Who's New

karindo
paulus haryanto
cahya
dimas tofler
faizal pandev
kamsri
hndy
natasha irene
Veronica Lina
adykarya
gotry
puruaja

SMS Centre SanMar?

heribertus's picture

Berkah Dalem Romo Eddy..

Haloo SanMarista..... Apa Kabar?

Sesuai ajakan Mas Ricky utk mensharingkan tentang bagaimana FollowUp Romo/DP mengenai SMS Hotline yang sudah masuk?? tentunya baik kalo kita angkat dalam artikel ini..

Jadi, saat ini banyak umat yang menanyakan tentang SMS Hotline, apakah masih aktif? yang kenapa selalu tidak ada respon ? (padahal ada juga yang direspon...) siapa yang berhak merespon? Bagaimana umat yang lain bisa mengetahui respon2 tersebut.?? dlsb. Terlepas dari SMS Hotline, sebenarnya saya sudah melihat interaksi yang baik di website ini, di mana
beberapa SanMarista bertanya..kemudian Romo Eddy merespon dengan cepat ! Permasalahannya adalah, masih sedikit umat kita bisa akses internet seperti ini...sehingga umat yang terlibat pun sangat sedikit.

Nah, pada artikel yang saya tulis kemaren, saya merasa perlu adanya SMS Centre di SanMar yang bisa dikelola oleh KOMSOS, sehingga bukan hanya umat yang bisa mengakses internet saja yang terlibat di media ini, namun semua yang mempunyai HP-pun bisa ikut "terlibat"(wah..bisa banyak sekali nanti...). Mungkin yang perlu dipikirkan adalah bagaimana umat yang sudah melakukan SMS tersebut, bisa menngetahui hasil respon dari Romo/DP atau seksi tertentu? Sehingga yang perlu kita pikirkan adalah mekanisme pengelolaannya..menurut saya, KOMSOS bisa mempublikasikan hasil "interaksi-komunikasi" yang terjadi via SMS maupun Web ini dengan berbagai cara..mungkin diterbitkan di majalah Terang, Berita Paroki,
atau kalo memungkinkan dengan buletin tersendiri...(ada usulan lain?) Yang jelas, bagi SanMarista yang sudah masuk di sini pasti bisa selalu memantau..

Hal lain adalah, tidak semua SMS yang masuk perlu mendapat tanggapan, namun tergantung dari tingkat kompetensinya...hal ini juga untuk mengantisipasi banyaknya umat yang akan terlibat.

Dengan SMS Centre ini juga memungkinkan para pengurus DP bisa merespon SMS yang masuk di manapun mereka berada..tanpa dbatasi oleh ruang dan waktu! Permasalahanya adalah belum semua Pengurus Dewan paroki bisa akses internet seperti Romo Eddy, namun hal itu bisa di atasi dengan cara-cara yang bisa kita pikirkan bersama..

Memang mudah menuangkannya...mungkin realisasinya tidak semudah yang kita bayangkan..namun saya yakin dengan kemauan serta niat dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada umat kita, hal ini bisa terwujud...Bagaimana pendapat rekan2 lainnya...mungkin ada masukan??

Terimakasih Tuhan memberkati.

 

Comments

Mario Oscar Titahelu's picture

SMS SANMAR...................

memang benar apa yang u tulis, saya setuju sekali. Itu berarti bahwa pengelola harus lebih meningkatkan ilpeng agar SMS itu dapat terlaksana dan bermanfaat bagi mereka yang memerlukan.

 God Bless U.

edi's picture

KONTRA SMS CENTER

Pak Yus dan Pak Oscar, maaf ya saya tidak setuju atas usulan pak Yus. Itu singkatnya. Karena saya disapa dan disebut-sebut nama saya, saya menanggapi masalah ini, dan berikut ini penjelasan panjangnya. SMS Hotline sudah tidak aktif lagi karena tidak ada yang mengirim, dan kalau
mengirim tidak banyak yang bermutu pertanyaannya (seperti jadwal misa), tidak
banyak mendorong perubahan ke perbaikan dengan usul dan solusi yang bermutu. SMS
Hotline ini adalah ide dari pastor kepala yang pernah merasakan manfaatnya
ketika menjadi pastor kepala di Kotabaru, dimana banyak ide, usul, dan solusi
yang masuk ke SMS Hotline walaupun paroki ini didominasi para mahasiswa (atau
mungkin karena didominasi para mahasiswa?). Hanya yang bermutu usulan dan
pertanyaannya, dan ini wajar karena keterbatasan waktu yang dimiliki beliau. Jangan
dikira membalas SMS itu tidak menghabiskan waktu, apalagi kalau harus memikir
jawaban yang tepat dan benar atau menanggapi secara tepat dan benar. Karena ini
HP dari Pastor kepala, dengan ide dari pastor kepala, dengan biaya dari pastor
kepala, ya yang berhak merespon pastor kepala. Tidak semua respon harus
diketahui umat yang lain, karena pastor juga terikat dengan soal kerahasiaan
untuk masalah dari orang tertentu yang bukan public. Demikianlah salah satu
ciri pelayanan pastoral, ada banyak yang sering confidential.

