perbedaan sakramen dan pemberkatan pernikahan
siang Romo yg baik...
Romo, ada beberapa hal yang membuat saya bingung, mohon bantuan Romo untuk menjawab pertanyaan saya,
1. apa beda sakramen dan pemberkatan pernikahan ?
2. tata cara apa yang ada di sakramen pernikahan tapi tdk ada di pemberkatan pernikahan, begitu juga sebaliknya ?
3. kira2 bagaimana tata cara pemberkatan pernikahan itu?
4. apabila seseorang yg berbeda keyakinan tetapi menjalani pemberkatan pernikahan, kira2 ada tidak tata cara yg membuat orang yg beda agama tersebut masuk ke agama katolik secara tidak langsung? atau tata cara pemberkatan pernikahan tersebut tidak akan mengganggu iman masing2 pemegang agama yg berbeda tersebut?
terima kasih ya romo atas jawaban yg diberikan...
GBUs..
Sdri. Shanti Megasari yang baik,
- Sakramen perkawinan adalah janji perkawinan yang saling diberikan dan dijalankan oleh dua orang yang dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Mereka berjanji setia satu sama lain sampai mati memisahkan mereka, dan mereka berjanji saling menghormati dan mencintai, dengan modelnya atau contohnya adalah Tuhan Jesus Kristus yang mencintai secara total umat manusia (modelnya bukan artis atau manusia yang mencintai Tuhan, tapi Tuhan yang mencintai umat manusia seluruhnya). Sedangkan pemberkatan perkawinan adalah janji perkawinan yang saling diberikan dan dilanakan oleh seorang dibaptis dan tidak dibaptis di hadapan dua saksi awam dan seorang imam. Inti isi janjinya sama: setia sampai mati memisahkan, saling mencintai dan menghormati, hanya modelnya yang berbeda karena yang katolik akan memakai model Jesus yang mencintai, sedang yang Islam memakai muhamad atau orang tuanya sebagai model, atau yang budhis memakai Budha atau orang tuanya sebagai model. Pernikahan beda agama demikian oleh karenanya tidak menjadi sakramen karena pihak yang tidak katolik tidak atau belum mengimani diri sendiri sebagai tanda dan sarana keselamatan Allah bagi pasangannya, bahkan dia tidak/belum percaya pada sakramen itu. Kalau pihak non katolik kemudian hari menjadi katolik dan percaya bahwa dirinya adalah sakramen, maka perkawinan mereka otomatis menjadi sakramen, tidak perlu ada pembaruan pernikahan beda agama yang telah mereka lakukan di gereja.
- Yang paling sedikit berbeda antara upacara sakramen dengan pemberkatan paling adalah pertanyaan penyelidikan atas kesediaan pasangan, rumusan janji, doa dari imam, juga pihak non katolik tidak diwajibkan untuk berdoa secara katolik tentu saja.
- Tatacara pemberkatan pernikahan akan dijelaskan dalam Kursus Persiapan Perkawinan. Intinya adalah pasangan masing-masing menjawab beberapa pertanyaan mengenai keikhlasan hati untuk melangsungkan perkawinan, mereka mengucapkan janji perkawinan dengan intinya adalah kesetiaan, saling mengasihi dan menghormati sampai kematian memisahkan, pengesahan perkawinan oleh imam, doa pemberkatan oleh imam bagi pasangan itu, pengenaan cincin tanda cinta dan kesetiaan, penandatanganan dokument perkawinan.
- Tidak ada tatacara yang membuat orang non-katolik menjadi orang katolik secara tidak langsung, karena orang non-katolik bersama yang katolik akan menyusun teks upacara perkawinan dan pihak non-katolik tidak harus mengucapkan doa-doa orang katolik. Maka tatacara itu tidak akan mengganggu iman masing-masing. Yang mengganggu biasanya justru kalau pernikahan itu dilangsungkan di mesjid karena pihak katolik harus mengucapkan syahadat, atau di beberapa gereja protestan karena pihak katolik harus dibaptis secara protestan. Untuk jadi orang katolik tidak mudah, harus pelajaran minimal sekitar setahun, harus ujian tertulis, tes wawancara dengan pastor, melakukan beberapa latihan, dan kalau dianggap tidak lulus ya tidak akan dibaptis. Gereja katolik tidak rakus pengikut, karena yang penting bukan banyaknya, tetapi mutunya pengikut Jesus. “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih,” kata injil. Semua dipanggil, tetapi kalau belum terpilih ya tidak akan pernah menjadi orang katolik.
Perkawinan adalah peristiwa sadar dan terencana, maka tidak ada yang disembunyikan dari pihak katolik. Bahkan orang katolik yang berjanji mendidik anak secara katolik pun janjinya diketahui pihak non-katolik.
pagi Romo...
Makasih ya Romo atas informasinya yang begitu jelas...
