Who's New

Jovay
m3n1ck
doni
antonius eka
vina
huller_bastian
pesonamml
Santoso
oLendo kwok
domingos neves
Erwin S.
Coco

SSSST!!!! "AWAS ADA MALING!!!!!!"

top's picture




Ketika mendapati seorang perempuan sedang dihakimi orang banyak karena kedapatan berzinah Yesus berkata "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”

Setelah mendengar perkataan itu satu persatu dari mereka pergi dan tak ada seorang pun yang melempari.

***

SSSSSST!!! “AWAS ADA MALING”

Suatu ketika ada seorang pencuri motor yang tertangkap oleh masa,masa yang berkerumun bersiap-siap akan menghakimi pencuri tersebut,ada yang akan melempar dengan batu,ada yang bersiap-siap memukulkan palu besinya,ada juga yang bawa skop,pentungan kasti,stik golf,stik drum bahkan ada wafer stik.Ketika orang banyak bersiap-siap menghantamkan apa yang dibawa masing-masing,tiba-tiba ada seseorang yang berteriak” tunggu dulu,jangan menggunakan kekerasan,”ucapnya

“tapi maling ini sudah keterlaluan,sudah banyak korbannya,”bantah salah seorang lagi

“iya kita habisi saja,”sahut salah seorang lagi.

“setuju,habisi dia”teriak orang banyak,

Lalu dengan lembut salah seorang lagi berkata sambil bersujud dan menuliskan sesuatu di tanah”barang siapa diantara kalian yang tidak berdosa silahkan memukulnya terlebih dahulu”

Ketika dia terbangun dari sujud orang banyak sudah pergi meninggalkan pencuri tadi dalam keadaan sekarat dan penuh bekas pukulan.

***

Cerita tentang maling tadi cuma bohongan,tapi kalau cerita tentang Yesus diatas,yakinlah sumpah,aku percaya 100 persen beneran.Setelah membaca 2 cerita diatas kita mengerti kan perbedaannya.Saat Yesus yang berkata "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu”,maka semua orang pergi dan tidak ada seorangpun yang melempari perempuan tersebut.Tapi ketika orang lain yang ketemu sang maling di cerita kedua tersebut yang berkata,walaupun dibela-belain bersujud segala macem,tetep aja kaga ada yang peduliin dan terus saja memukuli sang maling.Kenapa ya????

Ada banyak kemungkinan,karena Yesus adalah Tuhan,iya benar.karena Semua orang pada masa Yesus tersebut sadar mereka pasti pernah melakukan kesalahan,benar juga.Karena yang deket-deket dengan si maling tersebut bukan Yesus,iya sangat benar,lantas apa hubungannya?hehe.Karena orang yang memukuli si maling tersebut tidak berdosa,ahh,kaga juga???kan yang ngarang cerita aku,,bisa saja aku bilang orang-orang yang memukuli tersebut adalah koruptor atau lusifer sendiri,atau aku sendiri,yakinlah sumpah,kalau aku sudah pasti berdosa,hehe,iya jujur nih,,aku penah nyuri mangga tetangga nih,pernah ngembat singkong di kebun tetangga,jadi kalau kebetulan yang baca tulisan ini Rama,sekalian deh ma,aku mau ngaku dosa dan mohon penitensi yang berguna.

Waduh jadi bingung nih,sebenarnya mau to the point aja,tapi jujur susah,malah ngelantur.Mmm,gini aja deh.Dari tulisan ini aku Cuma pengen nyampaiin 2 hal,tapi ini cuma murni pemikiran aku sebagai anak yang lagi belajar aja,jadi kalau ada salah tolong segera dikoreksi,tidak usah sungkan-sungkan.Pertama,pada saat sekarang ini aku banyak menjumpai pengkotbah-pengkotbah yang menurut pandangan saya cuma sekedar meniru dan menyampaikannya secara mentah-mentah sehingga terkesan tidak relevan dengan kenyataan saat ini disekitar kita,mohon maaf bukan bermaksud menghakimi atau menyalahkan,Cuma sekedar pemikiran seorang anak yang masih sangat muda baik Iman ataupun usianya.

Mmm,maksudnya?Misalkan,dia sudah sering mendengar tentang Yesus,sering mendengar sharing-sharing Iman orang-orang yang benar-benar sudah mengalami perjumpaan secara Pribadi dengan Yesus,mengetahui kata-kata filosofi hasil pemikiran filsuf-filsuf besar.Dan orang tersebut merasakan bahwa apa yang dikatakan orang-orang besar tersebut benar,baik dan masuk akal.Walau padahal dia sendiri(orang yang tadi mendengar/sang pengkotbah yang meniru) belum pernah merasakan secara pribadi pengalaman seperti apa yang dialami tokoh-tokoh besar yang dia tiru tersebut.Tapi mereka sudah dengan lantang bercerita tentang Kasih Tuhan,sudah dengan lantang mengobar-ngobarkan kata-kata motivasi,sehingga terjadi kerancuan.Apa yang dikatakannya tidak relevan dengan kenyataan,apa yang dikatakannya tidak sesuai dengan kehidupannya,sehingga justru malah membuat orang lain meragukan ajaran ataupun falsafah hidup dari sang Guru yang sebenarnya.Kurang lebih seperti itu,kalau ada yang memahami dan mempunyai kata-kata yang lebih tepat untuk menyampaikan,mohon koreksinya.

