Who's New

cahya
dimas tofler
faizal pandev
kamsri
hndy
natasha irene
Veronica Lina
adykarya
gotry
puruaja
lina butar - butar
Yosephine Kristi Widiyaningsih

Tentang Gereja Santa Maria

Gereja Santa Maria

Jl. Daan Mogot No. 14
Tangerang 15111, Banten
Telp : (021) 5523169, (021) 5583745
Fax : 5521044
E-mail : redaksi_terang@santamaria.or.id

Dewan Paroki (2007 - 2010)

Ketua : Pastor M. Sriyanto, SJ
Wakil Ketua : Ch. Robert Chandra
Sekretaris I : Hr. Yusatma Istiardi
Sekretaris II :Thomas Surjadi
Bendahara I : S. Sutamsin
Bendahara II : Johan Irwan
Anggota : Pastor Toto Yulianto, SJ
Pastor Yosephus Edi Mulyono, SJ
Pastor Felix Supranto, SSCC
Bapak L. Eka Cahya
Bapak Antonius Y. Sugiman

Di belakang Layar KOMSOS

Membicarakan KOMSOS, mungkin banyak yang tidak mengerti bagaimana KOMSOS itu bisa bergerak. Bahkan secara umum banyak umat yang belum mengenal secara pasti, siapa saja “makluk-makluk” yang menjadi motor, roda dan bahkan rantai pengeraknya. Untuk itu, dalam liputan khusus edisi seksi Komunikasi Sosial kali ini, majalah Terang akan mengulas lebih dalam profil-profil anggota KOMSOS, baik yang terlibat di majalah Terang, Perpustakaan Putera Budaya, dokumentasi, maupun seksi tugas khusus. Seksi-seksi Itu adalah buah-buah dari KOMSOS yang memudahkan kita mengenali KOMSOS. Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang KOMSOS dan siapa saja penghuni di dalamnya, berikut ini di paparkan sedikit profil mengenai mereka, yang masih terlibat aktif dalam KOMSOS sampai dengan saat ini.

Dimas
Komputer kamu rusak atau hang?? Atau ingin tahu lebih banyak lagi tentang programing, cari saja Dimas di markas Terang setiap selasa jam 19.00 wib. Di sanalah cowok yang bernama lengkap Antonius Dimas Hermawan ini mangkal. Cowok yang lahir di Klaten 11 Juni 1981 ini memang ahli di bidang teknologi informasi. Tak heran bila di KOMSOS, doi-lah pemegang tongkat penggerak media elektronik dalam hal ini website gereja St. Maria Tangerang. Dengan berbagai keahlian disain grafis dan coding, cowok yang juga hoby fotografi ini berhasil mengembangkan website www.santamaria.or.id menjadi menarik untuk dikunjungi. Kiprahnya di KOMSOS berawal dari pertemuannya dengan Ricky bewok 2 tahun lalu. Ketika itu ia diajak untuk mendalami ilmu fotografi dan disain di majalah Terang. Tak heran bila cowok jebolan universitas Bina Nusantara jurusan teknik informatika ini pun terlihat sibuk di majalah Terang sebagai layouter.
Ketika bergabung di Terang, Ia melihat bahwa Terang adalah sekelompok remaja yang mempunyai aktivitas yang sangat dinamis, dimana aktivitasnya tidak hanya mencari berita dan melayout majalah, tetapi aktivitas yg penuh kreatifitas dan enerjik. Selama tergabung dalam KOMSOS sub seksi majalah Terang, banyak suka dan duka dialaminya. “Sukanya yang pasti banyak, karena anak Terang kebanyakan punya semangat yang tinggi, maka kita sering diberikan tugas oleh sie KOMSOS. Nah, dari tugas itu kita bisa lebih bertambah akrab dan semakin bertambah ilmu kita. Dukanya, sekarang saya menjadi salah satu team layouter, jika musim terbit tiba, pasti kerja sampai tengah malam. Masalahnya, kalau malam hari cari makan itu susah. Kalau pimpronya tanggap sih pasti sudah dibeliin makanan, tapi kalau pimpro-nya gak tanggap, paling kita cuma dikasih duit untuk beli sendiri. Nah gimana mau beli makanan kalau kita sendiri sibuk layout, akhirnya… mie lagi.. mie lagi...”, katanya bercanda. Ke depannya, cowok yang sedang membangun karier sebagai system engginer ini agar berharap makin banyak lagi kaum muda yg dapat bergabung dalam KOMSOS khususnya majalah Terang. “Mungkin suatu saat Terang bisa membuat suatu acara "pencarian bakat" di Gereja Santa Maria, untuk merekrut kaum muda yg berbakat baik dalam bidang jurnalis, disain, layout dan fotografi. Atau setidaknya kita bisa mendapatkan kaum muda yang mempunyai semangat juang yang tinggi dan mau belajar di Terang”. Katanya dengan penuh harap.

