mohon saran buat masalah keluar ga saya
romo,saya membutuhkan bantuan romo untuk mengatasi masalah saya
keluarga saya dari keluarga yang biasa saja dan mungkin bisa dikatakan tidak begitu mampu.sewaktu saya kuliah,saya dibiayain temen mama saya.saya berterima kasih untuk itu.namun seiring umur bertambah setiap manusia pasti punya pemikiran dan pendapatnya sendiri.pertengkaran dimulai dari sejak pindah ke kontrakan baru di tahun 2007.mama saya sengaja datang dari daerah ke jakarta dg alasan ingin membantu kita,tapi sebenarnya masalah yang kita dapat,saya sempat kesal dg mama saya karena sewaktu pindahan dia marah2 karena saya memindahkan barang2 saya dari rumah lama tanpa perintah dari dia.waktu itu kita berantem besar,dia sampe mengeluarkan kata2 "jika tau begini saya lebih baik bunuh kamu sewaktu kamu masih kecil" saya benar2 sakit hati waktu itu,dan saya membalasnya "saya juga tidak minta dilahirkan" saya menyesal telah bicara begitu walaupun saya tidak mengungkapkannya.tapi yang membuat saya sangat kecewa mama saya mengatakan dia pantas bicara seperti itu dan tidak ada penyesalan dalam diri dia saat mengucapkan kata2 itu.sejak saat itu saya mulai menjauh dari mama saya.karena itu terlalu sakit buat saya.dari dulu juga hubungan saya dan dia tidak begitu dekat karena saya tidak tahan dg sikap otoriternya yang selalu mengatur apa yang mesti saya perbuat,apa yang mesti saya pakai.saya merasa saya tidak mendapatkan kebebasan sebagai seorang anak.
Dua bulan yang lalu,orang tua ku pindah ke jakarta untuk menetap di sini selamanya,sebelum mereka pindah ke sini saya sudah wanti2 ke kakak laki2 saya,bahwa saya dan kakak perempuan saya belum sanggup untuk menanggung hidup orang tua saya dan dia sendiri pun juga belum mapan tapi dia tidak peduli,dia selalu bilang papa saya sudah tua dia udah ga boleh kerja lagi,naik motor ke luar panas dingin,kalo ada apa2 siapa yang mau tanggung jawab.papa saya umur 58 taon.saya bukannya tidak sayang kepada dia,tapi saya lebih suka kalo dia melakukan apa yang dia mau tanpa dibayangi kuasa mama saya.saya tau papa saya pensiun dari kerja karena permintaan mama saya.rumah saya di daerah dijual atas keinginan mama saya.saya sampai berantem dengan kakak laki2 saya masalah ini dan dia akhirnya mengeluarkan statement blg nanti dia akan tanggung jawab sepenuhnya atas orang tua kita.dia tidak bakal minta bantuan saya dan kakak perempuan saya.
tapi apa yang terjadi?hal2 yang saya prediksikan benar terjadi.seminggu yang lalu saat kakak laki2 saya menanyakan saya berapa uang yang saya keluar untuk bayar perpanjangan sewa rumah.saya blg 3-4 juta dia menanyakan apa ga bisa lebih.saya bilang apa saya harus kasih 10 juta? saya tau saat itu saya salah apalagi dengan nada ketus saya,saya memang cenderung cepat emosi jika menghadapi keluarga saya.
setelah itu saya keluar kamar,saya menanyakan apakah dia sudah menemukan rumah untuk di beli.perlu romo tau,uang hasil jual rumah di daerah tidak begitu besar jumlahnya.dan yang mengherankan kakak laki2 saya dan mama saya mau membeli rumah yang besar,saya tidak tau bagaimana jalan pikiran mereka. apa cuma karena gengsi?bagi saya,yang penting rumah itu cukup buat satu keluarga saja,tidak perlu rumah mewah yang besar.akhirnya kakak laki2 saya menjawab bahwa dia belum menemukan rumah buat dibeli.lalu saya menanyakan jika mendapatkan rumah berarti rumah di sini over kontrak dan uang yang saya kasih bisa balik sebagian.saya merasa saya berhak mendapat bagian itu karena itu hasil tabungan saya.mama saya tidak senang,dia marah2 dia blg mana boleh kakakmu menanggung sisanya,kamu hanya membayar 5 juta,dan kakak perempuan mu 1.5 juta (kakak perempuan saya sedang hamil tua,dan sebenarnya dia sudah beli rumah sendiri,namun katanya tidak baik wanita hamil pindah rumah akhirnya dia menunggu sampai dia lahiran).mama saya tetap bersikukuh kakak laki2 saya tidak boleh mengeluarkan jumlah yang banyak.saya tau saya salah,selama pertengkaran itu nada bicara saya tinggi,dan saya sangat emosi.saya blg ke mama saya,deposito hasil jual rumah bisa dipakai buat membayar perpanjangan sewa rumah ini,kenapa tidak dipakai saja?dia tidak senang lalu dia mengatakan "masa orang tua harus bayar sewa rumah?di mana2 anak2 yang harus bayar sewa rumah,bukan orangtuanya!"
