Komunitas Basis a la katolik?
Ada seseorang di suatu lingkungan yg merasa diasingkan.Ga pernah diajak kumpulan atau acara lingkungan.Klo pas ketemu cuma bilang "ikut dong",tapi ga pernah dikasi tau kapan,seperti cuma basa basi aja.Ketua lingkungannya jg cuek bebek.Sampai2 ada umat yg meninggal di lingkungan jg ga dikasi tau.Sampai orang itu harus mencari sendiri dibawa ke rumah duka mana.Pas ketemu dirumah duka jg cuek bebek,pura2 tidak kenal dgn orang itu bahkan berusaha menghindar.Ketua lingkungan jg tidak menyapa atau setidaknya bertanya kabar atau bertanya kenapa tidak ikut kumpulan,dia malah mengambil jarak sejauh-jauhnya.Begitu selesai tirakatan jg mereka langsung buru2 cabut dan menghilang (mungkin takut diminta tumpangan),seolah olah orang itu bukan bagian dari mereka.Jika mereka mendengar sesuatu tentang orang itu,mbo ya didekati dan ditanya ada apa sebenarnya,jgn cuma mendengar gosip.Atas dasar apa suatu lingkungan berhak mengasingkan atau memilah milah seseorang? Apakah hanya lingkungan itu saja? Atau apakah ini yg disebut komunitas basis a la katolik? Bagaimana seseorang bisa ikut mewujudkan komunitas basis atau melakukan pelayanan jika dia diasingkan? Atau sebenarnya kita terdiri dari individual2 yg munafik,hanya saja kita terlalu sombong utk mengakuinya?




Comments
Hmmm...
Ya, hal tersebut juga pernah saya bahas di sini, teman saya pas mau dibaptis, dipersulit dengan ketua lingkungannya yang tidak mau menandatangani surat keterangan dengan alasan temanku tidak pernah aktif di lingkungan dan tidak terdaftar di data mereka. Sama seperti yang Angel tulis, mereka tidak ada tanggapan sama sekali mengenai umat di lingkungannya yang ingin ikut kegiatan lingkungan. Ibaratnya mereka itu pemimpin suatu lingkungan, tapi malah ga ada inisiatif buat mengajak umat di lingkungannya berpartisipasi. Ibaratnya mereka itu gembala, masa dibiarkan domba-dombanya mencari jalannya sendiri, bukannya dibimbing dan diarahkan. Saya sangat kecewa dalam hal ini. Bukannya ga ada keinginan untuk berpartipasi dalam kegiatan lingkungan, kami sudah berusaha untuk menggabungkan diri dan berpartisipasi, tapi masalahnya lingkungan sendiri melihat kami seakan-akan kami bukan kelompok mereka dan jadi diasingkan (ada kegiatan ga pernah dikabari, mesti kita yang mencari tahu sendiri).
Saya minta maaf seandainya ada yang tersinggung dengan pendapat saya ini. Bukannya saya mau menjelek-jelekan mereka, tapi hal tersebut emang nyata dialami oleh teman saya dan saya.
naik banding?
Umat yang tidak diperlakukan secara layak oleh ketua lingkungan, dapat naik banding kepada romo moderatornya atau romo parokinya, agar dapat ditangani secara baik-baik. Tentu dengan demikian romo perlu tahu lingkungan mana dan ketuanya siapa. Kalau tidak diberitahu, romo yang mengangkat ketua lingkungan akan merasa tidak ada masalah. Tidak ada ketua lingkungan yang sempurna, tetapi umumnya ketua lingkungan orang yang terbuka untuk diajak bicara oleh para pengurus lain dan romo moderatornya. Mungkin saja ada satu atau dua ketua lingkungan yang menyulitkan. Setidaknya di wilayah-wilayah saya, para ketua lingkungannya kok baik-baik ya, hehehe
Apa kata dunia..???
" Mungkin saja ada satu atau dua ketua lingkungan yang menyulitkan. Setidaknya di wilayah-wilayah saya, para ketua lingkungannya kok baik-baik ya, hehehe "
weleh2x.. klo ketua lingkungan tidak baik atau ramah kepada Romonya, apa kata dunia toh mo..? bisa gawat dong.hehehehe...
KOMUNITAS BASIS LINGKUNGAN
"Ada seseorang di suatu lingkungan yg merasa diasingkan.Ga pernah diajak kumpulan atau acara lingkungan.Klo pas ketemu cuma bilang "ikut dong",tapi ga pernah dikasi tau kapan,seperti cuma basa basi aja..."