Gonte
Bila ada yang tertarik bergabung di majalah Terang, maka carilah cowok yang satu ini. Karena di pundaknyalah tampuk kekuasaan majalah Terang dipegang. Lahir dengan nama lengkap Julius Margono Teguh, cowok jomblo berkaca mata minus ini ternyata seorang yang jenius dan menjadi salah satu andalan majalah Terang. Berbagai topik seru seputar iman dan teologi Kristiani cukup banyak terulas olehnya dalam topik warta iman dan liputan khusus. Kiprahnya di majalah Terang dimulai dari tahun 1999, dimana saat itu ia masih menjadi penulis lepas bagi majalah Terang. Namun seiring perjalanan waktu, cowok yang biasa disapa Gonte ini memutuskan untuk fulltime terjun dalam majalah Terang. ” Itu juga akibat penetensi dari Romo Bonie Payong, SScc,” tutur cowok kelahiran Tangerang 21 Mei 1977 ini.
Kontribusi yang cukup banyak dan positif bagi majalah Terang akhirnya membawa cowok yang sedang menyelesaikan skripsinya di Sekolah Tinggi Filsafat N. Driyarkara jurusan filsafat sosial ini dipercaya menahkodai majalah Terang hingga saat ini. Motivasinya bergabung dengan majalah Terang cukup aneh, yaitu dari iseng akhirnya ketagihan.
Mengenai kesan yang ia dapat selama menjadi pemimpin Terang adalah solid, fraternitas tercipta, sedikit militan, totalitas, eksplorasi ide dan masih banyak lagi. ”Komplit dengan segala macam dinamika yang ada didalamnya,” katanya menjelaskan. Selain itu sebagai seorang pemimpin, tentu ada suka dan duka yang ia rasakan. ”Kalau sukanya sih banyak banget, sedang dukanya, kalau saat jualan majalah selalau kebagian misa pagi...sendirian pula,” katanya melanjutkan. Namun demikian ia merasa bahwa di majalah Terang, hubungan antar personal sangat akrab dan bergairah. Lalu apa sih harapannya ke depan, ”Bisa menjadi Pemred majalah terkenal.....”, amin..amin...kita doakan saja ya.

Hendry
Anda tertarik jadi model atau bintang iklan? Ini dia kesempatan emasnya. Kenalilah cowok smart yang satu ini. Dijamin, berbagai pose menarik dan indah akan dihasilkan buat anda dari balik lensa kamera kesayangannya. Cowok tinggi tegap ini memang punyai bakat dan potensi yang sangat besar dalam bidang fotografi. Maka itu tidak salah bila posisi fotografer tak pernah lepas darinya dalam struktur organisasi majalah Terang. Selain itu, ia juga menjabat sebagai koordinator sub-seksi dokumentasi KOMSOS. Cowok kelahiran Pontianak, 07 Juni ini mengaku bergabung dengan majalah Terang karena minat yang sangat besar untuk melayani Tuhan dengan segala talenta yang dimiliki. “Saya merasa bangga bisa bergabung di Terang dan dapat berada di dalamnya. Majalah Terang telah menjadi tempat yang baik untuk pengembangan minat terhadap media”, katanya penuh semangat. Pengakuan ini sangat sejalan dengan motivasinya yang ingin menyalurkan bakat yang dimilikinya bagi kepentingan Gereja.
Setelah lima tahun berada dalam komunitas majalah Terang, cowok yang bernama lengkap Timotius Hendry Liu atau yang akrab dipanggil Hendry ini telah cukup merasakan berbagai suka dan duka. Selaian rasa bahagianya karena telah banyak mengetahui hal-hal baru dalam majalah Terang, ia juga merasakan capeknya menunggu pembuatan majalah yang cukup menyita waktu. Namun baginya, semua itu tidak menjadi masalah, karena dalam komunitas majalah Terang ia merasakan interaksi yang sangat baik antar sesama anggota, yang bahkan bagi cowok yang gemar baca buku dan camping ini, layak disebut keluarga besar. Ke depannya ia berharap agar majalah Terang dapat lebih berkembang lagi, bisa terbit setiap bulan dan kalau bisa jumlah halaman bisa dibuat lebih tebal lagi.*rp

