Who's New

cahya
dimas tofler
faizal pandev
kamsri
hndy
natasha irene
Veronica Lina
adykarya
gotry
puruaja
lina butar - butar
Yosephine Kristi Widiyaningsih

Profil

Profil umat Gereja Santa Maria
yss's picture

Romo Tan dan "SANG ANAK KECIL"

Selamat jalan Romo Tan SOE IE, SJ

27 Desember 2008, saya bersama Mas Anton Sumarjana, rekan wartawan Majalah HIDUP datang menemui Romo Tan Soe Ie, SJ di dusun Ponggol, Pakem, Jogjakarta.  

Atas karya-karyanya selama ini, majalah HIDUP menganggap layak, perjalanan hidup beliau dimuat dalam Sajian Utama edisi 25 Januari 2009. Sampai siang hari, romo bersama kami berbincang banyak tentang masa kecil, panggilan membiara, perjalanan karya, pertanian, pupuk dari kotoran cacing dan perkembangan Gereja masa kini. Makan siang bersama romo, tak ada yang istimewa. Nasi, sayur daun singkong, kerecek kulit. Selesai makan siang, saya mengambil foto-foto untuk cover majalah HIDUP. Dengan sedikit bergurau saya memohon romo untuk menggunakan jubahnya. Tak ketinggalan pesan untuk tersenyum saat saya mengambil gambar beliau.

DmZ's picture

"Tuhan telah mengasihi saya dan kasihNya telah saya rasakan"

Antusias dan ramah, itulah yang terlihat di wajah sesosok
pria ketika kami wawancara di rumahnya. Pria tersebut bernama lengkap Liberius
Iskandar atau yang biasa disapa Pak Iskandar. Wajah Pak Iskandar memang tidak
asing lagi di lingkungan Gereja St. Maria Tangerang, karena beliau aktif dalam
suatu kelompok kategorial Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) St. Maria. "Awal
mulanya saya terpanggil dalam pelayanan di gereja ketika saya mulai mengenal
Kristus lebih dekat secara pribadi dalam kehidupan saya dan saat itu saya juga
aktif di kegiatan lingkungan. Tak hanya itu, satu hal yang memotivasi saya
untuk melayani Tuhan, karena Tuhan telah mengasihi saya dan kasihNya telah saya
rasakan dan saya juga ingin membagikannya kepada orang lain supaya mereka bisa
merasakannya," demikian tutur pria berpostur tinggi ini.

DmZ's picture

Romo Yusup Edi Mulyono

"Kalau aku sembuh dari penderitaan ini, saya akan mengabdikan diri untuk Gereja dan sesama."

Siapa sih Romo Yusup Edi Mulyono?

Romo yang belum lama bertugas di Gereja St. Maria, Tangerang ini merupakan pribadi yang unik, murah senyum dan sangat ramah kepada sekelilingnya, kehadirannya dengan kepala botak terlihat berbeda dari Romo lainnya. Anak ke empat dari keluarga petani Bp./Ibu Mardiutomo memperkaya hidupnya dari keberbagai ragam panggilan hidup yang dijalani oleh saudara dan saudari kandungnya. Menurut beliau mereka sekeluarga sangat akrab, bahkan pada saat berkumpul, mereka akan saling bertukar cerita, saling menguatkan dan mendukung panggilan hidup masing - masing.

DmZ's picture

Kulonuwun

Satu pesan Uskup ketika saya ditugaskan adalah, “menjadi pastor adalah sebuah cara untuk berusaha menjadi link – ex officio – antara manusia dan Tuhan.” Lewat banyak doa dan kasih umat tangerang, di situlah saya mau berjuang mengantarai langit dan bumi. Beriman sekaligus berdiam di tengah dunia dengan kepekaan akan tanda-tanda jaman, dan sekaligus menafsirkannya dalam terang kehendak Allah.

DmZ's picture

Seberapa pentingkah pendidikan untuk anda

Seberapa pentingkah pendidikan untuk anda dan saya??? Kebanyakan orang pasti menjawab: “Sangat penting sekali.” Begitu juga dengan seorang bapak yang menganggap bahwa pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting terutama untuk mencapai cita-cita. Ya, beliaulah Ambrosius Yosef Sumidi M.S. atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Sumidi atau Midi, kelahiran Yogyakarta, 5 Agustus 1939. Menurutnya, pendidikan itu sangat penting sekali, karena dengan dibekali pendidikan seseorang dapat sesegera mungkin mencapai cita-citanya. Namun, ada satu syarat, yaitu orang harus melaksanakan pendidikan itu dengan sebaik mungkin. “Pendidikan adalah suatu proses yang panjang dalam kurun waktu bertahun-tahun dan berlangsung seumur hidup, pendidikan itu tidak bergantung tempat dan waktu,” ujarnya.

Syndicate content