perikahan beda agama
saya andre dari Yogyakarta, saya berasal dari keluarga katolik dan dari kecil diajarkan sesuai ajaran katolik
saat ini saya mempunyai permasalahan dalam hidup saya, saya mempunyai pacar yg mempunyai perbedaan yg sangat banyak
selain berbeda agama (pacar saya dari keluarga muslim), dari umur pun pacar saya lebih tua.
dari awal sebelum kami memulai hub telah sadar bahwa dengan perbedaan yg besar ini akan menjadi suatu permasalahan dikemudian hari di keluarga masing2 pihak dan mungkin utk masyarakat pula.
duh sedih rasanya saat iman dan cinta dicampur... karena memang tidak bisa dicampur...
jadi kita mesti positif, dalam iman atau dalam cinta... dalam kehidupan kekal atau dalam kehidupan ini... saudara dan saudariku... mintalah jalan pada TUHAN,,, mohonlah ROH KUDUS agar mampu merasuk kedalam hati,jiwa dan pikiran kita agar apa yang kita pilih sesuai dengan kehendakNYA.
sebab TUHAN menghargai hak bebas manusia ciptaanNYA
karena kita ciptaan paling mulia, segala2nya telah dia curahkan pada kita
namun ingatlah akan dua hal
>>TUHAN mengasihi setiap dari diri kita min 100% dan tak terbatas karena itulah cinta Ilahi dan tidak ada yang bisa memikirkan keajaiban yang datang dari pada TUHAN
>>manusia mengasihi kita max 100% karena keterbatasannya sebagai manusia bahkan hampir tidak ada cinta manusia yang 100%
semoga Roh Kudus menerangi semua hati, jiwa, dan pikiran kita yang dirundung masalah
TUHAN sekali saja tidak akan membiarkan engkau dan TUHAN sekali saja tidak akan meninggalkan engkau (IBR 13:5b)
Saya juga mempunyai masalah yg persis sama dengan Andre yaitu mempunyai pacar beda agama dan beda usia dibawah saya.
Kalau tentang usia saya pikir bukan masalah besar asalkan kedua pihak bisa saling menyesuaikan diri karena usia bukan patokan kedewasaan seseorang. Yang menjadi masalah adalah perbedaan agama, apalagi dia seorang muslim yang taat dan saya pikir sangatlah susah untuk disatukan.
Tetapi yg aneh sampai saat ini kami tidak pernah bertengkar mengenai agama karena kami saling menghargai dan menghormati kepercayaan masing2. Tiap malam saya berdoa semoga Tuhan memberikan jalan yg terbaik dan selalu menguatkan saya untuk tetap berada di jalan Tuhan.
So help me juga, gimana sebaiknya?
to romo
tahun depan saya berencana untuk melangsungkan pernikahan, tapi pacar saya dan saya berbeda agama. pacar saya beragama katolik tapi jarang ke gereja. sedangkan saya beragama kristen karismatik. dan saya memutuskan untuk menikah di gereja katolik. dapatkah kami menikah, tetapi saya tidak mau dibaptis lagi????




memang hidup dinegara yang menjadikan kita sebagai kaum minoritas membuat kita goyah, Katolik di negara yang mayoritas Islam, wah tantangannya banyak, sewaktu SMA saya juga berpacaran dengan seorang muslim yang bisa dikatakan taat, dia terlahir ditengah keluarga yang multi-religi, mulai dari Katolik, protestan, budha & konghu chu. Maka dari itu dia bisa menerima saya yang seorang katolik.
oya, hampir lupa dulu saya seorang pseudo-Katolik haha... alias cuma punya predikat, saya juga berasal dari keturunan yang muslim dari nenek saya.
namun rencana Tuhan indah pada waktunya, saat kami pacaran, seakan hanya dia yang ada di pikiran saya, namun setiap malam saya berpikir, kenapa saya bertemu dengan dia kalau akhirnya saya menduakan TUHAN? saya berdoa terus untuk dia agar Tuhan mau menyatukan kami...sampai suatu hari seharian saya menangisi keputusan yang saya ambil, saya menyesal kami berhubungan.
Saya menangis dan menyalahkan Tuhan karena DIA mempertemukan kami dalam masalah yang tak terpecahkan, dan saya sempat berpikir untuk menjadi muslim...(T.T)
Untuk apa kami berhubungan kalau kami tahu kami tidak punya visi dan misi yang sama sebagai Katolik? untuk apa berhubugan dengan orang yang tidak percaya akan penyelamatan yang datang daripada TUHAN? kalau saya sudah ditebus dengan darah Kristus untuk apa pergi pada yang lain hanya karena cinta pada manusia? apakah cinta manusia memberimu akses kepada kehidupan kekal bersama ALLAH TUHAN KITA?
dan saat saya berpikir seperti itu saya teringat akan satu hal, hanya satu, MAMA saya.
saya tidak bisa membiarkan orang yang mengandung, menyusui, merawat, menjaga, dan mendidik saya hancur karena gagal membina saya menjadi Katolik. dan tangisan saya pun lebih dari tangisan pertama. sejak saat itu saya mulai merubah pikiran saya, putus dengan pacar saya, serta mulai mengisi hati dengan kasih Tuhan yang baru setiap paginya, juga hubungan saya dengan mantan pacar saya baik, komunikasi masih lancar, dan kesaksian saya sejak saya mencintai TUHAN, saya hidup dalam kemudahan dan semakin saya tahu cinta Yesus sampai pada kayu salib tidak sia-sia. saya berubah demi Tuhan! itulah inti hidup kita dan alasan saya menulis adalah :
YESUS MAU MATI DI KAYU SALIB UNTUK MENEBUS KITA, APAKAH KITA TIDAK MAU BERKORBAN SEDIKIT DEMI KEMULIAANNYA?
>>memang mengasihi ALLAH dengan segenap hati,jiwa,akal budi&kekuatan jauh lebih utama dari semua korban bakaran(MRK 12:33)
jadi prioritas kita selama hidup menjadi domba Kristus adalah:
1. ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS TUHAN YME
2. SESAMA MANUSIA SEPERTI KISAH Ignatius Kardinal Kung Pin Mei
3. APAKAH JIWA KITA PANTAS BERSAMA YESUS DALAM KERAJAAN KEKAL?
>>memang kamu gelisah tapi jangan kamu berdosa, selidikilah batinmu dan berdoalah (mzm 4:5)
>>TUHAN akan menghapus segala air mata dari mata mereka (why 21: 4a)
semoga semua disini menjadi bijak dan dikuatkan oleh kasihNYA!
AMIN!!
oya lupa, selamat paskah, semoga dosa kita ikut disalibkan bersama Kristus yang wafat dan semoga iman kita ikut bangkit bersama Kristus yang bangkit!!
ALLELUYA!!