Redy
Disain dan tampilan majalah Terang dewasa ini telihat semakin apik dan menarik. Tidak hanya komposisi warna, namun cover dan isinya juga tertata baik dan enak dilihat. Itu semua bisa terjadi karena sentuhan tangan disainer berbakat yang satu ini. Berkat keberaniannya bermain-main dengan disain grafis, maka lahirlah Terang yang kita baca sekarang. Bonaventura Redy Utama, demikian nama lengkap cowok jebolan KVB North Sidney, Australia jurusan desain dan komunikasi ini. Setelah lima tahun bergabung di majalah Terang, banyak suka dan duka yang dijalani oleh ayah dari satu orang putra ini. Namun semua itu selalu dijalaninya sebagai bagian dari tugas pelayanannya. “Kalau mau jujur, capek juga sih, karena kerjaan aku kan layout majalah, jadi harus sampai malam melulu. Apalagi bila saat terbit tiba, kita selalu dikejar dateline”, katanya menjelaskan. “Tapi ada bahagiannya juga sih, karena di sini aku dapat bergaul dengan teman-teman lain yang berjiwa muda, enerjik dan penuh semangat,” tutur cowok kelahiran Tangerang 03 januari 1976 ini melanjutkan.
Saat ini ia melihat wajah Terang semakin baik, isi semakin padat namun gaya bahasanya masih perlu di perbaiki lagi. Ia juga masih belum merasa puas dengan dengan tampilan majalah, yang mana menurutnya harus bersifat konsisten, sehingga sebagai seorang layouter ia merasa dinamika dalam proses penciptakan kreatifitas baru tidak pernah bisa memuaskan hasrat pribadinya sebagai seorang desainer majalah Terang. Di masa depan, cowok yang saat ini juga menjabat sebagai seksi liturgi di lingkungan Bartolomeus Cipondoh ini berharap agar majalah Terang dapat terus melakukan regenerasi anggotanya dan memperbaiki kinerja tim yang menurutnya sering miskomunikasi dalam pembagian tugas.*rp

Nicken
Cewek yang satu ini cukup familiar di lingkungan gereja St. Maria Tangerang. Karena dulu sebelum “kejeblos” ke dalam KOMSOS sub seksi majalah Terang, doi termasuk orang yang super aktif di MUDIKA paroki St. Maria Tangerang. Mahasiswi universitas Tarumanegara jurusan Sistem Informasi ini bergabung ke KOMSOS dalam sub seksi Majalah Terang 3 tahun lalu. Niken, demikian ia biasa disapa, mengaku masuk Terang karena ajakan seorang teman yang sudah terlebih dahulu bergabung di majalah Terang. Di sini, ia menemukan sebuah lingkungan pergaulan yang asyik dengan hubungan yang sangat baik diantara sesama anggota. Ada juga hal lain yang ia tangkap saat berada di majalah Terang yaitu sebuah kenyataan bahwa membuat majalah itu tak semudah apa yang dibayangkannya, begitu pengakuan dara ayu bernama lengkap Theresia Nicken Setyo Puspaningtyas ini. Mahasiswi kelahiran Tangerang 1 Maret 1984 ini pun secara blak-blakan mengatakan bahwa motivasi yang membuat ia tetap berkiprah di majalah Terang karena ia ingin dapat menumpahkan isi hati melalui tulisan. Ia pun berharap agar orang tidak melihat anak-anak majalah Terang hanya sebagai anak-anak muda yang penuh hura-hura tetapi juga melihat mereka sebagai orang yang mempunyai arti bagi orang lain. ”Maksudnya,anak-anak Terang jangan dianggap sebelah mata gitu lho...,” katanya sambil tersenyum.*rp

Marlina
Dalam usianya yang semakin dewasa, Majalah Terang terus berusaha menambah anggota baru untuk memperkuat SDM-nya. Salah satu yang akhirnya berhasil direkrut adalah Marlina Santoso atau yang biasa disapa Lina. Cewek penyuka novel, komik, majalah dan musik ini awalnya hanya ingin mencari kegiatan di Gereja. Namun atas saran seorang saudaranya, cewek kelahiran Tangerang 22 April 1976 ini akhirnya masuk dalam komunitas majalah Terang. Meskipun baru bergabung dan belum memiliki pengalaman berkesan di majalah Terang, namun cewek yang senang belajar berorganisasi ini mengaku menemukan suatu hubungan yang sangat dekat dalam komunitas majalah Terang. “Cukup asyik, majalah Terang adalah tempat yang baik dimana kita bisa banyak belajar tentang jurnalistik”, tuturnya serius. Kini, setelah mengalami hidup dalam suasana dan lingkungan para jurnaslis, ia berharap agar dapat lebih mendalami dunia tulis menulis.*rp

