Fesbuk VS Rosario
Dulu, kegiatan di jalan pulang kerja cuma main fesbuk (baca: facebook) pakai hape. Mengisi waktu luang yang lumayan panjang dari kantor menuju rumah di Patas AC dengan menimpali secara sadis status temen-temen di fesbuk yang masih wajar (meski agak norak) misal status: “Aduh, tadi ujian susah bangettttt. Dasar Dosen ngga berperasaan, ngasih soal susah2!!!!” ditimpali dengan: “Belajar makanya!! Jangan maen fesbuk melulu! Giliran ujian gak bisa, dosen disalahin.” Atau jenis komen sadis yang lebih parah, misal status “Lapeeerrr pengen makan indomie goreng 2 bungkus pake telor ceplok. Yummy….” Dibales dengan komen macam: “Pantes aja banyak penduduk dunia kelaparan..”
Atau malah buat status-status norak sendiri macam “Ampun deh, cewek sebelah gw. Udah sore masih menorrrr aja dandanannya. Berapa lapis tuh bedak ampe tebel gitu??? Ratusan…….” Atau yang ABG macam “Uuuh, cowok yg berdiri depan gw kyuuuuttt (baca: cute) ‘Makhluk Manis dalam Bis’ ” atau masih yang gak guna juga macam “Dasar sopir error!!!!!! Dia kira ini lagi di sirkuit????” hahahahaha…. Memang orang nganggur itu gawat, dimanapun tempatnya termasuk di bis kota.
Masih mending pula udah ada fesbuk yang lumayan menghibur. Sebelum fesbuk nge-trend, kegiatan Juni cuma dengerin lagu-lagu Linkin Park di iPod di skala volume yang cukup merusak telinga, or cetingan (baca: chatting) sama cowok sok cakep yang kemaren sempet kenalan di gereja (biar ‘sok’, yang penting masih ada unsur cakepnya lah) via eBuddy di hape or yang lebih parah lagi, bengong dengan tatapan dan pikiran kosong sambil monyong!
Tapi sekarang Juni punya kegiatan baru yang mungkin menurut sebagian orang termasuk aneh, ekstrim, lebay, dan sejenisnya. Itu adalah berdoa rosario di bis sepanjang jalan pulang (busetttt). Kenapa cuma pas pulang dan ngga pas pergi juga? Karena waktu pergi, Juni pasti melanjutkan molor (baca: tidur) sesi kedua, melengkapi sesi pertama yang dirasa (selalu) kurang. Kenapa doa rosario? Bukan karena juga ini masa Pra Paskah. Pertama, berawal dari Misa Arwah di lingkungan yang dihadirinya sebulan lalu karena menemani (dengan terpaksa) cowoknya yang cerewet yang tiba-tiba ‘angot’ kepingin ikut kegiatan lingkungan, Juni, yang saat itu duduk manyun sambil tigaperempat ngantuk di pojokan dekat pintu masuk tiba-tiba tersadar. Tersadar bahwa hidup ini cuma sebentaran, ngga tau kapan bakal ‘dipanggil’ balik atau di’mutasi’ ke surga (lah iya kalau ke surga. Kalau ke tempat yang satunya lagi itu?????). Akhirnya, Juni memutuskan untuk memanfaatkan waktu-waktu di hidupnya untuk melakukan hal-hal yang baik dan sifatnya mendekatkan diri ke Tuhan. Yah, Juni menyadari bahwa sebenarnya jumlah waktu yang dia pergunakan untuk hal-hal seperti itu belum lah seimbang dengan jumlah waktu yang dia pergunakan untuk kesenangan dirinya sendiri.
Hal ini tentu saja nggak mudah. Jadi, mulailah Juni dengan membaca buku-buku rohani, salah satunya mengenai doa rosario. Tiba-tiba dia jadi iseng mencobanya. Berhubung kalau udah di rumah, niatnya susah terlaksana karena banyak hal-hal lain yang menanti untuk dilakukan (misal baca komik, nonton teve, main gitar, santai-santai, internetan, hihihihihi), maka dia mengambil waktu luangnya selama perjalanan pulang kantor menuju rumah di bis kota (cukup inovatif kan??? Hihihihi). Berbekal rosario model gelang yang minggu kemarin sudah dibawa ke Romo untuk diberkati, dia melakukannya sambil mencoba menghafal doa-doanya satu demi satu. Karena hampir tiap hari ya akhirnya hafal juga. Sementara untuk merenungkan peristiwa gembira, sedih, mulia, terang, dia masih harus sesekali ‘nyontek’ leaflet nya. Tentu saja semua itu dilakukannya secara tidak mencolok. Kayaknya ngga perlu deh, satu bis tau doi lagi doa rosario (hihihihihi).