Romo, mau tanya sesuatu nih...
apa sih perbedaan Pastor dg Romo, apakah sama saja, hanya pengucapan yang berbeda karena kita orang indonesia, atau ada makna tersendiri Romo ?
GBUs...
Sdri Shanti Megasari,
Pastor adalah kata bahasa latin yang artinya gembala, biasa dipakai sebagai sebutan untuk pelayan agama kristen kebanyakan, termasuk kristen katolik dan beberapa gereja kristen protestan lainnya. Ini kata yang dipakai umum di seluruh Indonesia, di jawa atau luar jawa.
Romo adalah kata bahasa jawa yang artinya bapa/bapak, biasa dipakai sebagai sebutan untuk pelayan agama kristen katolik, tetapi juga beberapa kelompok kejawen sering memakai kata ini untuk pelayan agama mereka. Ini kata yang dipakai secara umum di oleh orang jawa. Isinya sama dengan pastor juga.
Kalau Shanti menghadapi pelayan agama katolik yang kebetulan bukan orang jawa, kemungkinan mereka akan lebih akrab dengan panggilan pastor; namun kalau pelayan agama itu dididik di jawa, kemungkinan juga tidak keberatan dipanggil dengan sebutan romo.
Untuk menghindari kesalahpahaman, sebaiknya orang bertanya pada pelayan itu, "mau dipanggil dengan sebutan romo atau pastor?"
Romo Edi,
Salam Kenal Romo...
Romo, kami mohon saran, kami (saya islam, & pasangan saya katholik), sudah berencana untuk menikah. Dari saya pribadi saya berharap sebelum menikah saya mendapat pengetahuan tentang katolik, dgn harapan agar saya bisa menjadi pendamping yang baik dalam keluarga katholik walaupun saya tidak katholik.
Apakah ada Romo, suatu pelajaran agama khusus untuk hal seperti ini? (atau apakah saya harus mengikuti katekumen?)
Dan pertanyaan saya berikutnya Romo, bagaimana apabila Paroki pasangan saya tidak bersedia untuk menikahkan pasangan berbeda iman?? Apakah kami harus mencari gereja katholik lain yang bersedia menikahkan pasangan beda iman / bagaimana solusinya?
Apabila kami harus mencari gereja lain yang bersedia, apakah sebaiknya kami memulai proses (dari proses kursus perkawinan sampai pernikahan) di gereja tersebut??
Terima Kasih Romo, Mohon Pencerahannya
Salam Kenal Romo....
Romo saya mau tanya.... saya pernah denger dr teman teman, klo sepasang muda mudi yang sedang menjalani suatu hubungan atau dengan kata lain pacaran, apabila mereka mengucapkan janji pernikahan dihadapan para saksi (beberapa teman) dengan saling memberikan cincin, apakah itu sudah dinamakan menikah dihadapan tuhan,,romo??
makasih romo....
Sore...
Saya minta tolong di jelaskan donk..mengenai cara atau apa saja yg harus dilakukan oleh pasangan yang ingin melakukan pemberkatan pernikahan di gereja Katolik..Saya Katolik dan sudah di baptis, sedangkan pasangan saya beragama Buddha, namun belum benar benar masuk Buddha.
Pertanyaan saya yaitu
1. Saya sudah di baptis secara Katolik, namun seperti nya Surat Baptis saya hilang sebab saya cari cari di rumah tidak ada..Apakah nanti saya tetap bisa melangsungkan pernikahan di gereja Katolik? Apa yang harus saya lakukan?
2. Saya tidak aktif di lingkungan gereja, apakah saya bisa melangsungkan pemberkatan di gereja terdekat dengan rumah saya atau bagaimana ?
Terima kasih sebelum nya. Salam
Salam,
Saya dan pasangan saya sudah dibaptis secara katolik dan kita merencakan untuk mengadakan upacara pernikahan di Chapel Bali. Kita akan diberkati oleh pastor setempat. Saya ingin tahu apakah itu sah secara katolik jika dilakukan diluar gereja? apa saja surat2 yang harus disiapkan.
Terima kasih : )




Dear Shade,
Mungkin kamu bisa liat-liat dulu di tulisan-tulisan romo Edy terdahulu. sepertinya sudah cukup banyak yang dijelaskan oleh Beliau. Salah satunya kamu bisa buka link yang aQ tulis dibawah ini, khususnya mengenai pertanyaan kamu nomor 1. selebihnya kamu bisa search dengan menggunakan fasiltas yang ada di sebelah kanan atas.
http://www.santamaria.or.id/forum/tanya_romo/pernikahan_beda_agama_di_gereja_katholik
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Aku tahu Engkau sangat mencintaiku, dan itu membuat aku selalu jatuh cinta berulang-ulang setiap ingat Kamu....[riq,2008]