And
Pertama kali bertemu, orang akan menganggap bahwa cowok yang satu ini adalah sosok yang cuek dan kalem. Namun siapa sangka, di balik sikap cuek itu tersimpan sebuah jiwa yang menggelora. Jiwa anak muda masa kini yang penuh motivasi dan impian. Andrias Susanto Cario atau yang sering dipanggil Andre kaka ini adalah seorang master of ceremony yang ulung. Dalam berbagai kesempatan, cowok kelahiran Jakarta 17 Juli 1979 ini berhasil menghibur audieace dengan berbagai canda dan lelucon segar yang khas dan menggelitik. Cowok yang mempunyai hoby menyanyi dan traveling ini memulai aktifitasnya di majalah Terang tahun 2004 lalu dengan segudang pengalamnya mengolah disain grafis. Sebagai salah satu disainer majalah Terang, dia kerap merasa jenuh dan capek. Namun tetap semangat, karena di sinilah ia menemukan tempat penghiburan bagi gejolak jiwa mudanya. Ia juga merasakan kesan yang sangat indah bersama rekan-rekan satu tim majalah Terang.
Dalam dua tahun karyanya di majalah Terang, ia merasa majalah Terang makin baik dan apik dalam disain dan tampilan, namun ia sangat berharap agar teman-teman dalam majalah Terang akan terus bersemangat karena ia sangat yakin majalah Terang akan bisa terus exist dan maju bila semua yang terlibat tetap semagat untuk memberikan karya-karyanya yang terbaik. “Tetap semangat memikul tugas Terang, karena kemajuan Terang ada di tangan kalian,” begitu bunyi pesan yang ia sampaikan kepada teman-temannya.*rp

Tien
Kalau anda setia membaca majalah Terang, tentu anda tidak akan asing lagi dengan cewek yang satu ini. Karena cewek berkacamata minus ini pernah tampil dalam profil majalah Terang saat menjabat sebagai ketua MUDIKA periode 2003-2004 lalu. Minat pada organisasi kemudian menghantarkannya masuk ke dalam komunitas majalah Terang, sebagai seorang reporter. Ketika ‘terjerumus’ dalam majalah Terang, cewek kelahiran Tangerang 21 Juli 1981 ini secara gamblang menyatakan pendapatnya, ”Terang itu bukan gelap kan?? yang jelas Terang punya banyak chance untuk terus berkembang.“
Sejak bergabung pada pertengahan tahun 2003 hingga sekarang, cewek yang bernama lengkap Maria Christina Syah atau akrab disapa Titien ini mengaku banyak suka dan duka yang dilewati bersama anak-anak Terang. Di sini ia merasakan hubungan yang sangat harmonis diantara tiap individu. Selain itu, ia juga mendapatkan banyak teman baru dengan latar belakang ilmu yang berbeda-beda. Namun satu hal yang baginya cukup berkesan adalah, dapat merasakan lembur hingga jam 2 pagi, sebagai konsekuensi dari jabatannya sebagai pimpinan produksi (pimpro).
Dalam karyanya di majalah Terang, jebolan UNPAD yang juga kepala sekolah TK Stella Maris School ini selalu termotivasi oleh rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap hal-hal baru, juga didukung oleh self development & social development yang tinggi. Ke depannya, gadis cantik yang hobi menyanyi dan mendengarkan musik ini berharap agar majalah Terang akan semakin mendapatkan dukungan SDM dari kaum muda paroki St. Maria Tengerang, sehingga akan terus maju dan berkembang.*rp

Ricky S
Ketika sebuah organisasi “kehabisan nafas”, kehadiran seseorang bisa menghidupkan kembali kematian yang ada di depan mata. Itulah yang terjadi dengan Kristoforus Ricky Suradji saat memulai karyanya di majalah Terang. Cowok berperawakan kecil ini membawa ‘energi’ yang cukup membangkitkan semangat rekan-rekan lainnya untuk kembali menghidupkan Terang. Ricky, demikian biasa disapa mengaku sangat prihatin ketika pertama kali masuk ke Terang. Selain terbitnya yang tidak konsisten alias tidak teratur, personelnya pun sering keluar masukm, sehingga Terang berjalan terseok-seok. Itu terjadi pada tahun 1998, saat romo Boni Payong, SScc bertugas di Tangerang. ”Ketika itu saya sudah mulai ikut MUDIKA, kemudian saya bertemu mas Narmo (sesepuh Terang-red), yang mengeluhkan kurangnya personel majalah Terang. Saat itu saya merasa prihatin, karena alat-alat pendukungnya sudah mulai komplit (komputer, printer, scaner dll) tapi malah SDM-nya semakin berkurang. Kebetulan juga saat itu Ricky Pareira ikut di Terang, jadi akhirnya kami memutuskan untuk bersama-sama membangun Terang.” katanya menjelaskan. Namun kini, cowok kelahiran Tangerang 18 April 1976 ini merasa bahagia karena majalah Terang sudah kembali menemukan ‘nafasnya’ yang hilang dulu.
Selain majalah Terang yang sudah maju, cowok yang gemar naik gunung ini juga senang karena menemukan lingkungan baru yang harmonis dan penuh kekeluargaan. Motivasinya bergabung di Terang cukup sederhana yaitu, agar dapat berbuat sesuatu bagi Tuhan dan GerejaNya. Di waktu yang akan datang, cowok yang murah senyum ini berharap agar hubungan kekeluargaan dalam majalah Terang tetap bertahan dan dapat terus meregenerasi anggotanya.*rp

