Kabut pagi yang menutup jalan dan puncak
sebuah bukit mulai menipis,mulai tampaklah puncak gunung Ciremai.satu per satu
mulai kukenali wajah-wajah teman seperjalananku.Diantara mereka ada sesosok
yang unik dan menarik perhatian lebih dariku.Memang dari semalam aku sudah
memperhatikannya,saat terlelappun wajahnya sangat mempesonaku.
Gerimispun menyertai perjalanan
kami,udara segar semakin menambah semangat kami menapaki jalan yang semakin
menanjak.Sampai juga kami di awal rute jalan Salib.Di bawah atap yang terbuat
dari anyaman daun pandan bercorak khas jawa barat kami beteduh,sejenak
kupandangi patung Hati Kudus Yesus yang disemayamkan di atas kayu berukir
bunga-bunga motif khas sunda,serasa hidup di jaman Yesus,perasaanku pada waktu
itu,teduh,nyaman,penuh aura kasih.