Terima Kasih Romo....
Feb – 26 April'08
Pada waktu kami berdua memutuskan untuk menikah, kami berdua segera mengurus surat-surat dan menurut aturan segala hal yang berhubungan dengan gereja sudah menjadi tanggung jawab romo moderator masing-masing wilayah.
Maka kami meminta romo moderator untuk memberkati pernikahan kami, tetapi pada saat hari pernikahan kami romo moderator kami sedang ada kegiatan lain karena itu ia tidak bisa memberkati pernikahan kami, lalu romo itu mengusulkan agar kami mencari romo lain tetap romo di dalam gereja
Sebetulnya kamipun tidak tahu bagaimana sebenarnya prosedur untuk meminta romo pengganti memberkati pernikahan kami, romo moderator yang meminta atau kami boleh yang meminta karena ada yang mengatakan "itu kewajiban romo moderator jadi romo moderator yang meminta bukan kamu..."
Berat rasanya kami untuk meminta romo lain untuk memberkati pernikahan kami, takut romo lain itu menolak kami karena yang katanya hal tersebut sudah menjadi tanggungjawab romo moderator kecuali kalau romo moderator itu yang meminta romo lain untuk memberkati pernikahan kami...
Akhirnya kami mencoba meminta romo selain romo moderator kami... yang pertama ia mengatakan "tidak bisa, lalu ia mengatakan biar romo moderator kamu yang mencarikan penggantinya bukan kamu yang meminta..." sedih rasanya mendengar itu..., lalu kami mencoba romo yang kedua, ia langsung mengatakan "tidak bisa !" tanpa memberi alasan... lalu kami kembali pulang dengan perasaan sangat kecewa... Saya bertanya kepada Tuhan, "Kenapa seperti ini? mengapa saya meminta satu pemberkatan dalam sekali seumur hidup saya saja tidak bisa..."
Kami ingin sekali diberkati oleh romo
Lalu kami kembali kepada romo moderator kami dan kami mengatakan "dua romo
Romo itu mengusulkan kami untuk mencari romo luar saja, tetapi kami langsung menjawab "kami tidak punya kenalan romo luar..". Lalu kata romo itu "biar saya yang coba mencari romo luar". Beberapa hari kemudian romo moderator kami memberikan beberapa nomor telepon romo kenalannya dan kamipun segera menghubungi semua romo tersebut dan diantaranya ada satu romo yang bisa dan katanya kami harus menghubungi romo pimpinannya untuk mengiizinkan romo tersebut, lalu kamipun menghubunginya dan romo pimpinan itu mengizinkan....
Singkat kata, setelah kami berkomunikasi dengan romo yang diizinkan tentang pemberkatan melalui telepon, romo tersebut mengatakan "kalau keempat romo
Tetap dalam lubuk hati kami yang paling dalam kami menginginkan romo
Kamipun pasrah... tapi dengan tuntunan Bunda Maria kami tetap akan berusaha mencari romo santa maria dan kami ingat masih ada satu romo santa maria yang belum kami minta dan dengan rasa takut ditolak karena penolakan sebelumnya, kami akan meminta bagaimanapun jawabannya nanti kami berfikir itu jawaban dari doa kami... jawaban Bunda Maria...
Dalam jadwal misa kami melihat di berita paroki kalau romo yang akan kami minta akan memimpin misa di gregorius, lalu kamipun pada hari minggu itu mengikuti misa di gregorius dan betapa kagetnya kami ternyata yang pimpin misa bukan romo yang kami cari, mungkin romo tersebut bertukar tugas, kami tidak tahu. Pada hari itu juga setelah misa kami langsung menuju
Kamipun menghadap romo tersebut walupun kami hampir mengetahui jawaban romo karena kami tahu romo sudah lebih dulu akan memberkati pernikahan pasangan lain pada hari yang sama dan kami tahu mungkin alasan itu pulalah jika nanti romo menolak kami tetapi setidak-tidaknya kami sudah berusaha semaksimal mungkin.
Dengan rasa dag dig dug... kami mengemukakan niat kami dan kami sudah siap... apapun jawabannya mungkin itu yang terbaik buat kami...
.... dan tanpa kami duga, romo tersebut MENYANGGUPI memberkati pernikahan kami tanpa beban sedikitpun.... ternyata doa kami terkabul... kami yakin itu jawaban Bunda Maria yang kami tunggu... dan romo itu langsung menyuruh kami mempraktekkan janji pernikahan... (asal romo tahu apapun kami lakukan dengan senang hati asal romo mau memberkati kami, itulah suara hati kecil kami pada saat itu)
Ternyata romo tersebut romo yang baru kami kenal adalah romo yang baik, penuh semangat dan bijaksana... romo yang memberikan kami masukan untuk kehidupan yang baru, kehidupan berumah tangga... romo yang dengan sukacita melayani umatnya... romo yang dipilih Bunda Maria untuk kami...
Terima kasih… terima kasih banyak … Romo Edi....
mungkin romo sudah lupa dengan kami... bagaimanapun juga dan sampai kapanpun juga romo sudah menjadi bagian hidup kami karena romo sudah mengisi sebagian ruang hati kami..., kami tidak akan pernah melupakan romo... romo tetap di hati kami dan akan menjadi kenangan terindah dalam hidup kami...
Dimanapun romo berada semoga romo tetap tekun, sabar dan kuat dalam menjalani tugas-tugas berat di kehidupan ini.... Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Bunda Maria akan selalu memberkati romo….
Selamat jalan Romo Edi…. doa kami menyertaimu….
Amin.
With Love’
Neni & Dwi