saya sangat kecewa sekali sampai saya mengeluarkan kata2 "kalo begitu lebih baik saya ngekos saja".mama saya marah lagi dia blg "hebat ya sekarang,sudah bisa cari uang,sudah kurang ajar"
saya bener2 kesal mendengar kata2 dia.lalu saya bilang "iya memang saya anak tidak berguna" lalu dia blg "sejak kapan saya blg kamu tidak berguna.saya susah payah ngemis2 ke teman saya biar kamu bisa kuliah tapi balasannya begini,kalo tau begitu lebih baik dulu saya ga kasih kamu kuliah"lalu saya bilang"kamu selalu menggunakan kata2 itu setiap kali bertengkar,kamu slalu blg saya ga tau diri karena saya membangkang padahal sudah dikasih kuliah".
romo,ini sudah yg keberapa puluh kali dia mengatakan hal yang sama "saya susah payah mengemis agar kamu bisa kuliah sekarang kamu malah kurang ajar"saya tidak pernah memaksa dia buat mengemis ke temannya dan saya tau dia tidak mengemis,dia hanya minta tolong.dan setelah saya kerja tiap bulan saya menyisihkan 500rb untuk mengembalikan kepada orang yang telah membiayai kuliahku.
lalu kakak perempuan saya karena tidak tahan akhirnya dia keluar kamar dan ikut mendengar.dan mama saya mulai memarahin dia,dia blg kalo saya dan kakak saya sekongkolan,dulu kita tidak akrab sekarang akrab sekali.mama saya tidak senang hal itu.lalu mama saya mempermasalahkan mas kawin kakak saya yang tidak dilihat dia.dia blg kakak saya telah mencoreng muka dia karena tidak memperlihatkannya kepada dia.perlu romo ketahui,sebagian emas yang kakak saya titip beli semuanya ditahan mama saya.uang angpao dari orang lain yang diberikan lewat mama saya,diambil juga dan dia blg uang itu nanti saya pakai buat angpao kalo ada orang yang menikah.
dia blg sebenci2nya dia kepada nenek saya,dia tidak pernah berbicara dengan nada tinggi ke nenek saya.saya dulu ingat sekali,setiap kali dia bicara dengan nenek saya di telepon,nadanya ketus.dan saat kakak perempuan saya menikah.dia membentak nenek saya di depan orang2 sampai2 mertua kakak saya bingung melihat sikapnya itu.
saat kakak saya mau menikah,dia meminta uang 1 juta hanya untuk biaya buat gaun yang akan dia pakai.kakak saya mengalah dan memberikan uang itu ke dia.dan pada saat hari pernikahan kakak saya,dia meributkan masalah tempat tea pay.dan sepanjang kakak saya menikah dia bersikap angkuh.dia telat ke pesta pernikahan kakak saya hanya karena dia mau mengubah model rambut dia,dia tidak suka model yang sebelumnya,sampai2 keluarga dari pihak suami kakak saya bilang supaya acaranya tetep dilanjutkan sesuai jamnya dengan ato tanpa kehadiran mama saya.sepanjang acara itu,dia,papa saya,dan orang tua kakak ipar saya duduk bersama.tidak ada sedikitpun senyum,dia hanya bersikap angkuh dan diam.
dia juga mau mengatur kamar kakak perempuan saya dan suaminya.dia mau mengatur letak perabotannya,demikian juga kamar saya.semua harus sesuai keinginan dia.jika kita membantah dia selalu blg "anak kurang ajar","anak ga tau diri","anak yang ga tau balas budi".saya sudah berkali2 menerima kata2 itu.
dulu saat saya mengatakan saya ingin jalan2 ke luar negeri sendirian,dia lsg blg "anak yang ga berguna" hanya karena saya tidak mengajak dia dalam rencana saya.
