Pernikahan
Shalom....Selamat Sore Romo,
Banyak hal yang saya mau tanyakan kepada Romo, Saya wanita katolik, saya menikah tahun 2006. Suami saya muslim, sebelum menikah dia mengikuti katekisasi selama kurang lebih 1 tahun dan akhirnya dibaptis pada bulan Des 2005. Suami saya sebelumnya sudah pernah menikah tetapi tidak ada surat nikahnya ( nikah siri ). Pada saat kami mau menikah dan mengurus surat2 keperluan nikah status suami saya di buat bujangan karena dia tidak punya surat nikah. Yang ingin saya tanyakan :
1. Apakah pernikahan saya sah....krn lama2 saya berpikir pernikahan saya spt pernikahan bohong2an dan saya merasa berdosa kepada Tuhan dan juga Gereja.
Masalah saya sampai dengan saat ini complacated sekali baik masalah keuangan maupun hubungan saya dengan dia.
Waktu awal menikah dia bilang sama saya kalo status dia duda dan punya anak 1, oke...saya terima dia dengan iklas. lalu setelah kami menikah berjalan hampir setahun suami saya masih pergi ke gereja dgn saya, namun lama2 kalo saya ajak ke gereja di selalu menolak dengan alasan cape krn pulang kerja ( suami saya sabtu n minggu juga kerja ). Dan akhir dia bilang sama saya kalo dia ga bisa mengikuti ajaran katolik dan akhir kembali ke muslim tp ga pernah sholat. Oke..saya bilang sama dia kalo memang kamu yakin dgn iman kamu saat ini tolong kami jalanin dgn baik.
Suami saya sering sekali berbohong sama saya dan kalo kami bertengkar selalu kata kata kebun binatang keluar dari mulut dia.
Dan akhir nya saya tau kalo dia punya anak bukan 1 melainkan 5 dari hasil kumpul kebonya. Saya sangat terpukul dan sedih....saya bingung dan ga bisa berbuat apa.
Apa yang harus saya lakukan romo??? Saya sudah tidak tahan degan keadaan rumah tangga seperti ini dan batin saya sangat tersiksa. Selalu kalo kami ribut dia mengatakan dia lebih seneng kalo saya mati bunug diri.
Saya hidup sama dia seperti saya hidup di neraka romo, kemesraan saya sama dia hanya kepura puraan...tp sbetulnya di dalam hati saya ada dendam saya yang sangta dalam terhadap dia.
Terus terang Romo....saya ga sanggup menghadapi masalah saya, saya ga sanggup Romo untuk terus bersama dengan dia, kadang saya berpikir jalan terbaik adalah Perceraian,. Saya bingung Romo, saya terkadang merasa diri saya depresi, saya stress Romo. kadang saya bisa bicara sendiri, menangis dan tertawa sendiri, kadang saya bertanya sama Tuhan....Tuhan kenapa saya jadi seperti ini, saya kesal terhadap diri saya dan menyesali kenapa saya harus bertemu dia. Ada di fikiran saya untuk meninggalkan dia begitu aja, tp saya masih mikir orang tua saya, saya takut membuat susah orang tua saya. SAYA SUDAH GA SANGGUP ROMO, sudah habis rasanya kesabaran saya.
secangkir pilu membekas dihati
kau siram kala suram mentari
kusadar tak mungkin ku berlari
menjauh saja sibisaku berlari
keluar manisnya tuturmu
membuat ku tak lupa
betapa tajamnya hatimu
yang dipenuhi dengan duri
diselimuti dengan manisnya sinar matamu
tak disangka indahnya pelangi
hanyalah topeng kelamnya hati
mungkin ini tak akan berhenti
sampai suatu saat
kau mendapat hadiah dari Sang Illahi. . .
Sdri Catarina, saya ikut prihatin atas situasi keluarga anda. Pesan saya, silahkan menghadap pastor paroki anda dan untuk mengetahui situasi lebih lengkap dengan penyelidikan seperlunya berdasar hukum Gereja Katolik (maka tidak semua orang bisa menangani kalau tidak tahu hukum Gereja Katolik) sehingga dapat dicarikan jalan keluar yang lebih tepat atas dasar data yang lebih akurat.
Dalam Gereja Katolik tidak ada perceraian, apalagi perkawinan sakramen yang sah dan terlaksana sempurna (ratum et consummatum). Perkawinan anda adalah perkawinan antara orang-orang yang dibaptis, maka untuk menanganinya harus hati-hati. Oleh karena itu datanglah segera kepada pastor paroki anda, untuk mendapatkan jalan keluar.
Sekilas, ada kemungkinan perkawinan anda dapat dibatalkan karena perkawinan yang tidak sah. Sekali lagi ini baru kemungkinan. Alasan kemungkinan itu adalah:
- Hukum Gereja Katolik, nomor 1085 $2 : Meski perkawinan yang terdahulu tidak sah atau diputus alasan apapun, namun karena itu saja seseorang tidak boleh melangsungkan perkawinan lagi sebelum ada kepastian jelas secara legitim (sah) bahwa perkawinan terdahulu tidak sah atau telah diputus. Pertanyaan untuk suamimu yang sebelum menikah denganmu pernah menikah siri, entah sampai punya 1 atau 5 anak: apakah perkawinan siri yang terdahulu itu sudah diputus secara resmi? Apa bukti pemutusan perkawinan siri itu? Orang terhalang atau tidak dapat menikah secara sah kalau perkawinan terdahulu belum diputus secara sah.
