Who's New

Jovay
m3n1ck
doni
antonius eka
vina
huller_bastian
pesonamml
Santoso
oLendo kwok
domingos neves
Erwin S.
Coco

Aromanya Begitu Menggoda

DmZ's picture

Pernakah terbesit di dalam pikiran kita pada saat mencium aroma masakan yang baru saja matang? Wah… mungkin akan menggugah selera kita dan akan membuat perut kita menjadi lapar, dan mungkin dapat membuat kita tidak berkonsentrasi dengan pekerjaan yang sedang kita lakukan. Tapi apa jadinya, apabila hal tersebut yang kita alami selama mengikuti Perayaan Ekaristi yang ada di Gereja ini. Bagaimana kita sebagai umat-Nya menghadapi hal yang seperti ini?

Perayaan Ekaristi adalah sebuah peristiwa suci, karena kita sedang berbicara dan memuliakan kebesaran serta kasih-Nya kepada seluruh umat manusia. Oleh karena itu kita sebagai umat-Nya harus benar-benar khusuk dalam menyambut perayaan tersebut tanpa adanya gangguan.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan pada lingkungan sekitar kita sebelum kita merayakan Ekaristi. Hal pertama adalah tentang masalah kebersihan yang mungkin selalu menjadi permasalahan, bukannya hanya di lingkungan tempat kita beribadah tapi bahkan di lingkungan kita hidup sehari-hari. Mungkinkah kita merasa nyaman dalam menyambut perayaan Ekaristi jika lingkungan sekitar kita kotor dan berantakan. Seperti kita ketahui bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Hal ini juga sudah pernah kita singgung dalam edisi sebelumnya.

Hal kedua adalah menyangkut tentang kebiasaan buruk para orang tua. Diharapkan bagi para orang tua sebaiknya untuk memberi makan kepada anak-anaknya sebelum merayakan Ekaristi agar tidak menggangu umat yang lain pada saat perayaan Ekaristi sedang berlangsung, anak-anak pun dapat turut merayakan Ekaristi bersama orang tua mereka dengan khusuk, seperti apa yang kita inginkan selama ini.

Hal ketiga adalah hendaknya kita mematuhi tentang adanya himbauan yang telah diucapkan oleh Ibu Ketua WK Gereja Santa Maria, agar tidak membeli apapun di kantin selama perayaan Ekaristi berlangsung. Dalam prakteknya banyak umat yang berbelanja makanan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk anaknya pada saat Perayaan Ekaristi berlangsung. Ada baiknya jika kita belajar bertenggang rasa terhadap umat  lain dengan  mematuhi aturan gereja mengenai tata cara mengikuti Perayaan Ekaristi maupun adat ketimuran yang ada sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, hening dan khusuk dalam Perayaan Ekaristi.

Dengan menghargai orang lain berarti kita juga menghargai diri sendiri, dan dengan sendirinya kita juga menghargai tujuan kita merayakan Ekaristi yang suci tersebut. Semua ini dapat kita lakukan jika kita niatkan dan biasakan sedikit demi sedikit. Mari jadikan gereja tempat untuk beribadah yang nyaman untuk semua umat .(nk)