Stephani
Kalau ingin tahu siapa roda penggerak KOMSOS sub-seksi majalah Terang sehingga tetap terus exist, ini dia orang yang paling tepat untuk disebut. Maria Stephani nama lengkapnya. Dara kelahiran Jakarta 28 Juli 1982 berkulit putih ini memang mempunyai tugas yang amat penting dalam struktur organisasi KOMSOS, yaitu Sekertaris. Jabatan ini telah disandangnya lebih dari 3 tahun terakhir. Dengan segudang pengalam berorganisasi selama menjabat sebagai ketua putri sakristi, cewek tinggi jebolan Interstudi jurusan disain ini mengaku telah cukup banyak merasakan asam garam hidup di komunitas majalah Terang. Di sini ia merasakan suatu hubungan yang sudah seperti saudara sendiri.
Selain suatu kebahagiaan karena bisa berkumpul dan berbagi rasa dengan rekan se-tim, doi juga cukup banyak merasakan dukanya, yaitu saat menjelang dateline. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan di kawasan karawaci ini harus bolak balik dari rumah, kantor dan gereja. Bahkan kadang kala bisa pulang sampai larut malam bila saat tebit tiba. Kini, memasuki tahun keempat bergabung di majalah Terang, cewek yang biasa disapa Stephani ini melihat majalah Terang sudah semakin solid dan mendapatkan tempat yang cukup baik di hati umat paroki St. Maria Tangerang. Ia hanya berharap agar ke depannya majalah Terang akan terus exist dan melakukan regenerasi untuk kelanjutan hidup majalah Terang.**rp

Fanny
Bila ditanya siapa yang menjadi anggota favorit di majalah Terang, dialah jawabannya. Anggela Fanny Efriliani Kusnadi atau yang akrab dipanggil Fanny. Cewek berstatus mahasiswi ini termasuk anggota yang paling aktif dan menarik perhatian. Terbukti, meskipun tercatat baru 2 tahun bergabung di majalah Terang, Fanny sudah menduduki jabatan pimpinan proyek sebanyak dua kali. Hal ini cukup bertolak belakang dengan sikap beberapa anggota senior majalah Terang yang belum berani mengambil tanggung jawab seperti dia.
Dara manis kelahiran Tangerang 13 April 1985 ini pernah menghiasi halaman profil majalah Terang beberapa edisi yang lalu. Motivasinya agar dapat menambah banyak pengalaman dalam dunia jurnalistik dan memberikan feedback yang berguna bagi umat agaknya menjadi cambuk yang senantiasa memupuk jiwa pelayan dalam dirinya. Baginya, bergabung di majalah Terang membutuhkan semangat kerja yang tinggi, karena harus selalu berhadapan dengan dateline. “Untungnya majalah Terang memiliki team work yang solid dan kompak, bukan saja saat bekerja untuk majalah tapi juga dalam pergaulan sehari-hari”, kata mahasiswi universitas Bina Nusantara jurusan komputer akuntansi ini menjelaskan.
Cewek yang punya hobi membuat kue ini juga mengaku bahwa majalah Terang memberikan jalan padanya untuk lebih mengenal banyak umat, menambah wawasan seputar gereja katolik dan dapat mengikuti berbagai seminar berkualitas yang diadakan oleh seksi KOMSOS paroki St. Maria. Lebih jauh cewek berambut panjang ini berharap agar majalah Terang semakin meningkatkan kualitasnya, baik isi berita maupun sumber daya manusianya. “Meski capek, tapi demi kemajuan Gereja dan umat, why not?”, katanya mengakhiri.*rp