Bermula dari iseng daripada bête di bis yang kadang suasananya nyebelin, lama kelamaan Juni cukup ‘ketagihan’ doa rosario. Meski kadang-kadang ada tantangannya, misal pengamen yang suaranya super kencang dan mengganggu (mending merdu gitu) atau tiba-tiba ada cowok ganteng duduk di sebelahnya (sumpah, kalau lagi niat doa, mending kakek-kakek aja deh yang duduk di sebelah). Ya, perenungan akan peristiwa-peristiwa itu membawanya ke suasana meditatif yang aneh (jelas aja aneh, lah wong tempatnya itu di atas bis kota yang crowded, hihihi). Hal yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. Ada banyak pencerahan yang dia dapatkan dari perenungan dan doa-doanya. Padahal, tentu saja bagian-bagian kitab suci didalam rangkaian peristiwa-peristiwa itu sudah dibacanya puluhan kali (atau didengarnya lah, hehehe). Namun entah mengapa, ketika dia melakukan doa rosario, peristiwa-peristiwa itu seolah-olah ‘melompat’ keluar dari leaflet doa rosario dan terasa benar-benar hidup. Ada banyak makna tersembunyi yang belum pernah Juni ketahui mendadak terbuka. Kedengaran agak mistis? Yah, begitulah kenyataannya.
Juni nggak lantas menjadi tiba-tiba ‘sempurna’, suci dan so religious. Dia tetap Juni yang biasanya dengan segala kelemahannya. Tapi bukankah melakukan hal-hal baik selalu ada manfaatnya? Menurut gw, boleh juga caranya memanfaatkan waktu yang biasa terbuang percuma di perjalanan. Mumpung belum dipercayakan Tuhan untuk mengendarai mobil sendiri. Yah kalau nanti udah ada boil sendiri, sukur-sukur punya supir biar tetap bisa doa rosario. Kalau nyetir sendiri rasanya ribet juga mau doa rosario. Akhirnya toh rosarionya cuma jadi pajangan yang tergantung di atas dashboard. Yah, bersyukur aja deh untuk setiap kesempatan dan keadaan sekarang, karena selalu ada kebaikan, pelajaran dan hikmah yang bisa didapat, seperti Juni. J
Dari catatan harian seorang teman yang diceritakan ulang dengan perubahan seperlunya. Thanks fren ;)




Comments
perubahan yang positif ya..
menurut g sangat berat bagi kita untuk berubah menuju yg lebih positif, kebiasaan duniawailah yg membuat nya sulit, namun NIAT bisa mewujudkan perubahan itu, bener begitu? hehehe..
Gbu.. ^_^
hebat Nat...
Sebuah narasi yang sempurna dengan kemasan pengalaman pribadi orang yang unik...
Nice post
...emang "inspirasi dari" para arwah yg didoain ada gunanya juga
S'moga cerita tentang si Juni di atas memberi inspirasi baru bagi kita semua untuk (meminjam istilah kolibri) keseimbangan hidup, antara surgawi dan duniawi..
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Aku tahu Engkau sangat mencintaiku, dan itu membuat aku selalu jatuh cinta berulang-ulang setiap ingat Kamu....[riq,2008]
FB mania
hahaha.. ngakak jg gw baca status di FB.. apalagi sama orang2 yg bisa selalu update kegiatannya tiap menit.. tersirat pesan "Gw pake Blackberry lhoo..." hahaha...
- Dimas Hermawan -
life-blog : http://www.duniakecilku.com
YM! : adh2000s
Sangat Menginspirasi
Dear Moderator,
mohon ijin untuk reposting di web kami agar berkat tersebut juga tersebar dalam komunitas kami.
salam,
cahyo hanendyo
http://timpendamping.com
tempat berubahnya ulat menjadi kupu-kupu
mas cahyo,
Silahkan di copy paste bila memang tulisan ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. Namun untuk menghargai sang penulis ada baiknya memberikan link atau referensi nama si penulis kisah diatas.
Salam.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Aku tahu Engkau sangat mencintaiku, dan itu membuat aku selalu jatuh cinta berulang-ulang setiap ingat Kamu....[riq,2008]
rasa kagum
cool