Saya hanya ingin men-Komentari saja bahwa seseorang di suatu lingkungan merasa diasingkan,...pasti ada sebab nya. Mungkin ada baiknya jika kita bertanya pada diri sendiri, mengapa demikian. Perlu saya jelaskan pula seperti yang Romo Eddy sampaikan, sebaiknya bila kita masuk dalam lingkungan yang baru, kita sebagai orang baru WAJIB MENDAFTARKAN DIRI pada ketua lingkungan untuk mencatatkan anggota keluarga kita pada lingkungan yang baru kita masuki. Hal ini untuk menjaga supaya jika terjadi sesuatu yang tidak kita ingini terjadi. Bila hal ini sudah kita lakukan, tetapi masih di "CUEX-in" pasti ada sebabnya. Mungkin kita pernah tidak ada waktu untuk mengikuti kegiatan yang pernah di undangkan kepada kita, atau mungkin juga kita pernah juga men-CUEX in undangan2 kegiatan yang ada di lingkungan kita. Hal ini juga bukan bearti bahwa pengurus ataupun ketua lingkungan membalas dendam pada kita sebagai umat.
..."Jika mereka mendengar sesuatu tentang orang itu,mbo ya didekati dan ditanya ada apa sebenarnya,jgn cuma mendengar gosip.Atas dasar apa suatu lingkungan berhak mengasingkan atau memilah milah seseorang? ..."
Tidak ada satu lingkunganpun yang berhak mengasingkan ataupun memilah umat nya. TIDAK ADA. Sebagi contoh (bukan saya mau memegahkan diri kami ), kami adalah salah satu ketua lingkungan yang dimoderatori oleh Romo Eddy. Sebenarnya kalo boleh jujur, kami pun pernah di CUEX in oleh beberapa umat dilingkungan kami, tetapi kami tetap merangkungkul dan bahkan kami sengaja datang kerumahnya sekedar "silahturahmi" dan bersikap seakan-akan kami merasa fine2 saja. Memang pernah juga dalam kunjungan kami ini, kami masih dicuex-in. Bahkan di judesin dan diduga...pasti mau minta sumbangan..(hi..hi...)
Sebenarnya hal ini tergantung dari diri kita masing-masing. Sebagai contoh juga, dulu sewaktu saya dan suami saya pertama kami masuk dalam lingkungan kami ini, sekitar yahun 2000, pindah dari paroki Bintaro ke SanMar, selama 2 tahun, status kami gantung,.. meskipun kami sudah melapor dan mendaftarkan diri di lingkungan, kami tidak pernah dikunjungi, tidak di beri tahu kalo ada kegiatan lingkungan. Dan bahkan pernah juga kami minta pemberkatan rumah tetapi ditolak dengan alasan tunggu giliran. Baru sekitar tahun 2005, kami baru bisa memberkati rumah kami.
Dan belakangan ini pun , kami pernah melayani umat, yang sudah tinggal di lingkungan kami selama 9 tahu lebih. Keluarga ini katolik, tidak mendaftarkan dalam KK paroki SanMar. Kami tahu kalo keluarga ini katolik dan sudah berulang kali kami ingatkan untuk segara melaporkan dan tiap ada kegiatan pasti kami undang. Namun... tetap tidak ada respon alias di CUEX-in... Sampai pada akhirnya keluarga ini kena musibah, anaknya sakit keras, minta supaya anaknya dibaptis,.. sampai akhirnya anak ini meninggal dunia. Dan bahkan sampai pemakamannyapun kami semua yang urus. Sampai kami merepotkan Romo Eddy.... tetapi sekarang Puji Tuhan, keluarga ini malah aktif di lingkungan.
Jadi, inti nya semua ada pada diri kita sendiri. Perbaiki diri kita dahulu, bukan menyalahkan Lingkunga ataupun Ketua Lingkungan nya. Kalaupun ada ketua lingkungan yang memilah2 dan men-cuex in umatnya,...jangan sungkan2 untuk WAJIB DILAPORKAN PADA ROMO MODERATOR. Sekian terima kasih.
Mohon maaf bila ada yang tersinggung ataupun merasa dalam hal ini. Kami tidak ada maksud apa2. Semua ini hanya untuk kebaikan kita bersama. AminADN
thank you
THANK YOU ALL FOR YOUR COMMENTS
THIS MESSAGE WILL BE DESTROYED IN 5 SECONDS
5
4
3
2
1.................
Qui vos audit,Me audit