BERHALA ? DIGEREJA KATOLIK....
<!--[if gte mso 10]>
<![endif]-->
DITERIMA MENJADI ANGGOTA KELUARGA ALLAH…..
Tampak sekali antusias para peserta yang sedang asyik berdiskusi dalam beberapa kelompok,sebagian ada yang begitu serius mendengarkan jawaban temannya,ada yang sedang sibuk membuka-buka kitab suci,ada yang menulis dan ada pula yang hanya terbengong-bengong menyaksikan aktivitas kawan-kawan dalam kelompoknya. Mereka sedang berusaha menjawab 5 buah pertanyaan yang dilemparkan Rama Sri yanto Sj tentang Sakramen di Gereja Katolik.
Dalam mengawali pengajarannya dalam salah satu session Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) angkatan kelima di Gereja Santa Maria Tangerang pada jumat 16 oktober 2009 lalu Rama Sri sengaja melemparkan 5 buah pertanyaan yang sangat mendasar dan krusial dalam tradisi Gereja Katolik.
Session yang dibawakan Rama Sri tersebut merupakan pertemuan ke 27 dari 31 rangkaian pertemuan yang diadakan di aula lt.3 Gereja Santa Maria Tangerang setiap hari selasa dan jumat,masing-masing pertemuan berdurasi sekitar 2 jam dan biasa dimulai pukul 19.00 wib hingga sekitar pukul 21.15 wib.
Dalam kesempatan tersebut Rama Sri mengemban amanah menyampaikan ajaran tentang Sakramen-sakramen di Gereja Katolik.Metode yang dipakainya cukup mengena,terbukti baru awal acara saja peserta yang sudah langsung diajak berinteraktif mencari informasi baik dari kitab suci ataupun dari sumber lainnya tampak begitu antusias.
Pengajaran tentang Sakramen sendiri sebenarnya sudah disampaikan oleh Rama Sri melalui tulisan-tulisannya tiap minggu di berita Paroki ataupun berita Stasi,tulisan yang disajikan hingga 20 bab tersebut merupakan pengajaran katekisme yang sangat mendasar dan perlu diketahui oleh umat katolik. Pada pertemuan kali ini pengajaran lebih ditekankan pada 3 Sakramen Inisiasi dalam Gereja Katolik,yaitu Sakramen Baptis,Sakramen Ekaristi dan Sakramen Khrisma.
KENAPA DI GEREJA KATOLIK BANYAK SIMBOL????
“Kita secara perlahan-lahan diajak mengenal yang ILLAHI melalui lambang-lambang,”terang Rama Sri ketika menyampaikan jawaban dari pertanyaan yang dia berikan di awal pertemuan.Dalam kesempatan ini dia juga menerangkan tentang betapa kayanya Gereja Katolik,jika di Gereja lain menganut paham Solastikular,yaitu hanya berdasarkan kitab suci,sedangkan sumber Iman Katolik sendiri selain dari kitab suci juga dari tradisi luhur para kudus dan magisterium Gereja.
“Saya baru sadar kalau setiap simbol di Gereja Katolik selalu terdiri dari 2 unsur yaitu material dan formal (berupa kata-kata,penulis),”ujar salah seorang peserta.Peserta diingatkan bahwa setiap simbol benda di Gereja katolik selalu disertai kata-kata,misalkan saat baptisan dengan air pastur pasti berkata”saya membaptis engkau dalam nama Bapa,Putera dan Roh Kudus”,saat Ekaristi selain menggunakan symbol roti dan anggur Rama selalu mengucapkan kata-kata konsekrasi.Di sini jelas sekali bahwa symbol di Gereja Katolik bukanlah sebagai berhala,kata-kata yang selalu disertakan dalam setiap symbol menjadi bukti dan memperjelas maksud dan arah yang dituju dengan symbol tersebut.
PERLUKAH PENCURAHAN ROH KUDUS?????
“Terimalah karunia Roh Kudus,”ucap sandhy,salah seorang perserta KEP ketika menjawab salah satu pertanyaan dari Rama.kalimat tersebut yang diucapkan Uskup ketika menerimakan Sakramen Khrisma.Lagi-lagi Rama menegaskan bahwa symbol di Gereja Katolik selalu disertai dengan kata-kata.
Seperti yang disampaikan Rama bahwa dasar Alkitabiah sakramen Khrisma bisa dilihat di kisah para rasul 2 :1- dan seterusnya,yang kemudian sering kita peringati dalam 9 hari Novena Roh Kudus,maka jelas bahwa Gereja Katolik bukan gereja yang tidak Akitabiah.
“Saat menerima Sakramen Khrisma sebenarnya kita telah menerima karunia Roh Kudus,bahkan uskup sendiri yang menerimakan,”terang Rama Sri di tengah-tengah pengajarannya,”kalaupun ada yang setelahnya Roh Kudus tidak berpengaruh dalam kehidupannya itu karena Roh Kudus tertutup oleh penghayatan kita yang kurang,”lanjutnya.
Menanggapi pertanyaan salah seorang peserta,Rama sempat menjelaskan bahwa kegiatan pencurahan Roh Kudus yang sering diadakan dalam Seminar Hidup Baru Dalam Roh (SHDR) sebenarnya tidak harus,namun lebih ditekankan pada peneguhan/mengenang(mengingat kembali) bahwa Roh Kudus Sudah ada dalam kita,seperti layaknya pembaharuan janji pernikahan.
“sebenarnya Roh Kudus itu sendiri adalah semacam kekuatan yang benar-benar ada dan dimasukkan dalam diri kita atau sekedar semacam komitmen hidup baru saja ya?”bisik salah seorang peserta yang tidak sempat ditanyakan pada Rama.Memang Session tanya jawab dengan Rama tentang seputar kehidupan dan tradisi keluarga Allah selalu menjadi session paling menarik,Sayangnya kesempatan ini jarang ada,padahal terbukti dari pertanyaan-pertanyaan seputar Gereja yang disampaikan Rama jarang sekali ada yang bisa menjawab dengan sempurna.
Session-session tentang Dasar teologi dan tradisi Gereja Katolik bagi sebagian umat ternyata sangat membantu dalam perkembangan Iman mereka dan sebagai beteng pertahanan dalam menghadapi pegulatan-pergulatan dan ajakan dari luar untuk berpindah dari Iman Katolik.Sayangnya kesempatan ini langka,dan masih banyak umat yang ingin dan perlu mendapatkan pengetahuan lebih mendalam tentang Iman katolik.Semoga.(top)



