"Sesungguhnya barangsiapa percaya ia mempunyai hidup yang kekal"
“Sesungguhnya barangsiapa percaya ia mempunyai hidup yang kekal.”
(Kis 8:26-40; Yoh 6:44-51)
“Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Jika masing-masing dari kita berani mawas diri dengan jujur kiranya kita semua telah memiliki pengalaman ‘percaya atau mempercayakan diri kepada yang lain’ begitu kuat dan mendalam, sehingga kita masih hidup sampai saat ini. Pengalaman tersebut adalah pengalaman masa balita, masa bayi dan kanak-kanak kita, dimana kita sangat percaya pada orang lain, dan tentu saja terutama dan pertama-tama pada orangtua kita masing-masing. Kita disuruh atau diperlakukan apapun atau bagaimanapun tidak melawan dan memberontak, melainkan menyerahkan atau mempersembahkan diri seutuhnya. Maka jika kita berani mengakui atau mengimani pengalaman tersebut berarti kita memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mempercayakan diri sepenuhnya kepada Tuhan, yang menciptakan dan mengutus kita serta percaya kepada Sabda Yesus dan melaksanakannya di dalam hidup sehari-hari. “Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal”., demikian sabda Yesus. Percaya kepada Tuhan berarti juga percaya kepada sesama, maka marilah kita saling mempercayai satu sama lain. Tentu saja agar kita dapat dipercaya oleh orang lain kita harus hidup baik dan berbudi pekerti luhur, hidup dalam dan oleh kasih.”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu” (1Kor 13:4-7), demikian ajaran Paulus perihal kasih, yang kiranya harus kita hayati dalam hidup sehari-hari sebagai orang yang beriman atau percaya..
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->“Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”(Kis
“Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku. Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian” (Mzm 66:8-9.16-17)



