Who's New

Jovay
m3n1ck
doni
antonius eka
vina
huller_bastian
pesonamml
Santoso
oLendo kwok
domingos neves
Erwin S.
Coco

kejujuran dalam perkawinan katolik

2 replies [Last post]
tehgan
does not have a status.
tehgan's picture
User offline. Last seen 1 year 44 weeks ago. Offline
Joined: 2008-09-10
Posts: 2

hallo romo edi,

mau numpang bertanya mo... semoga romo sudi menjawab.

dalam perkawinan katolik, apabila seorang istri mempunyai anak dari lelaki lain yang bukan suaminya, apakah si istri harus memberitahukan kepada suaminya?

rumah tangga sudah berjalan sekitar 11 tahun, anak pertama sudah sd dan kedua sudah tk besar. perkara selingkuh sudah dibicarakan dan diterima dengan lapang dada oleh masing-masing. ayah biologis tidak mengetahui hal ini, walaupun sempat menanyakan. suami kelihatannya curiga, tapi tidak berkata apa-apa. sebenarnya jelas, wajah si anak tidak memiliki profil /tidak mirip sama sekali dengan ayah/ibunya (yang resmi).

apabila memang harus terbuka dan jujur, bagaimana cara penyampaian yang baik? apakah malah lebih baik diam saja, dengan pertimbangan kasihan anak itu kalau nantinya tidak disayang? karena perceraian tidak mungkin terjadi khan.

mohon pencerahan dari romo... trima kasih mo..

edi
does not have a status.
edi's picture
User offline. Last seen 9 weeks 4 days ago. Offline
SanMarMania
Joined: 2007-04-23
Posts: 201
Kejujuran Istri

Sdr. Lady yang baik, saya tidak tahu apakah istri harus memberitahukan
kepada suaminya atau tidak, karena untuk menjawab masalah ini paling tahu
adalah orang yang bersangkutan sendiri.

Kalau misalnya hubungan suami istri yang memiliki anak lain tadi adalah
hubungan yang baik atau bahkan amat baik karena saling paham dan saling
menjaga, mau sungguh menghayati sakramen perkawinan katolik tetapi suatu saat
“tersandung dan jatuh” (sempat selingkuh sampai punya anak) yang kemudian
disesali oleh pihak istri, maka tentu saja akan bijaksana kalau istri
memberitahukan hal itu dengan terbuka dan jujur pada suami dengan tujuan agar
istri sungguh dibantu suami untuk menghentikan perselingkuhan: entah dengan
orang yang sama atau orang yang berbeda. Konon buaya darat dalam diri orang
selingkuh selalu ingin agar perselingkuhan itu disembunyikan, jangan sampai
dikatakan pada pelindung orang yang bersangkuta: kalau dikatakan maka akan
terbongkar kedok buaya darat, kalau tidak dikatakan maka semakin besar potensi
akan terulang baik dengan lelaki yang sama atau lelaki yang berbeda. Apalagi
suami sudah curiga. Cara mengungkapkan bisa dalam suasana rekoleksi atau retret
keluarga dengan pihak ketiga yang dianggap dipercayai oleh pasangan suami istri
ini. Jadi kedua belah pihak sebaiknya disiapkan dahulu untuk menerima kenyataan
ini: yang suami menerima kenyataan istri pernah selingkuh dan bertobat,
sementara istri disiapkan untuk mengakui kesalahan dan mohon maaf secara tulus
serta bertobat (termasuk menerima sakramen tobat). Kalau suami itu memang siap,
istri yang bertobat pasti akan tetap mendapatkan kesetiaan, kasih dan hormat
dari suami resmi, seperti yang dijanjikan dalam pernikahan.

Kalau tingkat hubungan suami istri baik, tetapi suami belum siap menerima
kenyataan itu, entah karena termperamennya, entah semangat perkawinan
katoliknya kurang baik, hidup kurang bijaksana juga (tidak mungkin menjadi guru
yang baik bagi istri), maka istri yang bertobat (kalau tidak bertobat tentu
tidak usah ditanyakan disini) dapat saya mengerti kalau tidak memberitahukan
kepada sang suami. Namun konsekuensinya, dia sendiri harus berjuang untuk tidak
mengulangi perbuatan selingkuhnya yang salah itu, mengingat tidak ada control
social seperti kalau dia secara terbuka dan jujur menyampaikan kepada suami.
Istri ini sebaiknya memutus hubungan dengan orang yang telah mengajak selingkuh
itu, agar tidak perlu harus membicarakan masalah itu dengan orang yang telah
memberi anak melalui perselingkuhan dan demi perkembangan anak itu. Konsekuensi
lain adalah ketika kebenaran sesungguhnya terungkap, entah oleh suami yang
curiga maupun oleh anak yang sudah besar dan mempertanyakan, maka mungkin
sekali rasa hormat dan penghargaan suami dan anak juga berkurang kepada ibu itu
dengan alasan ibu itu selama ini telah berbohong terus menerus kepada mereka.
Ini mungkin bagian dari “proses pembersihan diri” dengan segala konsekwensi
yang harus ditanggung.

Ketegaran hati seseorang yang menciptakan perselingkuhan (baik ketegaran
hati istri ataupun lelaki yang memberi anak) memang seringkali menimbulkan
masalah yang berlipat ganda dikemudian hari sebagai bagian dari konsekwensi
dari pilihan (bukan hukuman Tuhan lho). Oleh karena itu, Jesus tidak
menginginkan orang tegar hati (ketegaran hati itu pilihan orang, bukan bakat
atau sekedar keadaan) orang entah yang bikin orang selingkuh atau yang bikin
cerai orang. Hati yang lemah lembut dan murah hati agar istri terbantu untuk
setia, penuh hormat dan mencintai, agar istri menjaga kesetiaan, hormat dan
cintanya untuk suami saja, agar orang luar tidak mengganggu kesetiaan, hormat
dan cinta pasangan-pasangan  suami istri
yang menikah resmi.

tehgan
does not have a status.
tehgan's picture
User offline. Last seen 1 year 44 weeks ago. Offline
Joined: 2008-09-10
Posts: 2
trims romo

dear romo edi,

sepertinya opsi pertama yang akan dilakukan, yaitu istri berterus terang dan menerima sakramen tobat. terima kasih romo, jawaban romo sungguh sangat membantu dan menenangkan. semoga tuhan selalu memberkati romo.