASARnya Berbeda. semoga bisa menambah bahan renungan.
romo, selamat pagi... saya pengen sekali minta pendapat romo. dulu saya pacaran dengan istri tidak lama, lalu menikah. saya pikir masalah beda kristen (bethel) dan katolik adalah gampang. kami menkah di katolik, setelah menikah saya sering ke gereja istri, dengan maksud supaya saya tau apa yang ada disana, dan karena saya hidup dilingkungan istri yang protestan. dalam lingkungan tersebut seolah tidak ada orang yang tau kalo saya katolik, namun, sebagai katolik kita dituntut menunjukan sikap bijak dan fleksibel. tapi hari demi hari saya menemukan perbedaan yang sangat mendasar terhadap cara pandang Tuhan, Injil, Iman dan panggilan Hidup di Bethel dan katholik. perbedaan itulah, yang tanpa disadari seeriing sekali mendasari perbedaan dalam menyikapi berbagai masalah. sekarang yang saya takutkan selama ini, konflik karena beda agama dalam rumah tangga itu sedang terjadi. dan tentunya saya ingin keluarga saya hidup dalam iman yang matang, yaitu katolik. menurut romo apakah yang harus saya lakukan. saya merasa tidak ada sedikitpun niat Istri untuk tau tentang katolik, justru saya merasa ditarik dan direkrut dengan cara2 yang sangat baik. tapi saya tidak menemukan apa yang saya cari di Bethel, walau sampai dibabtis di bethel, tapi tidak saya akui secara iman. saya tetap mengakui baptisan katholik saya. sebelumnya saya yang dari jauh berterimakasih.. saya rindu lingkungan saya.. salam hormat -endro-
Pagi Romo....pagi semua saudaraku dalam kristus....
Mo, saya mau numpang tanya dan menambahkan pertanyaan dari post yg pertama dr saudara debora, saya mengalami permasalahan yg sama persis dgn saudara debora diatas, seandainya saya terpaksa harus dibaptis dahulu sebelum menikah di kristen protestan, bagaimana selanjutnya setelah pemberkatan di gereja kristen , apakah kami agar dapat mengikuti ekaristi harus kembali baptis di katholik? ato hanya pengakuan dosa saja? dan apakah kami boleh merima sakramen pernikahan dikatholik? karena kami berdua sepakat untuk membina RT dalam iman Katholik, kami sangat bingung sebab dari pihak calon suami dan situasi adat calon suami sangat keberatan untuk pemberkatan dilakukan bersamaan antara Romo dan pendeta. sekian dan terima kasih banyak.... Tuhan memberkati....
Pagi Romo....pagi semua saudaraku dalam kristus....
Mo, saya mau numpang tanya dan menambahkan pertanyaan dari post yg pertama dr saudara debora, saya mengalami permasalahan yg sama persis dgn saudara debora diatas, seandainya saya terpaksa harus dibaptis dahulu sebelum menikah di kristen protestan, bagaimana selanjutnya setelah pemberkatan di gereja kristen , apakah kami agar dapat mengikuti ekaristi harus kembali baptis di katholik? ato hanya pengakuan dosa saja? dan apakah kami boleh merima sakramen pernikahan dikatholik? karena kami berdua sepakat untuk membina RT dalam iman Katholik, kami sangat bingung sebab dari pihak calon suami dan situasi adat calon suami sangat keberatan untuk pemberkatan dilakukan bersamaan antara Romo dan pendeta. sekian dan terima kasih banyak.... Tuhan memberkati....
Selamat pagi Romo......
Romo saya sedang dalam proses melengkapi syarat administrasi untuk menikah dengan calon suami saya yg beda gereja (dia kristen HKBP). Kami berdua sudah melengkapi hampir semua peryaratan administrasi untuk mendapat kan dispensasii (ijin) dari keuskupan... KPP sampai penyelidikan kanonik sudah kami jalankan, tetapi kami blum dapat surat baptis calon suami saya yg th 1973 dibaptis di gereja HKBP bandung, karena orang tuanya tidak menyetujui, setelah pendekatan selama 2 tahun, calon suami saya memutuskan untuk menikah tanpa restu orang tua, tetapi untuk memenuhi syarat menikah di gereja katolik kendalanya surat baptis calon suami saya Romo... karena ketika kami meminta di gereja asal, HKBP, mereka tidak menyimpan surat baptis calon suami saya jadi hanya berupa tulisan/record saja, dan untuk membuat yang baru, pendeta harus minta ijin dari orang tua calon saya...dan mereka tidak memberi ijin... Romo... saya minta tolong... sekiranya ada yang bisa dilakukan?
Satu pertanyaan lagi Romo, teman saya 3 tahun lalu menikah di gereja katolik di Kelapa gading, istrinya katolik dan teman saya kristen, tetapi di gerejanya hanya meminta surat baptis dari pihak katolik, dan teman saya memang tidak py surat baptis( dulu di baptis di gereja kristen Medan tetapi suratnya hilang)
Terima kasih sebelumnya ROmo..
Dear Romo..
Saya & calon rencana menikah awal Januari 2011..
Saya katolik, calon suami Kristen Oikumene.
Kami sepakat untuk menikah secara Katolik.
