Who's New

Jovay
m3n1ck
doni
antonius eka
vina
huller_bastian
pesonamml
Santoso
oLendo kwok
domingos neves
Erwin S.
Coco

DAMAI DAN PERSAUDARAAN

ole's picture

HEMBUSKAN NAFAS CINTA KASIH DAN PERSAUDARAAN.......

Bila saja setiap orang dengan ikhlas dan tulus membuka mata hati dan
pikirannya untuk menjunjung tinggi cinta kasih dan persaudaraan,
niscaya damai dan sukacita surgawi akan menyentuh bumi.

Mampukah kita juga mengikis kedengkian, kesombongan dan kecurigaan yang
membuahkan permusuhan?. Kaum muslim adalah saudara saya juga, begitu
juga yang Hindu, Budha, Protestan atau apapun iman dan kepercayaan seseorang..... Seorang Samaria sejati tidak peduli siapa yang
tergeletak di jalan, tangannya terulur oleh dorongan tulusnya cinta
kasih dan persaudaraan yang mengakar di hatinya. Mampukah kita
mengibarkan bendera atas nama kasih diatas podium kebencian dan
kecurigaan?.

Terima kasih kepada saudara-saudara Muslim di Qatar yang memiliki
semangat persaudaraan, semoga Tuhanku berkenan mencurahkan rahmat yang
berlimpah kepada saudara sekalian dan kepada seluruh negeri Qatar.
Kiranya bumi yang indah ini cukup luas untuk kita hidup berdampingan,
menghirup udara yang sama dibawah sinar mentari yang sama. Kami
merindukan semangat yang sama seperti ini tumbuh subur di persada
Nusantara ini. Amin.
Berikut ini berita yang saya cuplik dari Kompas.
Emir Qatar pun Izinkan Gereja Berdiri


KARIM JAAFAR/AFP/Getty Images

Gereja Pertama - Gereja Katolik Santa Maria di Qatar saat misa pertama sekaligus peresmiannya.

Artikel Terkait:
Minggu, 16 Maret 2008 | 10:19 WIB

QATAR, MINGGU - Ribuan umat melakukan ibadat di
gereja Katolik pertama yang ada di salah satu negara Teluk, Qatar,
Sabtu. Perayaan ibadah berlangsung selama sekitar 5 jam di gereja itu
yang dibangun dengan biaya sebesar 15 juta dollar AS (sekitar Rp 138
miliar).

Ini kali pertama di negara Islam tersebut sebuah gereja
diakui eksistensinya. Bahkan di dekat gereja Katolik itu tengah
dibangun empat gereja untuk umat Kristen dari beberapa denominasi.

Pengakuan
eksistensi itu merupakan kebijakan resmi dari penguasa Qatar, Emir
Sheikh Hamad Bin Khalifa Al-Thani. Sang Emir sendiri yang menghadiahkan
lahan untuk gereja-gereja itu di ibukota Qatar, Doha.

"Saya
menyampaikan salam khusus dari Paus Benediktus XVI kepada Emir. Tanpa
hadiah dari beliau yang indah ini kepada umat Katolik, jelas kita tidak
akan pernah bisa berkumpul seperti ini," tutur Kardinal Ivan Dias,
utusan khusus Paus Benediktus XVI, dalam acara peresmian gereja
tersebut.

Pengakuan eksistensi agama Kristen di negara tersebut
tak lepas dari fakta populasi manusia di Qatar. Jumlah orang yang
tinggal di negeri kaya minyak tersebut sebanyak 70 persen-nya adalah
orang asing (ekspatriat). Mereka adalah pekerja di bidang perminyakan,
dan sektor lainnya.

Dari jumlah orang asing itu, sekitar 150.000
orang beragama Kristen, dari beragam aliran. Dari jumlah itu
diperkirakan sekitar 90 persen-nya beragam Katolik yang berasal dari
Filipina, India, dan negara lainnya.

Pengakuan atas keragaman itu juga tak lepas dari upaya Qatar dalam berjuang menjadi tuan rumah Olimpiade 2016. (AP)

"DAMAI DI BUMI SEPERTI DI DALAM SORGA"