- Hukum Gereja Katolik, nomor 1098: Orang yang menikah karena tertipu oleh muslihat yang dilakukan untuk memperoleh kesepakatan, mengenai suatu sifat dari pihak lain yang dari hakekatnya dapat sangat mengacau persekutuan hidup perkawinan, menikah dengan tidak sah. Jadi kalau pasangan anda secara sadar mengatakan yang tidak benar (suka kumpul kebo, punya anak 5), agar dapat menikahi anda, mengenai sifat dirinya, dan itu amat mengacau hidup bersama, perkawinan anda tidak sah.
Silahkan berbicara dengan pastor paroki anda. Itu kunci untuk mengurai hidup anda yang complicated. Langkah-langkah selanjutnya tergantung pada pembicaraan anda dengan pastor paroki itu. Semoga penyertaan Tuhan selalu meneguhkan anda.
Cuma bisa ikut prihatin dan menghaturkan doa buat sdri Catarina...
Semoga Tuhan menguatkan Hati Anda..
Menurut hemat saya Bu Catarina perlu melihat diri sendiri dulu, mungkin perlu menyendiri utk berdoa beberapa saat, untuk menjernihkan pikiran. Bilang saja ke suami ingin retreat, kalau bisa betul2 cari tempat retreat di gereja. Mungkin sementara ini saja yang bisa saya sarankan. DK
Walau saya belum berumah tangga tapi saya turut sedih dan ikut prihatin atas kejadian ini. Hal ini pernah terjadi pada kerabat saya. Sedikit membagi tips yang dilakukan kerabat saya itu dan syukur kepada Tuhan keadaan sudah mulai membaik, Tips nya itu adalah :
1. Menenangkan diri sendiri dulu, jangan terbawa emosi yang meledak-ledak. Karena tidak ada satu persoalan pun yang dapat dipecahkan/terselesaikan jika dalam keadaan emosi.
2. Pemisahan fisik alias memisahkan diri dahulu dari sumber masalah (dalam hal ini suami sdr Catarina), biarkan suasana reda dahulu
3. Lakukan kesibukan-kesibukan yang positif dan aktif, jika ada yang disukai dan mendatangkan income tersendiri bagi pribadi (contoh : Aktif di lingkungan, Menjahit, berdagang)
4. Biarkan suami anda itu (yang menurut anda tidak tahu diri dan gila), abaikan dia untuk sementara. Jika memang anda penting bagi dirinya niscaya dia akan sadar dan bertobat pada anda
5. Lepaskan pikiran-pikiran negatif dari diri anda dan biarkan semuanya indah pada akhirnya alias sdr Catarina tidak perlu memusingkan diri dia. Biarkan, anda harus kuat. Buktikan tanpa dia pun sdr Catarina bisa maju.
6. Cari dan perbanyak teman-teman yang berpikiran maju kedepan, dewasa, dan inisiatif sehingga akan membuat diri anda melupakan hal-hal yang tidak penting seperti perkataan konyol dari suami anda tersebut
7. Lakukan hobi anda yang paling anda sukai
8. Serahkan segala kuatirmu kepada-Nya, Percayalah kebaikan akan datang kepada anda.
Semoga bermanfaat.. udjiesamuel@yahoo.com
Shalom,
Terimakasih untuk semuanya , atas dukungan doa dan saran2 yang sangat positif, terus terang yg ada dalam pikiran saya saat ini saya ingin lepas sepenuhnya dari suami saya. Tapi....byk pertimbangan2 yg harus saya pikirkan. Saya masih terlibat hutang di beberapa bank, sementara yg membayar angsurannya dia, krn dia yg pakai tp atas nama saya. Kalo saat ini saya tidak punya masalah ato terlibat dgn beberapa bank, saya pergi jauh2 meninggalkan dia, dan saya cukup hidup sendiri dengan gaji yang saya punya saat ini. Selain itu saya memikirkan keluarga saya.., mereka pasti malu dgn keputusan saya utk saya bercerai / membatalkan pernikahan saya. Untuk saat ini saya tetap tidak bisa terima dgn segala kebohongan dia.
Yup's mungkin masalah tersebut (hutang-piutang) atau tanggungan lain yang menjadi pertimbangan sdr Catarina, sehingga membuat anda dapat 1000x berpikir real. Nah, dalam hal ini saya melihat bahwasanya sdri masih mempunyai akal sehat yang cukup dominan. Soal perasaan malu terhadap keluarga atau orang lain menurut saya tidak perlu terjadi. Toh, anda yang menjalankan hidup ini, bukan orang lain. Anda yang merasakan tidak enaknya bersama seseorang yang dirasa membuat hidup tidak tenteram. Menurut saya sih hidup adalah pilihan. Kalau saya, saya tidak akan menyia-nyiakan sisa hidup saya untuk hidup dalam ketidak-beresan. Pinjem istilah Mario Teguh sang motivator pujaan : Kebahagiaan hidup anda di masa depan ditentukan oleh apa yang anda kerjakan sekarang. Salam Super..!
dear Romo...
saya ingin bertanya, boleh kan pemberkatan pernikahan pada masa adven??.....baik digereja ataupun diluar gereja ??
maksud diluar gereja : seperti di taman atau di hall..
thx a lot Romo...Tuhan memberkati..




cari kerja yag jauh, jgn sampe dia tau. lupain dia.
jalanin aja sisa hidup kamu yag masih bisa dijalani dengan enjoy bukan
dgn ketakutan dan emosi, sakit hati.
Yang kayak gt mah ga kepake dalam kamus pernikahan gw, cowok kurang ngajar yg gak bisa menghormati wanita dan mempermainkan agama.
http://cid-0d7a0c8b1bc4e3ca.profile.live.com/?mkt=en-id&lc=1033