pertengkaran yang tadi pun tetap berlangsung sampai2 mama saya menyuruh kakak laki2 saya memanggil papa saya yang sedang berada di kamar atas.seblmnya mama saya ada blg"saya tidak mau memukul kamu saja karena kamu sudah besar"saya lepas kontrol saya membalas berkata"tampar saja kalo mau",saya tau saya salah dalam hal itu.akhirnya papa saya bergabung dan mama saya langsung blg "liat anak kurang ajar ini,nada suaranya seperti sedang ngomong sama teman saja,tidak ada sopan santun sedikitpun" saya tahu pada saat itu mama saya ingin papa saya menampar saya,tapi papa saya malah menenangkan papa saya,mama saya semakin marah.saya saking sedihnya sampai nangis tersedu2,karena batin saya benar2 terluka kali ini,sangat dalam.saya sudah kepikiran mau mengakhiri hidup saya saja tapi saya sadar itu salah dan saya mengurungkan niat saya untuk melakukan hal tersebut.
mama saya suka sekali membandingkan anak2nya dgn anak2 yang lainnya.selalu mengatakan anak si A begini,gajinya begini,anak si B begini semua uang yang dia punya dia kasih tau orang tuanya.
dan mama saya selalu mengeluhkan uang yang kita beri sedikit"mana cukup uang sayur 600rb sebulan? di daerah saja 2 juta tidak cukup" sebelumnya saya sudah bertanya kepada teman saya yang orang tuanya juga tinggal di daerah yang sama dgn orang tua saya, dan dia mengatakan keluarganya hanya membutuhkan uang 1 juta untuk keperluan sehari2 itu pun ada 4 orang dewasa dan 3 anak kecil dalam keluarga itu,sedangkan orang tua saya hanya berdua di sana.
mama saya tidak suka belanja di pasar,biasanya papa saya yang belanja di pasar,mama saya suka ke toko buah (jakarta fruit) kalo tidak ke pasar di pantai indah kapuk yang harganya lebih mahal.mama saya selalu pergi dan pulang dengan bawa belanjaan,waktu itu saya melihat ada 2 pasang sepatu baru.dan saya baru tau kalo dia konsultasi ke dokter kulit yang mahal padahal mukanya baik2 saja,tidak berjerawat.dia sempat berkata bahwa "kalian mau cantik,saya juga perlu"
akhirnya saya memutuskan untuk masuk kamar saja karena sia2 saja saya membela diri karena dalam pikiran mama saya,kita yang salah dan dia selalu yang benar.
besokannya,mama saya pergi tanpa memberitahu sapa pun,pergi begitu saja,hpnya dimatikan.papa saya sibuk mencari sana sini,saya hanya diam saja karena saya marah dia pergi begitu saja,seharusnya jika melihat umur, saya yang bertindak senekat itu bukan dia.
kepergian mama saya memunculkan satu pertengkaran lagi,saat itu saya ke kamar papa saya (kakak laki2 saya juga tidur di kamar yang sama),dan saya mengatakan saya ingin pindah ke tempat kakak perempuan saya saat dia pindah.papa saya tidak setuju dan meminta saya untuk berpikir selama beberapa hari,saya mengatakan kalo keputusan saya sudah bulat,tapi papa saya tetep tidak mau terima.akhirnya saya pun kembali ke kamar dengan kesal.stelah itu terjadi perdebatan antar papa saya dan kakak laki2 saya,kakak2 perempuan saya dengar dan langsung ke atas menegur kakak laki2 saya dan ga berapa lama saya pun mendengar teriakan mereka.saya sangat khawatir dengan kondisi kakak saya yang sedang hamil tua.saya langsung naik ke atas, tapi kakak perempuan saya mendorong saya karena takut saya akan ditampar kalo saya ikut campur.tapi saya tidak tega melihat dia dimarahin begitu oleh kakak laki2 saya.akhirnya meminta kakak ipar saya untuk membawa kakak saya kembali ke kamar.dan saya blg ke kakak laki2 saya "semua ini gara2 kamu"dia tidak senang dia pun mulai emosi.jujur romo,saya sangat kecewa dengan sikap arogansi dan sikap sok tau dia.