Mengambil suatu sarana harus jelas tujuannya, dan biaya yang dikeluarkan
harus imbang dengan apa yang dihasilkan. Prinsip Ekonomi ini menjadi amat
penting ketika kita menggunakan sarana dengan biaya dari pihak public, bukan
pribadi. Kalau biaya pribadi, urusan pribadi. Kalau biaya public, termasuk maka
harus bisa dipertanggungjawabkan. Demikian pula dengan usulan mengenai SMS Center:
Tujuannya apa? Apakah produk yang dihasilkan imbang (atau bahasa jawanya CUCUK)
dengan biaya yang dikeluarkan? Kalau tujuannya adalah untuk komunikasi antara
umat dan dewan paroki secara bermutu dan tidak spontan-spontanan sehingga ide
atau pertanyaan sungguh dipikirkan matang, maka SMS Center
ini tidak cocok. Kalau tujuannya sekedar komunikasi dengan isi kurang bermutu
dan spontan-spontanan, biaya yang dikeluarkan tidak imbang dengan hasilnya. Biaya
ini bukan hanya mesin yang dibutuhkan yang harganya jutaan, tapi juga tenaga,
waktu, perhatian, untuk menanganinya.

Paling mudah memang mengeluarkan ide, lalu mempersilahkan orang lain atau
lembaga lain mengerjakan (dengan bulletin atau SMS Center
oleh Komsos). Tetapi mengerjakan itu membutuhkan biaya, waktu, tenaga,
perhatian yang tidak sedikit. Saya merasa bahwa biaya ini tidak imbang dengan
hasil yang akan kita peroleh sebagaimana dialami dengan adanya SMS Hotline. Oleh
karena itu saya tidak setuju adanya ide SMS Santa Maria
Center atau bulletin lain
selain. Untuk usulan, saran, pertanyaan,
yang bermutu dan tidak spontan-spontan saja, umat bisa memanfaatkan kotak
saran, website, dan majalah. Ini sudah lebih dari cukup dan menghabiskan banyak
biaya, entah uang, energi, waktu maupun perhatian. Yang tidak familiar dengan
website (saya check dengan dimas, tiap bulan ada lebih dari seribu unit computer
yang menghubungi website santa maria),
bisa memanfaatkan kotak saran atau majalah. Yang tidak familiar tiga hal itu,
bisa memanfaatkan jalur perbincangan langsung dengan dewan paroki, entah
pengurus harian, entah anggota dewan inti serta Pleno. Dewan Paroki tidak hanya
berisi pastor.

Untuk pertanyaan dan usulan atau kritik yang bermutu, selama ini sudah
dipilih orang Komsos, terutama subseksi majalah TERANG, dan diterbitkan dalam
majalah kita. Kalau kita mau menerbitkan semua hal yang terjadi dalam dua
bulan, tidak akan cukup ruang dan akhirnya majalah atau berita paroki hanya
menjadi sampah.

Ada banyak
pertimbangan mengapa orang memilih suatu sarana untuk dipakai, ada banyak
pertimbangan mengapa orang tidak memilih suatu sarana. Saya lebih suka memilih
menggunakan website dan internet untuk komunikasi dengan banyak orang, sesuai
dengan kemampuan dan ketersediaan waktu. Ada
romo lain yang cukup dengan Berita paroki dan SMS Hotline, karena ketersediaan
waktu di sela-sela mengelola managemen paroki. Ada yang lebih memilih kontak personal
daripada yang kontak yang personal seperti website. Saya menghargai semua
pilihan yang menurut saya baik. Ketika saya sedang dua jam menuliskan tanggapan
terhadap sebuah pertanyaan atau pernyataan untuk website, saya tidak bisa bicara
personal dengan orang lain. Ketika saya atau teman saya sedang berbicara secara
personal, saya atau teman saya berarti tidak bisa menanggapi pertanyaan penting
yang mungkin sedang dipostingkan oleh orang lain.

adit's picture

Romo Yang Baik.....

Romo Edy yang baik.....saya adalah salah satu umat di Sanmar.....saya setuju pendapat Romo, dari pada menggunakan SMS, lebih baik menggunakan website ini. dan saya ingin menyakan soal toko paroki, dimana saya lihat beberapa bulan ini paroki tutup, padahal toko paroki itu penting untuk kepentingan umat. apakah jika saya memerlukan alat-alat rohani harus ke gramedia atau saya harus ke toko paroki lain?? (saya rasa tdk efektif, itu sama saja saya hrs pindah ke paroki laen donk.....) saya tanya kepada pengurus toko, katanya ada stock opp name. menurut perhitungan saya, seharusnya stock opp name tidak memerlukan waktu begitu lama, karena saya tiap bulan melakukan  stock opp name di tempat saya bekerja, dan saya tau kira2 berapa lama waktu yang di butuhkan untuk stock opp name. saya lihat barang2 di toko tidaklah terlalu banyak.

mohon kejelasan untuk hal ini mo.....karena saya sebagai umat agak kesulitan dalam mencari barang-barang rohani, kadang hanya di toko paroki sanmar yang jual barang yang saya inginkan.bukan saya saja yang mengeluhkan hal ini, teman-teman saya, saudara-saudara saya (bahkan pernah saudara saya dari paroki agustunus datang ke gereja sanmar selain ikut misa, karena dia ada keperluan membeli sesuatu di toko yang kebetulan adanya hanya di toko paroki sanmar, dia harus kecewa, karena sudah 4 x dia balik ke sanmar tp toko tetep tutup, tiap di tanya ke pengurus jawabnya selalu sama, STOCK OPP NAME, sepertinya tidak perlu memerlukan waktu begitu lama dhe....). mohon kejujuran dari pihak gereja, janganlah umat paroki selalu di bohongi.....(maaf jika saya agak kasaar.....tapi saya liat realita....). saya lihat di paroki ini banyak sekali kebohongan2 yg tjd ( jika ada yg merasa, mohon koreksi diri).

terima kasih....semoga SENTUHAN KASIH ALLAH MENYERTAI KALIAN.....

Tuhan Memberkati......

 PS : mudah-mudahan kritikan saya ga di DELETE dan di masukin ke RECYCLE BIN.....^.^