Vincent
Lama tapi baru, baru tapi lama, begitulah status cowok yang satu ini. Setelah sempat menghilang dari majalah Terang selama lebih dari 2 tahun untuk melanjutkan studinya di Jerman, cowok yang bernama lengkap Vinsencius Resta Sebayang ini kembali menunjukan jati dirinya dalam dunia jurnalistik. Meski kini ia sedikit mengalami kemunduran fisik, namun semangat pelayanan yang ada di dalam jiwanya menuntun dia kembali ke dalam dunia yang seru dan penuh tantangan baginya. Selama bergabung di majalah Terang, cowok yang suka menghabiskan waktu dengan bermain games dan mengutak atik komputer ini mengaku mendapatkan banyak teman, wawasan dan kedewasaan. Hanya saja ia mengaku sangat bersedih karena belum pernah dikejar dateline.
Alasannya terlibat di majalah Terang cukup unik bila dibandingkan dengan para jurnalis yang lain. “Awalnya iseng, seterusnya saya merasa Terang adalah salah satu jalur untuk melampiaskan rasa bosan dan inspirasi ”, tutur cowok yang menetap di daerah Modernland ini. Ia pun merasakan suatu hubungan persaudaraan yang kental diantara sesama anggota majalah Terang. Ke depannya ia berharap akan bisa menjadi seorang jurnalis atau peliput berita yang baik dan bisa mendapatkan lebih banyak lagi inspirasi bagi hidupnya.*rp

Fernando
Malajah Terang sebagai wadah yang cocok untuk belajar beroganisasi agaknya menjadi dorongan bagi Fernando Giade untuk mengambil kesempatan itu. Meskipun baru 2 bulan bergabung di majalah Terang, cowok jebolan universitas Tarumanegara jurusan teknologi informasi ini telah merasakan suatu lingkungan yang baik untuk pengembangan diri, baik dalam bidang jurnalistik, organisasi maupun keagamaan. Cowok berkaca minus yang punya hobi nonton film animasi dan design grafik ini ingin agar tetap bisa terus bergabung di majalah Terang.

Ricky P
Suatu yang ditakutkan terjadi, bila terus dipikirkan seringkali malah akan jadi kenyataan. Begitulah yang terjadi dengan Ricky Pareira beberapa tahun silam. Saat dikirim ke wisma Klender, Jakarta Timur untuk belajar jurnalistik, cowok penggemar makanan prasmanan ini takut bila sekembalinya dari belajar akan ‘dijebloskan’ ke majalah Terang. Wajar saja, karena selain tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam dunia jurnalistik, cowok kelahiran kupang 19 April 1978 ini juga kurang percaya diri untuk mempublikasikan tulisannya. Dan memang pada akhirnya ketakutannya menjadi kenyataan, dimana romo Boni Payong, SScc yang bertugas sebagai moderator kaum muda memintanya untuk mempertanggung jawabkan hasil studi jurnalistiknya untuk membantu majalah Terang yang sedang sekarat. “Beruntunglah saat itu aku kenal sama Ricky Suradji yang kebetulan juga sama-sama aktif di MUDIKA. Kemudian kita berdua sepakat untuk bergabung dengan mas Narmo di majalah Terang”, kata cowok berzodiak Aries ini menjelaskan.
Kini,setelah delapan tahun berkarya di majalah Terang, cowok yang hobi hiking dan traveling ini mengaku bahwa majalah Terang telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Selain itu Terang semakin bertumbuh dengan bertambah banyaknya anggota, organisasinya solid dan terkonsep rapih dalam naungan seksi KOMSOS. “ Aku bangga karena Terang yang dulu redup, kini sudah bersinar kembali dan bahkan selalu dinanti-nanti oleh umat paroki St. Maria Tangerang.”
Kini, cowok yang punya hobi mendengar musik dan membaca ini berharap agar majalah Terang dapat terus bertahan dan mengembangkan diri, baik dalam isi berita, metode penulisan berita maupun sumberdaya manusianya. “Semoga majalah Terang tetap mempunyai tempat di hati umat”, katanya penuh harap.*rp

Meitha
Berawal dari iseng-iseng mencari kesibukan setelah menyelesaikan kuliahnya, cewek yang bernama lengkap Anastasia Meithalya Yunaidi ini akhirnya benar-benar betah untuk tetap tinggal di majalah Terang. Meitha, demikian ia biasa disapa, mengaku kegiatan majalah Terang itu sangat seru. Ia Yang awalnya sama sekali tidak tahu bagaimana cara membuat majalah akhirnya jadi mengerti bagaimana proses pembuatan majalah sampai akhirnya dibaca oleh publik. “Dari menentukan tema, wawancara nara sumber, nulis berita, foto-foto nara sumber, melayout sampai jadi sebuah majalah dan jualan majalah itu sendiri. Selain membuat majalah, di Terang juga memiliki banyak kegiatan lain yang seru. Contohnya, mengadakan seminar-seminar, pameran, tugas khusus, raker, dan acara kebersamaan lainnya”, katanya menjelaskan. Ia pun merasakan hubungan terbina dengan harmonis antar personel Terang. ”Tidak ada saling memojokkan dan membenci. Yang jelas, dibawa fun aja deh. Pokoknya seru juga sih, apalagi kalo lagi curhat-curhatan”, lanjut dara kelahiran Tangerang 26 Mei 1983 ini.
Kini, cewek yang berstatus karyawan di AIG Life Karawaci ini telah terlibat dalam penerbitan majalah Terang selama lebih dari satu tahun. Selain sebagai reporter, Meitha juga merangkap posisi sebagai bendahara KOMSOS dan majalah Terang. Cewek jebolan universitas Bina Nusantara ini berharap agar majalah Terang terus berkembang dengan menambah halaman atau isinya, terus melakukan regenerasi SDM dan bisa menjadi media komunikasi Paroki di mana dengan adanya media seperti majalah, website, perpustakaan dan dokumentasi, dapat memberikan informasi baik rohani maupun duniawi kepada umat.*rp