setelah 2 hari akhirnya tante saya menelepon kakak perempuan saya untuk menjemput mama saya.saya sebenarnya tidak setuju dengan itu,karena jika mama saya mau pergi dia harus bisa pulang sendiri kalo dalam hal ini dia bersalah karena main pergi saja tanpa bilang apa2.namun kakak saya masih berbaik hati menjemputnya walaupun daerah itu macet,walaupun dia sedang hamil tua.
papa saya minta saya untuk menyapa dia tiap kali saya pulang.saya melakukannya demi papa saya.dan kakak saya mengatakan kalo papa saya sudah setuju kalau saya pindah ke rumah kakak perempuan saya nanti.
lalu kemaren kakak laki2 saya meminta saya untuk pulang rumah pagian untuk menyelesaikan masalah itu.awalnya saya tidak mau karena saya tau tidak ada penyelesaiannya.tapi saya juga tidak ingin keadaan seperti ini terus menerus.seblmnya di telp
kakak perempuan saya bilang "ya sudah kamu minta maaf aja seperti kata papa,urusan dia mau menerima atau tidak,bukan urusan kita yang penting kita udah ngomong maaf,lagian kamu kan udah mau pindah juga" saya sudah merasa senang sampe akhirnya saya berbicara ke papa saya di telepon dan dia mengatakan "nanti liat dulu situasinya kalo nanti mama mu masih ajak ribut2 setelah kamu minta maaf,kamu boleh pindah,tapi kalo tidak jangan"saya sudah kecewa dengan kata2 papa saya yang sepertinya tidak mengerti kalo saya pindah juga demi kebaikan bersama.
sorenya pun saya pulang,selama perjalanan pulang saya terus berdoa supaya saya diberikan kesabaran dan pengendalian emosi yang baik agar saya tidak marah dan tidak teriak2.
malamnya kakak laki2 saya pulang dan kami berkumpul di meja makan.mama saya mulai marah2,mulai maki2 kita.dia maki2 saya blg "kenapa kamu marah2 kalo kakak laki2mu main internet di kamar kamu?" saya menjelaskannya "saya tidak pernah melarang dia mau main berapa lama,tapi pada saat pulang,saya mau dia menghormati saya sebagia pemilik kamar" saya orang yang sangat menjaga privasi saya apalagi kalau pulang kerja badan sudah lelah dan ingin menikmati kamar sendiri dan itu kadang2 tidak dapat saya peroleh karena sewaktu saya masuk kamar sudah ada kakak laki2 saya yang menggunakan komputer saya.
lalu mama saya bilang"apa2an di rumah pakai batasan begitu,dia itu kakakmu,dia punya hak untuk berada di kamar kamu memakai komputermu,kecuali kakak iparmu,tidak pantas dia lama2 di kamar kamu".saya bener2 kecewa sekali dengan kata2 dia,seolah2 saya ini berdosa karena ingin privasi dan kebebasan saya.
lalu karena permintaan papa saya saya minta maaf ke mama saya tapi apa yang saya dapat dia malah blg "kenapa harus gw blg dulu baru kalian minta maaf?kenapa ga dari kemaren2 blg minta maaf ke saya??"
dulu pada pertengkaran minggu lalu,saya sempat blg saya butuh tabungan buat diri saya sendiri,dia tidak terima,dia tidak berpikir saya perlu untuk menabung buat diri saya sendiri.
lalu dia mulai maki2 kakak perempuan saya,mengungkit2 masalah mas kawin yang tidak ditunjukkan pada dia,dia mau tau kenapa dia tidak dikasih liat (saya tau alasan kakak saya tidak kasih liat dia karena kemungkinana dia mau mengambil mas kawin itu dan dengan memakai alasan dia menyimpannya saja karena dia tidak percaya kakak ipar saya) dan sekali lagi blg "saya matipun ga akan tenang sebelum liat mas kawin itu"
dia menyalahkan sikap kakak perempuan saya yang tidak memarahi saya kalau saya salah,saya pun berkata kakak saya juga memarahi saya waktu saya salah.dia lalu blg "kalian ini sudah setali tiga uang".
lalu dia mulai membanding2kan kita dengan anak2 temennya.dia blg"liat si A,anaknya memberikan dia uang satu juta untuk uang sehari2 dan semua biaya air,listrik,dia yang urus dan sejumlah uang lain untuk dirinya sendiri.anak2nya menyisihkan uangnya untuk dia,dan hanya menyimpan untuk mereka sendiri untuk keperluan transportasi saja.anaknya membayar biaya jalan2 dia dan suaminya.masa kita harus minta2 sama kalian buat biaya pergi jalan2?".