Atau gini aja,menurut kemampuan saya menerima informasi dari luar,saya menemukan 3 macam alasan kenapa orang berfilosofi.

  1. Pertama,orang yang sepanjang hidupnya selalu atau yang sedang mengalami ketidak beruntungan yang terus menerus.Jadi untuk menghibur diri atas ketidakberuntungannya kemudian dia membuat kata-kata pelipur lara,seperti lebih baik miskin tapi bahagia dari pada kaya tapi menderita,kata-kata tersebut muncul karena memang dia sedang mengalami kesulitan ekonomi.Coba kalau dia punya banyak uang,dia akan bilang kekayaanku ini adalah anugerah dari Tuhan,lihat ini karena saya percaya akan rancangan Damai sejahtera Allah Bapa di Surga,makanya Tuhan memberi saya berbagai kelimpahan,Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: “Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."hehe,,lain kan??mau tahu contoh penganut alasan yang pertama ini,contohnya adalah aku sendiri pas lagi bokek atau lagio patah hati,,hehe..

  2. Kedua,orang yang baru saja mendengar kotbah atau baru saja mengikuti seminar motivasi.Karena kotbahnya menarik,kata-kata dalam seminar cukup masuk akal jadi dia terpengaruh/terprovokasi.Dan karena naluri orang biasanya ingin selalu berbagi dengan sesama,maka dengan lantangnya dan semangatnya dia berusaha menyampaikan apa yang baru saja dia dapat kepada orang-orang disekitarnya.Padahal pemahaman dia dan orang-orang disekitarnya tentang apa yang baru saja didapat lain,nah mulai muncul masalah disini,biasanya akan dibilang sok lah dan sebagainya.Nah,orang yang saya maksud dalam bahasan cerita diatas kurang lebih adalah orang dalam kelompok ini.Contohnya,saya sendiri yang baru saja ikut persekutuan Doa atau baru saja membaca bukunya Pak Mario Teguh.

  3. Yang ketiga,orang yang benar-benar telah menemukan peng-actualisasian diri,sudah benar –benar mendedikasikan hidupnya sesuai panggilan jiwanya,dapat mencurahkan seluruh kreatifitasnya dengan senang,sudah benar-benar menemukan makna dan hakekatnya berada didunia sehingga merasa terpanggil untuk membantu orang lain mencapai tingkat spiritual seperti yang dialaminya secara langsung.Contoh orang ini yang jelas bukan saya,coba lihat kahlil Gibran,anthony de millo,Mahatma Gandhi,dan masih banyak tokoh-tokoh lainnya,mereka tidak perlu berteriak-teriak ingin mengajarkan orang lain tentang apa yang dia dapat,justru secara otomatis orang lainlah yang berusaha ingin belajar banyak padanya.

 

Kurang lebih itu hal pertama yang ingin saya sampaikan melalui cerita diatas.Hal kedua yang ingin saya sampaikan sebenarnya adalah kekuatiran saya pribadi akan dunia sekitar saat ini.Saya khawatir jika semakin hari orang semakin tidak bisa mengakui bahwa dia sebagai manusia pasti pernah melakukan kesalahan atau dengan kata lain tidak sadar kalau salah,itu kekhawatiran pertama,sedangkan yang kedua,lebih gawat lagi jika walau sebenarnya kita tahu bahwa salah,tapi tetap saja tidak mau mengakui bahwa itu salah.

Pandangan saya ini bukan tanpa alasan,saya sering kali memperdebatkan sesuatu yang sebenarnya sederhana tapi untuk alasan akan pengakuan-pengakuan tertentu,permasalahan tersebut dibuat ruwet.Yang tidak kalah membingungkan adalah ketika menemui orang-orang yang sulit/keras kepala yang berusaha merubah tatanan yang sudah ada padahal secara logika umum apa yang mereka lakukan itu tidak benar,tapi karena dasar yang tertanam dalam diri mereka cukup kuat sehingga dengan tanpa mau merefleksikan diri kemudian mereka melakukan segala hal tidak perduli itu merugikan atau tidak selama mereka yakin itu benar menurut mereka,tetap saja mereka lakukan.Mudah-mudahan kekhawatiran saya tidak benar..