Victor
Meski baru 1 tahun 2 bulan menjalani aktivitasnya di majalah Terang, tapi siapa yang menduga cowok manis berkaca mata minus ini mampu menelurkan kreatifitasnya dalam bentuk buku sejarah paroki St. Maria yang kini telah tersebar di kalangan umat Paroki St. Maria Tangerang. Cowok berdarah Batak yang lahir dengan nama lengkap Matheus Viktor Stephanus Simanjuntak atau yang biasa dipanggil Victor ini dalam kesehariannya selalu bersikap kalem dan santai. Namun dengan motivasi yang tinggi untuk mengetahui lebih banyak tentang jurnalistik dan disain majalah, ia berhasil menampilkan sebuah hasil karya dokumentasi yang sangat berguna bagi umat paroki St. Maria Tangerang. Cowok kelahiran Tangerang 1 September 1986 ini mengaku, dengan bergabung di Terang, ia semakin mendapatkan banyak teman dan pengetahuan. Terang menurutnya, sangat baik untuk memberikan informasi kepada umat mengenai Gereja dalam beragam topik yang diulas. Selain itu ia juga menilai bahwa semua anggota majalah Terang sangat kreatif untuk memberikan sesuatu yang terbaik kepada setiap pembacanya. Karyawan sebuah perusahaan swasta di Tangerang ini juga berharap agar di masa depan majalah Terang akan semakin maju baik dalam isi maupun topik-topiknya.**rp

Anthon
Meski berstatus sebagai anggota majalah Terang, namun tak banyak orang yang mengenalnya dengan baik. Itu karena pembawaannya yang selalu low profile dan santai. Antonius Thestianto, atau yang biasa disapa Anthon ini adalah seorang reporter yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Hal ini terbukti beberapa bulan lalu. Siapa menduga, ia yang seharusnya bertugas mewawancarai salah seorang umat di stasi St. Michael Tj. Kait tiba-tiba saja tergerak hatinya untuk merenovasi stasi yang berada di ujung utara kota Tangerang itu. Begitulah akhirnya, reporter yang satu ini kemudian selalu dikenal oleh rekan setimnya sebagai reporter yang mempunyai jiwa sosial tinggi.
Keterlibatannya di majalah Terang atas dasar keinginan untuk memberikan sebuah pelayanan pada Gereja. Cowok kelahiran Jakarta 02 Agustus 1979 ini selalu berusaha terus tetap pada komitmennya. “Setelah pulang kerja dan kuliah, trus lanjut ke rapat Terang. Rasanya capek banget tapi karena pelayanan, ya semua gak jadi masalah.” Begitu kata cowok yang nge-kos di bilangan Taman Cibodas ini. Ia berharap agar majalah Terang akan bisa merangkul kaum muda untuk terlibat sebagai reporter, layouter, fotografer maupun editor.*rp

Rony
Ketertarikan pada dunia fotografi akhirnya menghantar cowok yang bernama lengkap Ignatius Rony ini bergabung dengan majalah Terang. Cowok kelahiran 22 November 1984 yang menyukai warna silver dan biru ini mengaku tertarik karena melihat seniornya Hendry, asyik bergaya dengan kameranya. Mahasiswa Teknologi Informasi Universitas Tarumanegara ini mengaku ingin menambah pengalaman berorganisasi dalam media cetak. Selama satu setengah tahun terlibat di majalah Terang, cowok yang hoby baca buku dan mengolah database ini merasa kondisi majalah Terang sudah sangat baik, karena keterlibatan anak-anak muda didalamnya. Banyak pengalaman suka dan duka dialami selama ini, baik dalam hubungan antar personel maupun hubungan dengan majalah, namun semua itu malah membuatnya semakin baik. Ke depannya ia berharap semoga majalah Terang bisa menjadi media cetak yang patut dicontoh oleh Gereja lain dan menarik minat anak-anak muda lainya untuk terlibat.