lalu dia mempermasalahkan uang yang kita beri ke dia kurang.dia lalu berkata ke kakak perempuan saya "seperti kamu,sejak dari kamu kerja sampe sekarang.saya cuma dikirimin 500rb.saya udah cuci baju masak tapi balasannya begini.kalo kamu sewa pembantu tiap tahun kamu pasti harus menaikkan gajinya.saya mama kamu malah kamu tidak pernah kasih lebih".
lalu mama saya mempermasalahkan masalah kakak saya beli rumah tanpa minta izin dulu ke mama saya "sudah tau harga rumah daerah sini mahal,masih juga beli di sini,sudah tau rumah itu kecil masih juga beli,dan harusnya kamu itu cari rumah yang bisa dekat dengan orang tua mu,bukan orang tuamu yang mengikuti kamu (mama saya ingin beli rumah di daerah cengkareng ato semanan,romo tau sendiri jalan di sana segimana macetnya)"
lalu kakak saya blg setelah dia lahiran dia ingin pindah ke rumah barunya,kakak saya blg "mama bisa ke rumah saya bantu jagain anak saya,kan tidak jauh dari sini"lalu mama saya bilang "trus saya harus bolak balik rumah,trus rumah ditinggalkan,saya tidak mau!enak saja saya capek2 mesti ke tempat kamu,kalo kamu mau saya jagain anak kamu nanti,kamu bawa ke sini,jgn harap saya mau ke sana!"
lalu dia marah karena saya mau pindah ke rumah kakak perempuan saya bahkan bilang "kalo kamu pindah ,saya akan bunuh diri!" saya sangat kesal sekali.saya jelasin baik2 saya bilang bukan saya tidak menghormati orang tua saya.bukan saya tidak saya ng orang tua saya.tapi saya melakukan ini demi kepentingan bersama.akhirnya dia marah ke papa saya blg "kamu masih izinin dia pergi"lalu papa saya bilang "karena kamu pojok2in dia terus,kamu maki2 terus,sapa yang tahan tinggal sama kamu!" mama saya tidak terima itu dan malah menjadi2 mengungkit masalah lalu di mana papa saya tidak membela dia waktu saudara papa saya tidak berlaku adil ke dia.lalu mama saya bilang lagi "kalo kamu sampai pindah,saya akan buat pertengkaran lain yang lebih hebat" dan sampai2 papa saya terpengaruh dari setuju dengan saya pindah lalu bilang "kalo kamu pindah,berarati kamu tidak anggap saya papamu lagi"
saya bingung dengan sikap mama saya,dia ingin keluarga ini utuh,tapi lihat apa yang dia perbuat,dia bilang dia tidak matrealistis, tapi liat apa yang dia bahas tiap kali, selalu masalah uang dan uang.dia blg kita pelit ke dia dan kurang uang,tapi dia di sisi lain dia bisa beli kosmetik yang harganya 1 juta.dan dia selalu belanja dan belanja.
papa saya mau minta uang untuk nenek saya, dia tidak kasih,padahal uang yang kita kirim buat mereka, bukan buat dia saja.2 tahun lalu,pada saat sincia,saya dan kakak perempuan saya memisahkan uang angpao dia dan papa saya,dia tidak senang dan marah2,lalu keluar berdiri di depan rumah ,tidak mau masuk.dia mengeluh uang angpao yang kita kasih sedikit,dia mengeluh dia ulang tahun tidak diberi kado.dia mengeluh kita tidak kasih banyak uang ke dia.
romo,tolong bantu saya, apa yang harus saya perbuat? saya sudah benar2 tidak tahan lagi,hidup di rumah serasa neraka.saya tidak merasa bahagia tiap kali saya pulang,saya ingin sekali kabur dari rumah tapi saya tahan2 karena itu tidak benar.saya mau pindah untuk kebaikan saya dan mereka juga tapi mereka tidak mengerti.apa saya tidak berhak memutuskan buat hidup saya sendiri?apa saya harus selalu menjaga perasaan mereka dan mengabaikan perasaan saya?apakah anak selalu harus mengikuti setiap kemauan orang tuanya?
saya benar2 tidak tahu harus berbuat apa lagi romo
dalam hati saya yang paling dalam,saya sudah kecewa berat dengan mama saya.saya sudah tidak bisa mentolerir dia lagi.
salam.