Calon suami berniat menjadi seorang Katolik, namun kondisi pekerjaannya tidak memungkinkan untuk katekumen tahun ini.
Masalah kami terletak pada waktu persiapan pernikahan yg sangat minim.
Calon suami bekerja di kapal pesiar dan baru dapat kembali ke jakarta pertengahan November 2010.
Kami sudah coba buat time line untuk menentukan kapan harus ikut KPP (sesuai dengan jadwal KPP yg ada), kanonik, dan daftar tanggal nikah ke Paroki.
Namun kami perlu informasi lebih soal perkawinan beda gereja ini, seperti :
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Apa saja persyaratan yg perlu dipenuhi?
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Kami akan ikut KPP masing2, saya bulan Juli ini, calon suami bulan November (setelah pulang dari pekerjaannya). Selesai KPP dan kami dapat sertifikat KPP, apakah kami bisa langsung ke Pastor Paroki untuk mendaftarkan diri guna mengikuti Kanonik?
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Berapa lama waktu yg diperlukan untuk penyidikan kanonik?
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Pertanyaan apa saja yg akan disampaikan dalam kanonik?
<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Selesai Kanonik, berapa lama kami mendapat persetujuan dari gereja Katolik untuk melangsungkan pernikahan dan mendapatkan tanggal pernikahan? Apakah kami tetap harus mendapat dispensasi Uskup, meskipun kami akan menikah di gereja Katolik?
<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Apakah pendaftaran tanggal pernikahan harus H-3minggu untuk memenuhi kriteria 3x pengumuman pernikahan?
<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Apakah diperbolehkan diadakan Ekaristi (menerimakan komuni) saat pemberkatan nanti dengan kondisi suami & keluarga suami sebagian non-Katolik?
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuan Romo..
Tuhan berkati
salam,
Yola Wahyu
Sdri Yola Wahtu, langkah awal yang paling baik adalah bertemu dan berbicara dengan pastor moderator. Mengingat juga waktu yang masih cukup bila rencana pernikahan di tahun 2011 serta beberapa hal yang sdri sampaikan itu.
LatentStyleCount="267">
<!--[if gte mso 10]>
<![endif]-->
Romo,
Saya berencana menikah bulan Mei 2011, saya Katolik dan pasangan saya Kristen Oikumene.Pasangan saya ingin agar kami pemberkatan di gerejanya, namun ketika hal ini saya sampaikan ke ortu saya, mereka menolak dan dijelaskan bahwa pernikahan antar 2 gereja bisa terjadi dengan adanya kawin campur. Hal ini sudah saya sampaikan ke pasangan saya, tapi dia berkata kalau ada 2 agama dalam 1 rumah tangga, bagaimana cara mendidik anak-anak kami kelak, mo katolik atau kristen, saya jawab kalau menikah di GK, anak akan dididik secara katolik, sepertinya dia keberatan. bagaimana solusinya ya Romo?
Dari gereja dia sudah ada pemberitahuan bahwa saya tidak perlu ikut sidi, tapi harus kursus persiapan perkawinan, ortu saya bilang ok kalau mengikuti KPP di 2 gereja (GK dan Gerejanya). Apakah itu bisa Mo?
Terima kasih Romo.




Deborah yang baik, memang pernikahanmu jadinya adalah pernikahan beda gereja. Sebenarnya pernikahan beda gereja merupakan halangan bagi orang katolik, sehingga harus mendapatkan dispensasi atau ijin khusus dari keuskupan yang harus diminta orang katolik itu dengan bantuan pastor paroki. Demi pastoral bagi kalian berdua, biasanya karena kerasnya kemauan dari keluarga pihak protestan, maka pernikahan di Gereja protestan dimungkinkan. Hanya saja, kalian berdua tetap harus menghadap pastor paroki untuk penyelidikan kanonik (sesuai hukum Gereja Katolik) dan meminta diuruskan dispensasinya. Tidak semua pastor bersedia melakukan itu, tergantung bagaimana situasi orang yang mau menikah. Kalau pernikahanmu dilakukan dengan proses di atas bersama pastor paroki, dan kamu tidak dibaptis dalam gereja protestan, maka kamu tetap ada dalam kesatuan Gereja katolik sehingga kamu tetap dapat mengikuti ekaristi dan terima komuni setelah menikah.
Kalau kamu mengurus sendiri hanya dengan pendeta, dibaptis dalam Gereja Protestan (banyak Gereja protestan mensyaratkan bahwa yang katolik harus dibaptis dalam gereja protestan itu sebelum menikah lho) dan tidak peduli dengan pastor parokimu dan aturan hukumnya (penyelidikan kanonik, permohonan dispensasi dsb), berarti secara praktis kamu memilih mengeluarkan diri dari Gereja katolik, sehingga kamu tidak boleh menerima komuni walaupun kamu boleh menghadiri perayaan ekaristi. Saya hanya mau menunjukkan sisi lain, dan apa yang sebaiknya kamu hindari atau waspadai. Satu hal lagi, orang protestan tidak mengakui perkawinan sebagai sakramen sehingga saya sering menemui kasus orang katolik ditinggalkan orang protestan yang menceraikan karena orang protestan mau menikah lagi dengan orang lain.