Comments

tri utami's picture

Terima Kasih

Terima kasih, dengan adanya web site ini saya bisa mengenang lagi pengalaman selama menjadi mudika tahun 90 an dan  bisa mendapat informasi tentang gereja St Maria. Maklum dulu belum ada.

chachan's picture

cool abisss

cantik bener, diajarin donk kita

boleh kenalan dong webmasternya.

GBU 

DmZ's picture

Boleh aja kok, mau mulai

Boleh aja kok, mau mulai diajarin dari mana?

Salam kenal yah...

- Dimas Hermawan -
e-blog : http://www.gadgetindo.com
YM! : adh2000s

- Dimas Hermawan -
life-blog : http://www.duniakecilku.com
YM! : adh2000s

m1m1nk's picture

Update Dewan Paroki

Min-Min yang terhormat,

Kalo ada waktu luang, tuh update dewan paroki kita hehehe

God works in ways we'd never comprehend until we enjoy the fruits, so let Him guide us in everything we do.

God works in ways we'd never comprehend until we enjoy the fruits, so let Him guide us in everything we do.

kolibri's picture

wakkks

Gile..... kok ada postingan kaya gene?

Rusak reputasi nehhhh!!! Cry

 

Kolibri

"What don't kill make tougher"

 

Kolibri

"What don't kill make tougher"

Nicken's picture

iya ne...

ya ne.. jadi malu...

padahal tu ertikel 2006

 

ribew's picture

Ayo generasi baru Terang

Untung aja bro m1m1nk tongolin lg nih tulisan, thanks bro..

Sekalian iklan buat para member santamaria.org, yang tertarik pada dunia jurnalistik baik itu sebagai wartawan/ti (reporter), layouter, editor ataupun yang suka dengan desian dan fotografi ayo mari gabung. Majalan terang saat ini membuka tempat seluas-luasnya bagi generasi muda kita kita di paroki st Maria yang berminat dan peduli dengan keberadaan majalah terang. Generaja terdahulu mungkin akan segera pergi tapi majalah harus terus tumbh dan berkembang, siapa berani terima tantangan ini..

Ingat kata kucinya : Minggu jam 11.00 pagi diruang Yohanes (Terang) aula st. maria Tangerang lt 2.

 

Kami tunggu ya...

 

 

 

I Love Jesus Christ...

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Aku tahu Engkau sangat mencintaiku, dan itu membuat aku selalu jatuh cinta berulang-ulang setiap ingat Kamu....[riq,2008]

COKO's picture

Ikut Gabung!!!

Wahhh banyak juga kegiatannya!!!
Hmmm jam 11 yach...kalo gitu gw ikut gabung dechSmile
 
 
<--In Nomine Patris et Filii et Spiritus Sancti-->

<--In Nomine Patris et Filii et Spiritus Sancti-->

Nicken's picture

ada apa??

minggu jam 11 ada apa??

meetingnya ganti hari??

DmZ's picture

Jadwal perayaan Ekaristi

Jadwal perayaan Ekaristi sengaja saya hapus untuk mencegah tidakan yang tidak diinginkan seperti terorisme, atau kegiatan dari oknum lain yang tidak bertanggungjawab. 

- Dimas Hermawan -
e-blog : http://www.gadgetindo.com
YM! : adh2000s

- Dimas Hermawan -
life-blog : http://www.duniakecilku.com
YM! : adh2000s

Unavaible's picture

Woi...

Ikutan Masukkin Profil Donk......

Thanks

DmZ's picture

Boleh aja.. secara lo kan

Boleh aja.. secara lo kan udah member Terang.. hohoho.. Tapi siapa yang mau ngarang cerita about you yah?? Masa gue sih.? nanti isinya malah celaan lho.. ihihihikk.. 

- Dimas Hermawan -
blog : http://www.duniakecilku.com
YM! : adh2000s

- Dimas Hermawan -
life-blog : http://www.duniakecilku.com
YM! : adh2000s

yohana_emerentia's picture

Tampilan Website Baru

Toek Dimas,

Layoutnya keren Sealedtapi kok gambar Gereja St. Maria-nya gak ada?

Boleh dong ajarin gue (temen SMA lo dulu)

Boeat pengurus website St.Maria: 

Forumnya kok gak ada?! EmbarassedBtw, gue mau tahu apakah di website ini ada layanan tanya-jawab/konsultasi dgn Romo soal agama & masalah kehidupan? Apakah di Forum ada? Kl blm ada, gue mau usul spy diadain krn layanan tsb pasti berguna banget buat kita2, khususnya MUDIKA yg blm tahu banyak soal agama Katolik.

Thanks,

Yanti.S. 

yohanes B wijaya's picture

tengok-tengok

Kok sepiiiiiii buangeeeeet...........hiiiiEmbarassed

alcatrank's picture

Kok webnya jadi berubah ya,

Cry Kok webnya jadi berubah ya, mana forumnya nih